Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

94 Persen Pasien Covid-19 Pupuk Kaltim Selesai Diisolasi

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 29 September 2020 | 09:40 WIB
94 Persen Pasien Covid-19 Pupuk Kaltim Selesai Diisolasi
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

Suara.com - Keseriusan Pupuk Kaltim dalam penanganan pasien positif Covid-19 membuahkan hasil terbaik dengan tingkat kesembuhan mencapai 94 persen dalam waktu kurun waktu 1,5 bulan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi menyebut, persentase kesembuhan didapati dari total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 242 pasien di Bontang, dimana per 29 September 2020, sebanyak 228 orang telah selesai isolasi sekaligus selesai menjalani perawatan.

"Perawatan sisa 14 pasien terus dioptimalkan dan diharap segera sembuh dalam waktu dekat," ujar Rahmad dalam keterangannya, Selasa (29/9/2020).

Menurut Rahmad, seluruh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Pupuk Kaltim berdasarkan diagnosa Polymerase Chain Reaction (PCR), yang diikuti seluruh karyawan dan keluarga, pasca temuan pertama pada Juli lalu.

Total PCR mencapai 7.494 orang, terdiri dari tamu perusahaan, karyawan organik dan non organik, beserta keluarga.

"Jumlah pasien positif di lingkungan Pupuk Kaltim terbilang tinggi, karena seluruh karyawan dan keluarga diwajibkan PCR. Ini dilakukan agar potensi meluasnya virus di masyarakat bisa diantisipasi," jelas Rahmad.

Rahmad optimis sisa pasien positif yang masih menjalani perawatan segera sembuh, sehingga lingkungan Pupuk Kaltim kembali zero Covid-19.

Dirinya mengapresiasi kinerja seluruh tim yang terlibat, baik Tim Crisis Center Covid-19 Pupuk Kaltim, Pemkot dan masyarakat Bontang, Pejuang Medis RS Pupuk Kaltim, serta Pejuang Covid-19, atas kerjasama optimal dalam penanganan pasien hingga pencegahan penularan virus secara maksimal.

Rahmad mengimbau agar karyawan dan masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan dengan baik, agar penularan virus bisa dicegah karena Covid-19 dapat ditularkan oleh siapapun, termasuk melalui orang tanpa gejala.

"Kesalahan terbesar adalah merasa tidak membawa virus, sehingga abai protokol kesehatan. Hal itu jangan sampai terjadi, karena disiplin protokol kesehatan menjadi salah satu cara memutus rantai penularan Covid-19," imbuh Rahmad.

Dokter Perusahaan Pupuk Kaltim dr. Zukhrida Ari Fitriani, MKK, mengatakan jika menilik data awal, Pupuk Kaltim telah melakukan serangkaian tes bagi seluruh karyawan dan keluarga sejak mula pandemi pada April hingga Mei 2020, di antaranya Rapid Test Antibody kepada 3.988 orang karyawan beserta keluarga dan stakeholders di lingkungan Pupuk Kaltim, sebagian di antaranya melalui 2 kali tes, dengan total hasil screening mencapai 9.464 sampel.

Dilanjutkan Rapid Test Antigen bagi 6.529 orang dan PCR 7.494 orang.

"Untuk tes antibody di bulan April hingga Juni 2020, meski awalnya ada yang reaktif tapi setelah dilakukan PCR hampir seluruhnya negatif Covid-19. Temuan positif pertama kali pada Mei 2020, kemudian temuan kasus ke-2 pada Juni 2020 dan kasus positif terbanyak selanjutnya ditemukan mulai awal Agustus 2020 setelah mulai diberlakukan pelonggaran untuk persiapan new normal," papar dr. Zukhrida.

Jumlah pasien comorbid adalah 17,3 persen dari total pasien positif, dengan mayoritas berusia di atas 50 tahun yang mengalami hipertensi, diabetes dan obesitas.

Terhadap seluruh pasien terkonfirmasi positif, Tim Crisis Center Covid-19 Pupuk Kaltim melakukan upaya pencegahan penularan, penanganan pasien, baik perawatan melalui karantina mandiri dan isolasi di rumah isolasi Perusahaan dengan kapasitas 398 tempat tidur maupun perawatan di RS Pupuk Kaltim bagi yang bergejala.

Kasus aktif Covid-19 dengan jumlah tertinggi terjadi pada awal September 2020, setelah Tim Crisis Center Covid-19 Pupuk Kaltim dan Tim Gugus Covid-19 Kota Bontang melakukan contact tracing terhadap kasus positif kurang dari 24 jam dan melakukan massive testing dalam rangka aggressive case finding.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan Pupuk Kaltim agar tak terjadi penambahan kasus, di antaranya mewajibkan penerapan protokol kesehatan secara ketat, pembatasan pergerakan, pengaturan jam kerja, medical check up, vaksinasi influenza dan pneumonia bagi seluruh karyawan, sterilisasi lingkungan kantor dan pabrik, serta kendaraan Perusahaan minimal satu kali dalam seminggu.

Begitu pula dengan upaya Pupuk Kaltim memberikan bantuan peningkatan kapasitas perawatan dan pembangunan Laboratorium Biomolekuler PCR yang saat ini telah beroperasi di RS Pupuk Kaltim, dilakukan dalam rangka mempercepat dan menunjang ketepatan penanganan Covid-19 agar potensi penularan Covid-19 dapat ditekan lebih optimal karena hasil tes PCR diketahui dengan segera.

"Jika ditemukan karyawan yang bergejala Covid-19, dapat diperiksa apakah positif Covid-19 atau hanya penyakit biasa. Jika positif, maka segera dilakukan isolasi dan tracing dalam waktu kurang dari 24 jam untuk mencegah penularan lebih lanjut. Seluruh antisipasi terus dilakukan, agar tidak ada lagi penambahan kasus positif baru," tukas dr. Zukhrida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik! Belasan Orang di Jembrana Sembuh dari Covid-19

Kabar Baik! Belasan Orang di Jembrana Sembuh dari Covid-19

Bali | Senin, 28 September 2020 | 20:21 WIB

Calon Petahana Bupati Lampung Tengah dan Istrinya Positif Covid-19

Calon Petahana Bupati Lampung Tengah dan Istrinya Positif Covid-19

Sumsel | Senin, 28 September 2020 | 19:40 WIB

Tambah Lagi, Seorang Dokter Positif Covid-19 di Malang Meninggal Dunia

Tambah Lagi, Seorang Dokter Positif Covid-19 di Malang Meninggal Dunia

Jatim | Senin, 28 September 2020 | 18:02 WIB

Terkini

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:40 WIB

Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi

Telkom Akses Raih Penghargaan IRCA 2026 atas Komitmen Tata Kelola dan Kepatuhan Regulasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:38 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26 WIB

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce

IHSG Terbang pada Selasa Pagi ke Level 6.200-an, DSSA Hingga BREN Topce

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:16 WIB

Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram

Usai Libur Panjang, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp 2.774.000/Gram

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:04 WIB

PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT

PHK Tembus 15.425 Orang, Pemerintah Diminta Hati-hati Susun Aturan IHT

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:59 WIB

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58 WIB

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:53 WIB

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43 WIB

Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah

Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:36 WIB