Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Memperbaiki Iklim dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 07 Desember 2020 | 11:49 WIB
Memperbaiki Iklim dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Media sosial belum lama ini dihebohkan soal isu perubahan iklim. Pangkalnya, kreator TikTok @iben_ma mengunggah konten video berisi wawancara dengan sejumlah anak muda soal perubahan iklim. Dalam video yang telah ditonton oleh hampir 30.000 orang tersebut, sederet narasumber mengaku merasakan perubahan iklim.

Iben juga mengajukan sejumlah pertanyaan, termasuk soal upaya memperbaiki iklim dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Video Iben semakin viral setelah menjadi sorotan komika Arie Kriting. Arie mencuit melalui @Arie-Kriting. Menurut dia, semua orang peduli soal kelestarian lingkungan, namun tak mengetahui informasi secara komplet.

"Pada dasarnya semua orang peduli dan mendukung kelestarian lingkungan. Cuma mungkin informasinya masih belum banyak diketahui. Gak apa-apa, yang penting peduli dulu. Semoga makin banyak yg berpartisipasi dlm isu ini kedepannya," cuit Arie.

Tercatat 423 netizen membubuhkan tanda suka dalam unggahan tersebut. Banyak netizen yang menaggapi cuitan Arie. Menurut warganet, pemerintah harus lebih serius menggaungkan ajakan soal peduli lingkungan.

Sebenarnya, apa sih yang terjadi kok tiba-tiba isu perubahan iklim dan energi terbarukan jadi viral?

Pemerintah tengah gencar mengembangkan PLTS sebagai salah satu bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) guna mengurangi emisi dan gas rumah kaca (GRK).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi PLTS telah mencapai 146,6 megawatt (MW) per kuartal I-2020. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang disetujui oleh Kementerian ESDM, sebanyak 804,9 MW listrik akan dihasilkan dari PLTS pada 2025.

Di tahun yang sama, pemerintah menargetkan bauran energi surya sebesar 23% dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Executive Director Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa memprediksi komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% pada 2030 sesuai Perjanjian Paris (Paris Agreement) akan tercapai apabila meningkatkan bauran EBT.

Dia menghitung, jika target bauran energi bersih pemerintah tercapai 23% pada 2025, maka akan terjadi penurunan emisi GRK sebesar 109 juta ton di 2025, dan 170 juta ton di 2030.

Selain menurunkan emisi GRK, bauran EBT juga diyakini Fabby akan membuka 1,3 juta lapangan pekerjaan baru.

"Dari amatan International Renewable Energy Agency (IRENA), jika energi terbarukan meningkat 23% di 2025 dan lebih dari 30% di 2030, maka potensi lapangan kerja yang tercipta sebesar 1,3 juta di 2030," ujar Fabby ditulis Senin (7/12/2020).

Dia melanjutkan, dari estimasi IESR, untuk setiap 1 GWp PLTS atap yang terpasang, nantinya dapat menciptakan lapangan kerja untuk 20.000 hingga 30.000 orang.

Fabby mengingatkan, jika fokus pemerintah ada pada penurunan emisi gas rumah kaca, maka bauran EBT harus ditingkatkan dan dioptimalkan untuk mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fossil, seperti PLTU batubara.

Dari riset yang dilakukan IESR, lanjutnya, pada 2030 seharusnya bauran EBT bisa mencapai 35% hingga 40% dan pada 2050 mencapai di atas 70%. Selain itu, menurutnya perlu dilakukan penutupan PLTU batu bara secara bertahap sejak 2030, jika pemerintah ingin meningkatkan bauran EBT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh! Perubahan Iklim Berpotensi Bangkitkan Kembali Mikroba Kuno

Duh! Perubahan Iklim Berpotensi Bangkitkan Kembali Mikroba Kuno

Tekno | Kamis, 03 Desember 2020 | 14:00 WIB

Gegara Perubahan Iklim, Banyak Orangtua Takut Punya Anak

Gegara Perubahan Iklim, Banyak Orangtua Takut Punya Anak

Lifestyle | Sabtu, 28 November 2020 | 16:44 WIB

Pemprov DKI Bangun PLTS di Kepulauan Seribu, Terbesar di Jakarta

Pemprov DKI Bangun PLTS di Kepulauan Seribu, Terbesar di Jakarta

Banten | Kamis, 26 November 2020 | 12:01 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB