Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Erick Thohir Jamin Keamanan Polis Nasabah Jiwasraya

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 10:06 WIB
Erick Thohir Jamin Keamanan Polis Nasabah Jiwasraya
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Suara.com/Achamad Fauzi)

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir akan memastikan keamanan polis nasabah Asuransi Jiwasraya dalam proses penyelamatan asuransi pelat merah itu.

Hal itu dikatakannya saat rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Gedung Parlemen Senayan, Senin (30/11/2020) kemarin.

Menurutnya, pemerintah dengan Komisi VI DPR telah sepakat menempuh opsi penyelamatan Asuransi Jiwasraya yaitu restrukturisasi lewat IFG Life.

"Sesuai hasil rapat panja dan pertemuan 7 kali, solusi bersama yang diberikan komisi VI ke kami. Dan dipastikan tidak lain negara hadir dan pastikan keamanan polis untuk nasabah jiwasraya," ujar Erick Thohir yang ditulis, Selasa (1/12/2020).

Mantan Bos Klub Inter Milan ini meyakini, IFG Life bisa merestrukturisasi bisnis Asuransi Jiwasraya. Apalagi, saat ini proses hukum di Asuransi Jiwasraya terus berjalan.

"Jadi seperti arahan pimpinan dan anggota dewan kita bisa siapkan korporasi sehat dan bisa berkembang, berikan deviden yang bermanfaat bagi rakyat," ucap Erick Thohir.

"Kami akan tindak lanjuti segala arahan dan akan jaga amanah dan saya yakin tim yang kami bentuk adalah yang terbaik dengan track record dan profesionalitas," tambahnya.

Ketua Panja Jiwasraya Komisi VI DPR RI Aria Bima membeberkan jadwal proses penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam penyelamatan Jiwasraya, panja mengambil opsi restrukturisasi yang dilakukan oleh IFG Life.

"Restrukturisasi adalah mengambil pilihan terbaik dari pilihan-pilihan yang jelek. Karena pilihan terjelek adalah pailit, likuidasi, ini tidak baik bagi BUMN Jiwasraya, dan pemegang polis," kata Aria Bima dalam rapat kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN, di Gedung Parlemen Senayan, Senin (30/11/2020).

Adapun, rangkaian penyelematan Jiwasraya dimulai pada penyampaian rencana penyehatan ke OJK pada Agustus 2020. Kemudian, pada September 2020 Jiwasraya melakukan rapat koordinasi terbatas dengan regulator dalam hal ini OJK.

"Oktober 2020 proses prarestruk sudah dilakukan. Telah diterimanya pernyataan tidak berkeberatan atas RPK berdasarkan surat OJK tanggal 22 oktober 2020. Lalu PT IFG Life telah didirikan pada 22 Oktober 2020," ungkap Aria.

Selanjutnya, pada November 2020 IFG Life akan mengajukan izin operasional IFG life dan telah disampaikan pada 13 November kemarin.

Setelah mendapat izin OJK pada Januari 2021 maka IFG Life akan mengambil alih produk hingga portofolio Jiwasraya.

"Maret-Juni 2021 pendanaan selanjutnya dengan PMN dengan total dana sekurang-kurangnya Rp 12 triliun. Dan di Desember 2020 akan ada sosialisasi dilakukan ke pemegang polis JS supaya tidak bingung. Lalu, Desember 2020-Oktober 2021 restrukturisasi dan perpindahan polis. Dan terakhir, Juli-Oktober 2021 pembayaran cicilan di muka dilakukan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polis Dibayar Mulai Juli 2021, Begini Skenario Penyelematan Jiwasraya

Polis Dibayar Mulai Juli 2021, Begini Skenario Penyelematan Jiwasraya

News | Senin, 30 November 2020 | 22:14 WIB

Erick Thohir: BUMN Jangan Menjadi Menara Gading

Erick Thohir: BUMN Jangan Menjadi Menara Gading

Bisnis | Senin, 30 November 2020 | 19:28 WIB

Angka Penyebaran Covid-19 Naik Lagi, Erick Thohir : Kita Mulai Lengah

Angka Penyebaran Covid-19 Naik Lagi, Erick Thohir : Kita Mulai Lengah

Bisnis | Senin, 30 November 2020 | 16:26 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB