Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Sabar, Kondisi Ekonomi Indonesia Baru Pulih Tahun 2023

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 September 2020 | 15:41 WIB
Sabar, Kondisi Ekonomi Indonesia Baru Pulih Tahun 2023
Ilustrasi kondisi ekonomi RI.

Suara.com - Sekretaris Eksekutif 1 Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Raden Pardede mengatakan, ekonomi Indonesia baru akan pulih pada tahun 2023 mendatang.

Lamanya proses pemulihan ini kata dia sangat bergantung akan penanganan pandemi Covid-19 yang dilakukan pemerintah sekaligus berharap bahwa vaksin Covid-19 bisa segera ditemukan.

"Harapan kita, kita punya target tahun 2023, rencana jangka menengah kita. Kita harus kembali ya bertumbuh seperti halnya kita seperti sebelum Covid-19," kata Pardede dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (23/9/2020).

Kata Pardede pemerintah saat ini tengah membuat rancangan rencana kerja jangka menengah dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Setidaknya kata dia ada 3 garis besar dalam rencana kerja menengah tersebut yakni Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Bertumbuh dan Transformasi.

"Kenapa kami tambahkan di situ transformasi karena kami sebutkan tadi bahwa perilaku manusia itu berubah semenjak Covid-19 ini. Terjadi percepatan adopsi teknologi, terutama adopsi teknologi digital," kata Raden.

Pardede menyebut akibat pandemi Covid-19, struktur ekonomi berubah dratis, sehingga lanjut Pardede pemerintah perlu untuk merubah mind set prilaku ekonomi nasional.

"Struktur ekonomi kita tidak sama lagi seperti halnya sebelum Covid-19, berarti kita harus menyiapkan itu mulai sekarang supaya bisa bertumbuh, bertransformasi, dan berkompetisi di pasar global berdaya saing tinggi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah menilai perekonomian masih akan berat untuk bergerak dari pagebluk virus corona.

baca juga

Sri Mulyani Indrawati mengatakan setidaknya ada 3 faktor pemberat yang membuat gerak ekonomi tak leluasa akibat pandemi Covid-19.

"Kontribusi negatif terbesar (adalah) investasi, konsumsi dan ekspor," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Padahal pada Agustus bulan lalu pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada di rentang -1,1 persen hingga positif di angka 0,2 persen.

Penurunan outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini antara lain disebabkan oleh kasus penambahan pasien Covid-19 yang terus meningkat tajam.

"Ini artinya negatif territory akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal IV, yang kita upayakan bisa mendekati nol atau positif," jelas dia.

Ramalan ini juga sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga ekonomi dunia yang menyebut ekonomi Indonesia tahun ini bakal tumbuh negatif.

"Kalau kita lihat institusi yang lakukan forecast ke pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun mereka rata-rata memproyeksikan ekonomi Indonesia di 2020 semua di zona negatif, kecuali World Bank yang 0 persen," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Corona, Kondisi Ekonomi Terburuk Sejak Perang Dunia ke II

Akibat Corona, Kondisi Ekonomi Terburuk Sejak Perang Dunia ke II

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 15:15 WIB

5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 17:13 WIB

Sri Mulyani Beri Sinyal Resesi Bakal Melanda Indonesia

Sri Mulyani Beri Sinyal Resesi Bakal Melanda Indonesia

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 15:18 WIB

Terkini

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Pengusaha Jasa Kurir Janji Ikut Tekan Biaya Logistik Nasional yang Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:44 WIB

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB