Akibat Corona, Kondisi Ekonomi Terburuk Sejak Perang Dunia ke II

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 23 September 2020 | 15:15 WIB
Akibat Corona, Kondisi Ekonomi Terburuk Sejak Perang Dunia ke II
Ilustrasi ekonomi saat pandemi (pixabay)

Suara.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia ternyata membawa kondisi ekonomi dunia ke posisi terburuk sejak perang dunia ke II tahun 1945.

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede mengatakan, saat ini ekonomi global mengalami resesi terburuk dan akan dicatat dalam sejarah dunia.

"Dunia sedang mengalami resesi terdalam sejak perang dunia ke II," kata Pardede dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (23/9/2020).

Pardede menceritakan bahwa pada tahun 1930-an dunia sempat mengalami resesi dengan nama The Great Depression, pada saat ini ekonomi ambruk hingga minus 17,6 persen.

Tak sampai disitu pada tahun 1945 atau saat perang dunia II terjadi ekonomi dunia juga mengalami resesi dengan minus 15,4 persen.

"Dan perkiraan dari multilateral Regency bahwa tahun 2020 ini pertumbuhan kita itu adalah minus 6,2 ini dunia," kata Pardede.

Dirinya menyebut hampir sebagian besar negara-negara dunia sudah mengalami resesi, tak terkecuali dengan Indonesia. Tapi kata dia resesi yang dialami Indonesia tidaklah seburuk dengan negara lain.

"Jadi banyak yang sudah mengalami resesi dan kalau kita lihat daftar dari negara di kuartal kedua itu ada Makau ada India dari yang paling buruk," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) Edisi September 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, (22/9/2020) mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menghilangkan ekonomi dunia sebesar 8,8 triliun dolar AS atau setara 9,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global.

baca juga

Indonesia sendiri akibat pandemi telah membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II terkontraksi 5,32 persen, sedangkan negara lain kontraksinya lebih dalam.

"Ekonomi global yang telah tergerus Covid mencapai 8,8 triliun dolar AS," kata Sri Mulyani.

Untuk itu kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini peran serta dari negara-negara dunia manjadi penting dilakukan untuk melawan wabah virus yang awal mula muncul di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China tersebut.

"Untuk menyelesaikan, tidak mungkin ada negara yang dibiarkan karena ini adalah pandemi," ucapnya.

"Kalau ada negara yang tidak siap atau tidak bisa menangani, dia akan menjadi titik lemah bagi penanganan Covid seluruh dunia. Oleh karena itu, kita mengharapkan kerjasama regional dan global," tambah dia.

Lebih lanjut Sri Mulyani menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut WHO mengestimasi bahwa pendanaan sebesar 914 miliar dolar AS diperlukan untuk mengatasi kesenjangan negara-negara yang belum memiliki kesiapan menangani Covid hingga 5 tahun ke depan.

"Termasuk bagaimana vaksin Covid akan ditemukan, bagaimana negara-negara mendapatkannya, terutama negara miskin yang tidak memiliki dana dan lembaga riset dan bagaimana distribusinya," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Hembuskan Sinyal Resesi, Nilai Tukar Rupiah Loyo

Sri Mulyani Hembuskan Sinyal Resesi, Nilai Tukar Rupiah Loyo

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 09:48 WIB

Resesi, Sandiaga Uno: Fokus Penyelamatan Ekonomi Mestinya UMKM

Resesi, Sandiaga Uno: Fokus Penyelamatan Ekonomi Mestinya UMKM

Bisnis | Rabu, 23 September 2020 | 04:35 WIB

5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 17:13 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×