alexametrics

PLN Klaim Pembangunan Proyek Listrik Turunkan Tingkat Kemiskinan

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
PLN Klaim Pembangunan Proyek Listrik Turunkan Tingkat Kemiskinan
Jaringan listrik dan logo PLN. [Antara]

PLN mengklaim bahwa pembangunan proyek listrik yang dibantu oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) telah menurunkan tingkat kemiskinan.

Suara.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengklaim bahwa pembangunan proyek listrik yang dibantu oleh Penyertaan Modal Negara (PMN) telah menurunkan tingkat kemiskinan.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini menerangkan, penurunan tingkat kemiskinan tersebut berdasarkan hasil kajian perseroan dengan konsultan perguruan tinggi.

Hasil kajian itu, proyek listrik yang dibantu oleh PMN dalam rentang 2015-2019 telah menurunkan tingkat kemiskinan sebanyak 13.687 jiwa.

"Dari hasil kajian juga menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga nilai gini ratio mengalami penurunan 0,0174 persen. Hal ini menunjukkan semakin turunnya gini ratio, ketimpangan pendapatan semakin menurun atau distrubusi pendapatan rumah tangga semakin merata," ujar Zulfikli dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI di Gedung Parlemen, Rabu (19/11/2020).

Baca Juga: Keunggulan Layanan Premium PLN, Cara Daftar dan Tarif Tagihannya

Kemudian, tutur Zulfikli, proyek yang dibiayai PMN bisa membantu perekonomian nasional.

Misalnya, dari hasil kajian sebanyak Rp 1 triliun PMN memberikan dampak multiplier effect pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1,41.

"Dapat diartikan fasilitas PMN 2015, 2016, 2019 sebesar Rp 35,06 triliun, mampu menciptakan output nasional sebesar Rp 94,32 triliun, di mana PDB sebesar Rp 49,39 triliun," ucap dia.

Selain itu, pria yang akrab disapa Zul ini menambahkan, proyek yang dibiayai PMN bisa menyerap tenaga kerja yang mana sebanyak setiap Rp 1 Triliun menyerap tenaga kerja sebanyak 14.048 orang.

"Sementara, dari PMN 2015-2019sebesar Rp 35,06 triliun mampu menyerap tenaga kerja sebesar 492.535 orang," pungkas dia.

Baca Juga: Cara Daftar Layanan Premium PLN untuk Perumahan, Bisnis, dan Industri

Komentar