Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ancaman Kekeringan Melanda, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 07 September 2020 | 15:05 WIB
Ancaman Kekeringan Melanda, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Di saat serangan hama meningkat dan ancaman kekeringan di sejumlah daerah, para petani disarankan untuk memanfaatkan asuransi. Saat ini, asuransi sudah menjadi pilihan banyak petani untuk melindungi lahan pertanian.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. Ia mengajak para petani Indonesia untuk melindungi lahan pertanian mereka dari kerugian dengan memanfaatkan asuransi.

“Asuransi sudah menjadi pilihan banyak petani di Indonesia untuk melindungi lahan. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang, di saat serangan hama cukup tinggi di sejumlah daerah, belum lagi ada ancaman kekeringan dan lainnya,” tuturnya, di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Pada kesempatan itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy juga mengutarakan hal serupa. Dengan memanfaatkan asuransi, petani bisa beraktivitas dengan tenang.

“Salah satu kekhawatiran dalam pertanian adalah adanya ancaman gagal panen. Penyebabnya beragam, bisa akibat bencana alam, bisa akibat cuaca ekstrem yang memicu kekeringan dan banjir. Atau bisa juga akibat serangan hama seperti tikus, hama wereng, juga ulat. Ssuransi meng-cover semua itu,” tutur.

Sarwo menambahkan, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usaha tani untuk mitigasi risiko, bila terjadi gagal panen.

“Dengan asuransi, usaha tani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi, sehingga ada jaminan terhadap keberlangsungan usaha tani dan tidak terjadi gagal bayar terhadap kreditnya,” terangnya.

Salah satu asuransi yang bisa dimanfaatkan petani adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Adapun premi yang harus dibayarkan hanya sebesar Rp 180.000 /hektare/MT. dan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/hektare/MT.

Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan.

Salah satu contoh serangan hama terjadi di Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Ulat menyerang tanaman padi milik petani sejak beberapa pekan lalu. Salah satu petani Kelompok Durian 1 Desa Sekerebang, Sunardi mengatakan, hama menyerang hampir seluruh tanaman padi miliknya dan bahkan hampir seluruh tanaman padi mulai menguning, karena hama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Percepat Kartu Tani untuk Subsidi Pupuk, Petani: Jadi Ribet, Aneh

Kementan Percepat Kartu Tani untuk Subsidi Pupuk, Petani: Jadi Ribet, Aneh

Jogja | Senin, 31 Agustus 2020 | 20:30 WIB

Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu

Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 10:43 WIB

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 09:04 WIB

Teruskan Penelitian, Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Obat Covid-19

Teruskan Penelitian, Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Obat Covid-19

Health | Minggu, 05 Juli 2020 | 16:45 WIB

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Obat Tapi Ekstrak

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Obat Tapi Ekstrak

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 13:43 WIB

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 12:08 WIB

Mentan Produksi Kalung Antivirus, Ferdinand: Jangan Buat Alasan Direshuffle

Mentan Produksi Kalung Antivirus, Ferdinand: Jangan Buat Alasan Direshuffle

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB