Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Rp 150 Triliun Anggaran PEN Tak Mampu Selamatkan Ekonomi di Kuartal III

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 04 November 2020 | 21:34 WIB
Rp 150 Triliun Anggaran PEN Tak Mampu Selamatkan Ekonomi di Kuartal III
Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin di Jakarta Convention Center. [Suara.com/M Fadil]

Suara.com - Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 150 triliun yang di gelontorkan pemerintah sepanjang kuartal III tak mampu untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari posisi negatif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah mengatakan dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III berpotensi minus 3 persen, resesi ekonomi pun di depan mata.

"Satgas PEN sudah berhasil menyalurkan lebih dari Rp 150 triliun di kuartal III sebagai dukungan untuk menjaga defisit pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Tak mau disalahkan, Budi mengungkapkan bahwasanya masih kurang bergairahnya ekonomi nasional pada kuartal III, karena peran sektor swasta yang masih enggan untuk melakukan ekspansi ataupun spending.

"Presiden sudah kasih ancer-ancer masih negatif juga," kata Budi.

Wakil Menteri BUMN ini menilai peran swasta dalam ekonomi nasional porsinya hampir 70 persen, sementara peran dari pemerintah kecil sekali hanya 16 sampai 17 persen saja.

"Kita lihat struktur ekonomi Indonesia paling besar kontribusi di swasta, 70 persen lebih ekonomi Indonesia yang Rp 1000 triliun ini paling besar swasta sisanya 16,1 persen BUMN, sisanya lagi baru pemerintah," katanya.

Maka dari itu lebih menggairahkan sektor swasta ini, Pemerintah akan memberikan program-program yang khusus untuk membantu sektor swasta menghadapi tekanan pandemi virus corona atau Covid-19.

"Sebagian besar sangat bergantung ke teman-teman swasta. Makanya kami fokuskan beberapa program yang bisa membantu berikan stimulus ke pihak swasta agar berputar roda ekonomi mereka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kucurkan Rp366 triliun, Satgas PEN Klaim Sudah Serap Anggaran 51,9 Persen

Kucurkan Rp366 triliun, Satgas PEN Klaim Sudah Serap Anggaran 51,9 Persen

News | Rabu, 04 November 2020 | 16:42 WIB

Ada Program Bansos dan PEN, Kinerja Jokowi Tangani Pandemi Dinilai Positif

Ada Program Bansos dan PEN, Kinerja Jokowi Tangani Pandemi Dinilai Positif

Jatim | Rabu, 04 November 2020 | 16:20 WIB

Airlangga Hartarto : Indonesia Sudah Masuk Masa Pemulihan Ekonomi

Airlangga Hartarto : Indonesia Sudah Masuk Masa Pemulihan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 15:46 WIB

Anies: Dana PEN Pinjaman Pusat Bukan untuk Penanganan Covid-19

Anies: Dana PEN Pinjaman Pusat Bukan untuk Penanganan Covid-19

News | Rabu, 04 November 2020 | 14:28 WIB

Kepala BKF Prediksi Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Kepala BKF Prediksi Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Bisnis | Rabu, 04 November 2020 | 14:08 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB