Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Di Depan Petinggi ADB, Wamenkeu Paparkan Program Jaminan Kesehatan

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 17 September 2020 | 19:08 WIB
Di Depan Petinggi ADB, Wamenkeu Paparkan Program Jaminan Kesehatan
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Penanganan pandemi di Indonesia meliputi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terdiri dari jaring pengaman sosial.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan fokus penggunaan anggaran kesehatan di tengah pandemi COVID-19 pada acara Joint Ministers of Finance and Health Symposium on Universal Health Coverage in Asia and the Pacific: COVID-19 and Beyond yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank (ADB) secara virtual, Kamis (17/9/2020).

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan, termasuk di bidang kesehatan dan perekonomian,” kata Wamenkeu membuka paparan.

Oleh karenanya, Indonesia kemudian melakukan revisi anggaran yang difokuskan pada penanganan pandemi.

Terkait penanganan pandemi dari segi kesehatan, Indonesia sudah memiliki Universal Health Coverage (UHC) yaitu BPJS Kesehatan yang sudah memberikan pelayanan kepada 84 persen populasi di Indonesia.

Namun demikian, tantangan berikutnya ada pada penghasilan masyarakat yang terdampak selama pandemi dan mengakibatkan penurunan pembayaran iuran. Dalam hal ini, pemerintah memberikan dukungan pembayaran iuran untuk masyarakat miskin. 

“Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah disediakan untuk hal tersebut,” jelas Wamenkeu. 

Pandemi membuat masyarakat memahami pentingnya memiliki asuransi kesehatan. Untuk itu, Pemerintah berharap BPJS Kesehatan dapat meng-cover 100 persen populasi Indonesia. 

Tantangan kedua ada pada perbaikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Koordinasi yang baik perlu dilakukan antara penyelenggara jaminan kesehatan dan penyedia layanan kesehatan. 

Lebih lanjut ia menyampaikan agar BPJS Kesehatan memastikan rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menjadi providernya memperbaiki pelayanan kesehatannya.

Dalam menghadapi pandemi yang tidak tahu kapan berakhirnya, pemerintah saat ini juga menyiapkan pengadaan vaksin.

Wamenkeu menyebutkan bahwa masa ini menjadi awal yang baik untuk melaksanakan vaksinasi di masa depan mengingat populasi Indonesia yang cukup banyak. 

“Kegiatan vaksinasi yang masif sangat penting bagi Indonesia,” ungkapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Wamenkeu Telurkan Kebijakan dari Rumah Masing-masing

Cerita Wamenkeu Telurkan Kebijakan dari Rumah Masing-masing

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2020 | 12:00 WIB

Pemerintah Siapkan Recovery Masa Resesi dengan Stimulus Fiskal

Pemerintah Siapkan Recovery Masa Resesi dengan Stimulus Fiskal

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:31 WIB

Wamenkeu Minta UMKM Digenjot untuk Gerakan Ekonomi Tanah Air

Wamenkeu Minta UMKM Digenjot untuk Gerakan Ekonomi Tanah Air

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2020 | 18:44 WIB

Belanja Pemerintah Pusat Bengkak Gara-gara Covid-19

Belanja Pemerintah Pusat Bengkak Gara-gara Covid-19

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2020 | 11:38 WIB

Belanja Negara Seret Imbas Realokasi Anggaran Perjalanan Dinas

Belanja Negara Seret Imbas Realokasi Anggaran Perjalanan Dinas

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2020 | 20:09 WIB

Wakil Menteri Keuangan Ungkap Hikmah di Balik Covid-19

Wakil Menteri Keuangan Ungkap Hikmah di Balik Covid-19

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2020 | 07:47 WIB

Geger Corona, Pemerintah Harap Bantuan Swasta Bangun Infrastruktur

Geger Corona, Pemerintah Harap Bantuan Swasta Bangun Infrastruktur

Bisnis | Senin, 09 Maret 2020 | 21:18 WIB

Terkini

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB