5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?

Rifan Aditya

Selasa, 22 September 2020 | 17:13 WIB
5 Penyebab Resesi, Apakah Akan Terjadi di Indonesia?
Ilustrasi ekonomi saat pandemi (pixabay)

Suara.com - Saat ini, sejumlah negara sedang mempersiapkan diri untuk mengatasi resesi ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Resesi ekonomi ditandai dengan aktivitas ekonomi yang melemah signifikan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Lalu, apa penyebab resesi?

Apabila resesi ekonomi tidak segera diatasi maka dikhawatirkan resesi akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama hingga mengakibatkan situasi lebih buruk atau depresi ekonomi.

Selain itu, jika suatu negara telah mengalami krisis ekonomi hingga masuk ke tahap resesi makan akan sangat sulit untuk memulihkan ekonomi. Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan resesi.

1. Produksi dan Konsumsi Tidak Seimbang

Keseimbangan antara produksi dan konsumsi atau daya beli masyarakat merupakan dasar pertumbuhan ekonomi. Namun, apabila produksi dan konsumsi tidak seimbang, tentunya akan terjadi masalah pada siklus ekonomi. Jika produksi yang tinggi tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat yang tinggi pula, maka akan mengakibatkan penumpukan persediaan barang.

Sebaliknya, jika produksi rendah sedangkan daya beli masyarakat tinggi sehingga menyebabkan kebutuhan masyarakat tak terpenuhi, maka negara harus melakukan impor. Dan hal tersebut menyebabkan penurunan laba perusahaan dan lemahnya pasar modal.

2. Pertumbuhan Ekonomi Lambat

Pertumbuhan ekonomi yang baik dalam secara global juga digunakan sebagai kriteria ekonomi yang kuat. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi mengacu pada produk domestik bruto hasil dari konsumsi, pengeluaran pemerintah, investasi, dan ekspor dikurangi impor.

Apabila produk domestik bruto menurun dalam waktu yang lama, maka bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi sebuah negara sedang melemah atau mengalami resesi.

baca juga

3. Inflasi dan Deflasi Tinggi

Dalam satu hal inflasi dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi terjalin. Tapi, inflasi yang tinggi malah akan menyulitkan kondisi ekonomi suatu negara. Karena harga komoditas melonjak dan daya beli masyarakat tak sanggup menjangkaunya terutama kelas menengah ke bawah.

Kondisi ini akan semakin memburuk apabila daya beli masyarakat menurun sehingga menyebabkan deflasi. Harga komoditas yang menurun drastis juga mempengaruhi pendapatan dan laba perusahaan. Hal ini mengakibatkan biaya produksi tidak bisa ter-cover dan volume produksi menurun.

4. Pengangguran Tinggi

Pekerja adalah salah satu faktor penting dalam pergerakan ekonomi. Apabila suatu negara tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi para pekerja lokal maka tingkat pengangguran akan tinggi dan daya beli masyarakat rendah sehingga memicu kriminalitas untuk mencukupi kebutuhan.

5. Kepercayaan Investor Hilang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Mulyani Beri Sinyal Resesi Bakal Melanda Indonesia

Sri Mulyani Beri Sinyal Resesi Bakal Melanda Indonesia

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 15:18 WIB

Hingga Agustus 2020 APBN Jebol Rp 500,5 Triliun

Hingga Agustus 2020 APBN Jebol Rp 500,5 Triliun

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 13:53 WIB

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi Sri Mulyani Makin Suram

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi Sri Mulyani Makin Suram

Bisnis | Selasa, 22 September 2020 | 13:38 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×