Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:55 WIB
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)
  • Ketegangan geopolitik Timur Tengah memicu analisis Natixis bahwa harga emas bisa rekor jika eskalasi militer AS-Iran terjadi.
  • Analis Bernard Dahdah memproyeksikan emas melonjak 15% menyentuh US$5.500–US$5.800 per ons dalam dua minggu eskalasi awal.
  • Natixis menilai kenaikan harga emas sebagai aset aman bersifat volatil dan diprediksi kembali stabil setelah krisis satu bulan.

Suara.com - Ketidakpastian geopolitik yang dipicu oleh kembalinya ketegangan di Timur Tengah memberikan momentum baru bagi pasar logam mulia.

Menurut analisis dari bank investasi asal Prancis, Natixis, harga emas berpotensi mencetak rekor tertinggi sepanjang masa jika perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran terus meruncing hingga terjadi eskalasi militer.

Dalam laporan terbarunya, Bernard Dahdah, analis logam mulia di Natixis, mengungkapkan bahwa berdasarkan pola konflik sebelumnya, harga emas dapat melonjak hingga 15% akibat lonjakan permintaan aset aman (safe-haven).

Dahdah memproyeksikan bahwa sebagian besar kenaikan harga akan terjadi secara masif di awal konflik. Jika serangan militer benar-benar diluncurkan, ia memperkirakan harga emas bisa menyentuh level US$5.500 hingga US$5.800 per ons hanya dalam waktu dua minggu pertama.

"Setelah periode tersebut, kami memperkirakan harga akan mulai melandai saat pasar mulai memahami implikasi konflik dan mulai beradaptasi dengan situasi tersebut," jelas Dahdah dalam laporannya, Jumat (20/2/2026) lalu.

Kekuatan harga emas mulai terlihat sejak awal bulan ini, seiring dengan meningkatnya retorika agresif Presiden Donald Trump terhadap Iran. Pekan lalu, ketidakpastian ini sempat mendorong harga emas melampaui ambang US$5.000 per ons.

Meskipun saat ini harga emas sedang terkoreksi sekitar 1,5% ke level US$5.147,20 per ons, logam mulia ini masih mempertahankan dukungan kuat di level tinggi. Para investor tampak masih ragu untuk mendorong harga lebih jauh di atas US$5.200 per ons tanpa adanya katalis konflik yang lebih nyata.

Meski memiliki ruang untuk naik, Natixis memperingatkan bahwa permintaan aset safe-haven bersifat sangat volatil dan jarang menghasilkan keuntungan jangka panjang yang stabil.

Dilansir dari Kitco, Dahdah menyebutkan bahwa seringkali kenaikan harga akan terhapus segera setelah situasi konflik mulai stabil.

Mengenai potensi arah konflik, Natixis menilai pemerintahan Trump kemungkinan besar akan mengikuti "buku panduan" baru yang lebih terbatas, serupa dengan pendekatan mereka di Venezuela:

  • Fokus Target: Menargetkan tokoh-tokoh senior Iran yang dianggap kaku.
  • Mempertahankan Struktur: Tetap menjaga struktur rezim dan aparat keamanan tetap di tempatnya.
  • Beda dengan Era Bush: Menghindari strategi era George W. Bush di Irak dan Afganistan yang membongkar total militer dan rezim demi memaksakan demokrasi.

Natixis memprediksi jika krisis di Timur Tengah ini terjadi, durasinya diperkirakan akan berlangsung sekitar satu bulan sebelum pasar kembali menemukan titik keseimbangannya.


DISCLAIMER:

Analisis ini disusun berdasarkan proyeksi pasar komoditas global per Februari 2026 sehubungan dengan dinamika geopolitik AS-Iran. Harga emas sangat dipengaruhi oleh sentimen politik yang dapat berubah seketika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 10:18 WIB

Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS

Harga Emas Pegadaian Rabu 25 Februari 2026, Galeri 24 Lebih Murah dari UBS

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:19 WIB

Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram

Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:29 WIB

Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona

Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:52 WIB

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:16 WIB

5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya

5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:52 WIB

Terkini

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:55 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB