Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Ancaman Kekeringan Melanda, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi

Fabiola Febrinastri

Senin, 07 September 2020 | 15:05 WIB
Ancaman Kekeringan Melanda, Mentan Ajak Petani Manfaatkan Asuransi
Mentan, Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan)

Suara.com - Di saat serangan hama meningkat dan ancaman kekeringan di sejumlah daerah, para petani disarankan untuk memanfaatkan asuransi. Saat ini, asuransi sudah menjadi pilihan banyak petani untuk melindungi lahan pertanian.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. Ia mengajak para petani Indonesia untuk melindungi lahan pertanian mereka dari kerugian dengan memanfaatkan asuransi.

“Asuransi sudah menjadi pilihan banyak petani di Indonesia untuk melindungi lahan. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang, di saat serangan hama cukup tinggi di sejumlah daerah, belum lagi ada ancaman kekeringan dan lainnya,” tuturnya, di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Pada kesempatan itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy juga mengutarakan hal serupa. Dengan memanfaatkan asuransi, petani bisa beraktivitas dengan tenang.

“Salah satu kekhawatiran dalam pertanian adalah adanya ancaman gagal panen. Penyebabnya beragam, bisa akibat bencana alam, bisa akibat cuaca ekstrem yang memicu kekeringan dan banjir. Atau bisa juga akibat serangan hama seperti tikus, hama wereng, juga ulat. Ssuransi meng-cover semua itu,” tutur.

Sarwo menambahkan, asuransi merupakan salah satu komponen dalam manajemen usaha tani untuk mitigasi risiko, bila terjadi gagal panen.

“Dengan asuransi, usaha tani yang mengalami gagal panen akan mendapatkan penggantian atau klaim dari perusahaan asuransi, sehingga ada jaminan terhadap keberlangsungan usaha tani dan tidak terjadi gagal bayar terhadap kreditnya,” terangnya.

Salah satu asuransi yang bisa dimanfaatkan petani adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Adapun premi yang harus dibayarkan hanya sebesar Rp 180.000 /hektare/MT. dan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/hektare/MT.

Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan.

baca juga

Salah satu contoh serangan hama terjadi di Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Ulat menyerang tanaman padi milik petani sejak beberapa pekan lalu. Salah satu petani Kelompok Durian 1 Desa Sekerebang, Sunardi mengatakan, hama menyerang hampir seluruh tanaman padi miliknya dan bahkan hampir seluruh tanaman padi mulai menguning, karena hama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Percepat Kartu Tani untuk Subsidi Pupuk, Petani: Jadi Ribet, Aneh

Kementan Percepat Kartu Tani untuk Subsidi Pupuk, Petani: Jadi Ribet, Aneh

Jogja | Senin, 31 Agustus 2020 | 20:30 WIB

Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu

Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 10:43 WIB

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 09:04 WIB

Teruskan Penelitian, Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Obat Covid-19

Teruskan Penelitian, Kementan Sebut Kalung Eucalyptus Bukan Obat Covid-19

Health | Minggu, 05 Juli 2020 | 16:45 WIB

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Obat Tapi Ekstrak

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Obat Tapi Ekstrak

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 13:43 WIB

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 12:08 WIB

Mentan Produksi Kalung Antivirus, Ferdinand: Jangan Buat Alasan Direshuffle

Mentan Produksi Kalung Antivirus, Ferdinand: Jangan Buat Alasan Direshuffle

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 12:06 WIB

Terkini

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Film Animasi Indonesia Ajisaka Menuju Pasar Global, Sony Pictures hingga Netflix Mulai Melirik

Jogja | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Igor Tolic Punya 8 Hari untuk Selamatkan Persib dari Badai Cedera Jelang ACL II

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Drama 4 Babak Wamen Dahnil vs Anak Mario Teguh Soal Plat Vespa, Berujung Laporan Polisi

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Sejarah Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Tembus ke Mekkah Dalam 1,5 Jam

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

Persoalan Karhutla di Kalimantan, Pakar Kehutanan: Jangan Bikin Panik Masyarakat

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Indonesia Dapat Kategori E untuk Kesejahteraan Hewan, Kok Bisa?

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi

Ulasan Drakor Snowdrop: Debut Akting Jisoo Blackpink yang Tercoreng Kontroversi

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:50 WIB

×