Pemerintah Dorong Peran Fintech Percepat Inklusi Keuangan

Siswanto, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 09 November 2020 | 18:05 WIB
Pemerintah Dorong Peran Fintech Percepat Inklusi Keuangan
Ilustrasi konsep bisnis Fintech (Shutterstock).

Suara.com - Teknologi finansial memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Melalui penggunaan teknologi, masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembentukan Indonesia Fintech Society.

“Selamat atas peluncuran IFSoc. Saya memiliki keyakinan bahwa ini bisa mengangkat potensi, tantangan, dan lanskap kebijakan terkait fintech di masa mendatang,” ujar Airlangga dalam acara peluncuran IFSoc yang dilakukan secara virtual, Senin (9/11/2020).

Airlangga menjelaskan fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76 persen. “Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90 persen,” kata dia.

Digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat.

Ia menyebutkan sektor fintech merupakan salah satu sektor yang paling dinamis, kompetitif, dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital. Pada tahun 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain & Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.

Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar 40 miliar dolar AS dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50 persen. “Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,” kata Airlangga.

Pada tahun 2020, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39 persen dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20 persen), Malaysia (15 persen), dan Thailand (10 persen).

Kemudian dalam hal penyaluran pinjaman, akumulasi penyaluran peer-to-peer (P2P) lending mencapai lebih dari Rp 100 triliun hingga September 2020, naik sebesar 113,05 persen secara year-on-year (yoy).

baca juga

Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan mengejar pertumbuhan positif.

“Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan untuk pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,” kata dia.

Sebagai rangkaian acara, diselenggarakan pula Diskusi Publik bertajuk “Peranan Fintech dalam Transformasi dan Pemulihan Ekonomi Nasional.” Airlangga berharap rekomendasi dari diskusi publik tersebut pun bisa berkontribusi pada peningkatan peran fintech dalam pemulihan ekonomi nasional.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:01 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi

Bali | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

Peringatan 1 Tahun Program Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:54 WIB

×