Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu

Fabiola Febrinastri

Kamis, 16 Juli 2020 | 10:43 WIB
Ribuan Ternak Babi Mati, Dinas Peternakan NTT Tetapkan Siaga Satu
Tim monitoring kasus Virus ASF di NTT. (Dok : Kementan)

Suara.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui dinas peternakannya telah menetapkan siaga satu, setelah hampir tiga ribu hewan ternak babi di lima kabupaten mati, akibat diduga terserang Virus African Swine Fever (ASF). Lima kabupaten tersebut adalah Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Hanya Flores yang belum terjangkit, sehingga diperlukan langkah antisipatif terhadap pengendalian sekaligus memutus mata rantai penyebarannya.

Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat dengan menurunkan tim investigasi sejak Jumat (11/7/2020). Tim bertugas untuk melakukan supervisi dan monitoring kasus Virus ASF.

"Kami terjun langsung memantau guna mengambil langkah cepat dan strategis untuk menangani wabah ini," kata Inspektur IV, Inspektorat Jendral, Kementan, drh. IGMN Kuswandana, Ketua Tim Investigasi ASF, saat adiensi dengan gubernur NTT, bupati dan Dinas Pertanian kabupaten Sikka, Kupang melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020).

Menurut Made, hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo agar kasus virus ganas pada hewan ternak babi idapat segera diatasi, karena dapat merugikan peternak.

Virus ASF belum ada vaksinnya, dan mengakibatkan kematian dengan tingkat mortalitas dan morbiditas hingga 100 persen.

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian (Barantan), drh. Agus Sunanto, yang turut hadir dan menjadi anggota tim menyebutkan, Negara Timor Leste, yang berada satu daratan dengan NTT telah melaporkan kejadian wabah Virus ASF di wilayahnya lebih dahulu.

"Dengan letak geografis dalam satu daratan, maka NTT memiliki potensi dan peluang yang cepat dalam penularannya, seperti saat ini yang telah terjadi di lima kabupaten," kata Agus.

"Belum lagi ditambah dengan sistem pemeliharaan ternak babi secara umum yang masih dilepasliarkan, sistem biosekuriti yang belum kuat dan berbagai upaya penyelundupan komoditas babi dan produknya yang masih terjadi," ungkap Agus.

baca juga

Ia menambahkan, pihaknya melalui wilayah kerja di NTT, yakni Karantina Pertanian Kupang dan Ende telah melakukan optimalisasi pengawasan di berbagai pintu pemasukan seperti bandara, pelabuhan dan pos lintas batas negara dan akan terus ditingkatkan.

Penderasan informasi dan sosialisasi pada masyarakat juga telah dilakukan dan terus dijadikan bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian. Kerja sama dengan dengan dinas pertanian dan pihak terkait juga akan ditingkatkan.

"Kita tekan jumlah ternak babi terkena virus di lokasi kejadian, sekaligus kita putus mata rantai penyebarannya di 17 kabupaten yang masih bebas," papar Agus.

Pada saat yang bersamaan, Tim Investigasi ASF Kementan juga menuju Kabupaten Sikka, dimana terjadi kematian ternak juga untuk melakukan monitoring dan sosialisasi.

Turut hadir Direktur Kesmavet, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Fadjar Sumping Tjatur Rasa, yang memberikan bantuan berbagai alat biosekuriti seperti sprayer dan disinfektan. Sementara tim dari Balitbangtan, yang terdiri dari BBLitvet, BBVet Denpasar, ditambah pejabat medik veteriner dan paramedik veteriner dari Karantina Pertanian Ende, terjun langsung untuk melakukan pengambilan sampel langsung ke rumah-rumah warga yang memiliki ternak babi.

Walaupun penyakit ini tidak bersifat zoonosis, namun dampaknya yang cukup signifikan bagi peternak, maka pengawasan karantina pertanian perlu diperkuat dengan ancaman tindakan pidana bagi para pelaku yang melanggar peraturan karantina.

"Perlu memberikan efek jera agar tidak ada lagi yang coba-coba melanggar dan para pihak lebih serius dalam memperkuat pencegahan ASF ke NTT," tutup Made.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Hendrika Mayora, Transpuan Pejabat Publik Pertama di Indonesia

Cerita Hendrika Mayora, Transpuan Pejabat Publik Pertama di Indonesia

Video | Senin, 13 Juli 2020 | 11:00 WIB

Kementan Diminta Fokus Cari Vaksin Demam Babi Afrika Daripada Kalung Corona

Kementan Diminta Fokus Cari Vaksin Demam Babi Afrika Daripada Kalung Corona

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2020 | 05:35 WIB

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Kementan Gandeng PB IDI Lakukan Uji Klinis Eucalyptus Antivirus Corona

Health | Selasa, 07 Juli 2020 | 09:04 WIB

Kalung Anti Corona akan Diproduksi Massal, Kementan Sebut Harga Terjangkau

Kalung Anti Corona akan Diproduksi Massal, Kementan Sebut Harga Terjangkau

News | Senin, 06 Juli 2020 | 15:16 WIB

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

Kementan: Kalung Antivirus Corona Bukan Vaksin

News | Minggu, 05 Juli 2020 | 12:08 WIB

Denda Tak Pakai Masker di Jogja dan 4 Berita Populer SuaraJogja Lainnya

Denda Tak Pakai Masker di Jogja dan 4 Berita Populer SuaraJogja Lainnya

Jogja | Minggu, 05 Juli 2020 | 10:14 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×