Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

BULL Catatkan Laba Bersih 42 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Iwan Supriyatna

Rabu, 04 November 2020 | 09:01 WIB
BULL Catatkan Laba Bersih 42 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020
Kapal tanker PT Buana Lintas Lautan Tbk.

Suara.com - PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melaporkan rekor laba bersih sebesar 42 juta dollar AS dengan pendapatan sebesar 144,7 juta dollar AS di kuartal ketiga tahun 2020 dibandingkan dengan laba bersih sebesar 14,5 juta dollar AS dan pendapatan sebesar 74,8 juta dollar AS di kuartal ketiga tahun 2019.

Sekretaris Perusahaan Buana Lintas Lautan, Krisnanto Tedjaprawir mengatakan, peningkatan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yakni, pertumbuhan armada memecahkan rekor dengan 15 kapal tanker tambahan, semua kapal tambahan adalah kapal tanker besar dengan margin lebih tinggi, dan peningkatan kontribusi dari pasar internasional dengan margin lebih tinggi.

"Antara 1 Oktober 2019 sampai 31 Desember 2019, BULL menerima 4 kapal tambahan ke dalam armadanya. Selain itu, BULL juga membeli 9 kapal lainnya di sembilan bulan pertama tahun 2020, yang mana beroperasi secara bertahap selama periode ini," kata Krisnanto dalam keterangannya, Rabu (4/11/2020).

Secara keseluruhan, kapasitas tonase efektif armada meningkat dari 1.048.040 DWT menjadi 2.156.473 DWT, dengan peningkatan sebesar 105,8%. Jumlah kapal tanker meningkat dari 19 kapal menjadi 34 kapal.

Pada saat yang bersamaan, rata-rata pendapatan Time Charter Equivalent (“TCE”) untuk semua segmen kapal tanker BULL meningkat dikarenakan diversifikasi usaha BULL ke dalam pasar internasional.

Dalam sembilan bulan pertama tahun 2019, sekitar 15% pendapatan TCE BULL adalah berasal dari pasar internasional. Ini meningkat menjadi sekitar 35-40% di sembilan bulan pertama tahun 2020.

Selain itu, di pasar kapal tanker internasional, tingkat harga TCE untuk kapal tanker berukuran
Long Range 2 (LR2) dan handy-sized rata-rata meningkat sebesar 60,4% dan 22,4%.

Perseroan berfokus pada laba bersih operasi sebagai sebuah tolok ukur kinerja. Laba bersih
operasi mengeluarkan pos non-operasional atau luar biasa seperti keuntungan atau
kerugian nilai tukar mata uang asing serta pos lainnya.

"Perusahaan mencatat rekor laba bersih operasi kuartal ketiga 2020 sebesar 12,5 juta dollar AS sesuai ekspektasi atau 2,1x dari laba bersih di tahun 2019 walau tarif sewa TCE turun 47,2% karena BULL berhasil menutup 80-90% pendapatannya dengan kontrak," kata Krisnanto.

Penurunan tarif sewa TCE karena efek musiman tarif sewa tanker minyak dimana tarif sewa TCE
selalu terlemah di Q3 dan tertinggi di Q4 dan Q1. Ini karena cuaca dingin yang mulai di November sampai Februari meningkatkan pemintaan minyak mentah.

Karena tren musiman yang kuat, tarif TCE diharapkan jauh lebih tinggi di Q4 dibandingkan dengan Q3. Rata-rata, tingkat TCE selalu naik 114% di Q4 sejak 2016 dan tingkat kenaikan minimum adalah 45%. Ini diharapkan menjadi pendorong yang kuat untuk kinerja Perusahaan di Q4 dan untuk setahun penuh.

Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa meskipun Q3 juga menderita dari tren destocking yang terus
berlanjut dan permintaan minyak secara keseluruhan masih lemah karena COVID-19 serta faktor musiman, rata-rata tarif TCE Q3 pada tahun 2020 tetap 34,7% lebih tinggi dari rata-rata tingkat TCE Q3 sejak 2016.

Ini memberikan dasar yang lebih kuat untuk tarif TCE Q4. Dampak positif langsung lainnya pada tingkat
TCE adalah kembalinya produksi minyak Libya yang secara mengejutkan nol pada September 2020 tetapi sekarang meningkat dengan cepat setelah gencatan senjata. Produksi sekarang telah meningkat menjadi sekitar 800.000 bpd dan diharapkan mencapai 1.300.000 bpd pada akhir tahun ini dan setidaknya 1.600.000 bpd pada tahun depan.

Selain itu, OPEC+ (termasuk Rusia) diperkirakan akan meningkatkan produksi minyak sebesar 2,2 juta barel per hari setelah Desember. Produsen minyak lain seperti Norwegia, Guyana, dan Kanada juga
berencana meningkatkan produksi.

Selain itu, armada yang beroperasi lebih dari biasanya karena penundaan docking dan scrapping juga kembali normal karena galangan kapal telah kembali beroperasi. Berdasarkan bukti anekdotal, aktivitas docking dapat meningkat 30-50% sementara pengikisan kapal seharusnya kembali normal.

Dimana rata-rata 9,5 juta DWT tanker didaur ulang setiap tahun, sejauh ini pada 2020 hanya 1,3 juta DWT tanker yang telah didaur ulang dengan 6 juta DWT lainnya diperkirakan akan dibongkar pada akhir
tahun dan 12 juta lagi pada 2021.

Pengalaman Tiongkok juga memberikan keyakinan bahwa seiring dengan ekonomi dunia yang secara bertahap dibuka kembali, rebound ekonomi akan sangat besar. Tidak hanya ekonomi Tiongkok yang bertumbuh sebesar 4,9% selama Kuartal Ketiga 2020 dibandingkan tahun 2019, bahkan ekonomi Amerika Serikat tumbuh sebesar 7,9% pada Kuartal Ketiga 2020.

Lebih lagi ekonomi Tiongkok diperkirakan akan membukukan tingkat pertumbuhan PDB 2% untuk seluruh tahun 2020. Hal ini disertai dengan rebound yang sangat substansial dalam permintaan minyak.

Dari April hingga September 2020, Tiongkok mengimpor 2,1 miliar barel atau setara dengan 12,8% dari total pasokan minyak global. Angka tersebut lebih tinggi 16,5% atau rata-rata 11,6 juta barel per
hari dari pada tahun 2019.

Semua ini menunjukkan rebound yang kuat dalam permintaan minyak, terutama setelah vaksin COVID-19 dirilis.

Efek positif lain dari rebound yang cepat dalam permintaan minyak dapat dilihat di Tiongkok dimana hal itu menyebabkan kemacetan Pelabuhan yang sangat parah di mana kapal tanker minyak harus menunggu lebih dari 30 hari untuk discharge.

Dikarenakan ekonomi besar dunia lainnya pulih di waktu yang sama, seperti dengan kemungkinan distribusi vaksin Covid-19, hal ini diharapkan dapat direplikasi disebagian besar negara lain. Ini akan secara substantial mengurangi armada tanker minyak yang tersedia.

Faktor lain untuk pertumbuhan pendapatan dan laba bersih adalah peningkatan kapasitas efektif armada. Sembilan kapal tanker besar yang diterima pada 9 bulan pertama tahun 2020 akan berkontribusi pada Kuartal Keempat tahun 2020, serta kontribusi tambahan dari kapal tambahan pada Kuartal 4 2020.

Perseroan berkeyakinan akan penambahan peluang pertumbuhan dan akan terus memposisikan Perseroan untuk meningkatkan kinerjanya.

Mengingat hal-hal tersebut di atas, Direksi Perseroan mengantisipasi kinerja Perseroan untuk Semester Kedua tahun 2020 akan tetap meningkat daripada Semester Pertama tahun 2020.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesta Gol di Markas Salzburg, Bayern Munich Menang 6-2

Pesta Gol di Markas Salzburg, Bayern Munich Menang 6-2

Bola | Rabu, 04 November 2020 | 05:45 WIB

Prediksi Liga Champions: Red Bull Salzburg vs Bayern Munich

Prediksi Liga Champions: Red Bull Salzburg vs Bayern Munich

Bola | Selasa, 03 November 2020 | 13:55 WIB

F1 GP Emilia Romagna: Hamilton Menang, Mercedes Juara Konstruktor

F1 GP Emilia Romagna: Hamilton Menang, Mercedes Juara Konstruktor

Sport | Minggu, 01 November 2020 | 20:55 WIB

Terkini

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB