Duh! Perubahan Iklim Berpotensi Bangkitkan Kembali Mikroba Kuno

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Kamis, 03 Desember 2020 | 14:00 WIB
Duh! Perubahan Iklim Berpotensi Bangkitkan Kembali Mikroba Kuno
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Penelitian terbaru mengungkap bahwa perubahan iklim berpotensi membangkitkan kembali mikroba kuno dari "tidur nyenyaknya".

Ada triliunan mikroba yang terkubur di lapisan es Arktik. Wilayah ini memanas dua kali lebih cepat dibandingkan bagian Bumi lainnya setelah perubahan iklim. Dengan kenaikan suhu, sebagian besar es, gletser, dan permafrost di sana mencair.

Seperti kebanyakan air di Bumi, air beku diketahui menyimpan keanekaragaman hayati mikroba, mulai dari virus, bakteri, hingga jamur dan alga. Mengingat 25 persen permukaan Bumi di bawah lapisan es, banyak dari spesies ini tidak diketahui oleh pemahaman manusia.

Awal tahun ini, para ilmuwan menerbitkan hasil awal dari pengamatan virus kuno yang terperangkap di dalam sampel, yang diambil dari es berusia 15.000 tahun di Dataran Tinggi Tibet barat laut, Asia.

Ilustrasi mikroba. [Shutterstock]
Ilustrasi mikroba. [Shutterstock]

Analisis para ahli terhadap sampel inti es mengungkapkan lebih dari 30 kelompok virus, di mana 28 di antaranya adalah kelompok yang baru diketahui dalam ilmu sains. Ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah penyakit menular mungkin dapat muncul atau muncul kembali dari pencairan permafrost dan es.

Dalam sebuah kasus nyata, Semenanjung Yamal di kedalaman Siberia terkenal dengan wabah antraks yang berulang pada awal abad ke-20.

Penyakit yang menyebabkan infeksi itu kemudian dikenal sebagai penyakit Yamal. Namun, wabah sebagian besar dapat teratasi berkat vaksinasi pada rusa dan pemahaman yang lebih baik tentang penyakit tersebut.

Tetapi pada 2016, wabah tersebut menyerang kembali dan menyebabkan puluhan orang sakit dan menewaskan seorang anak lelaki. Para pejabat saat itu membantah bahwa gelombang panas telah mencairkan lapisan es di daerah tersebut dan mengekspos bangkai rusa yang terinfeksi di tundra Siberia.

Sementara para ilmuwan sejak itu mencoba untuk meredam kekhawatiran, dengan menyatakan bahwa wabah kemungkinan besar terkait dengan pertumbuhan populasi di daerah tersebut dan penurunan vaksinasi rusa. Hal itu memunculkan kembali perdebatan apakah mikroba yang telah lama hilang dapat kembali dan menginfeksi manusia.

Tak hanya itu, para ahli juga khawatir bahwa jasad orang-orang yang terkubur permafrost karena meninggal akibat pandemi sebelumnya dapat memicu mimpi buruk yang sama.

Pada tahun 1950-an, para ilmuwan menemukan tubuh seorang perempuan yang meninggal selama pandemi flu Spanyol pada 1918. Tubuh itu terkubur di lapisan es Alaska. Kemudian pada 1997, para ilmuwan berhasil memulihkan RNA virus untuk mengurutkan strain H1N1, virus yang erat kaitannya dengan penyebaran flu Spanyol.

Beberapa ilmuwan telah menyuarakan kekhawatiran serupa tentang mencairnya tubuh orang yang meninggal karena cacar.

Meski begitu, tidak ada jaminan pasti bahwa mikroba yang hidup kembali dapat menginfeksi manusia atau mamalia lain. Dilansir dari IFL Science, Kamis (3/12/2020), ada ancaman yang jauh lebih pasti ketika mencairnya lapisan es dan membangkitkan kehidupan mikroba.

Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]
Global warming di Arktik, Kutub Utara. [Shutterstock]

Saat jutaan mikroorganisme hidup kembali, bentuk kehidupan yang baru tersebut dapat mempengaruhi iklim. Jika dihidupkan kembali, maka jutaan mikroorganisme itu akan mulai bernapas dan melepaskan sejumlah besar karbon dioksida serta metana ke atmosfer.

Untuk memprediksi bagaimana hal itu dapat memengaruhi atmosfer dan iklim Bumi sangat rumit. Tetapi yang jelas, pencairan permafrost akan melepaskan sejumlah besar gas rumah kaca dan ini akan memperdalam krisis planet yang pada akhirnya menyebabkan lebih banyak lapisan es yang mencair.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Cegah Resistensi Antimikroba pada Hewan Ternak, Ini Strategi Kementan

Health | Rabu, 18 November 2020 | 18:34 WIB

Palang Merah Internasional: Perubahan Iklim Lebih Mengerikan dari Covid-19

Palang Merah Internasional: Perubahan Iklim Lebih Mengerikan dari Covid-19

News | Selasa, 17 November 2020 | 21:44 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Suhu Alam Semesta Kian Memanas

Penelitian Terbaru Ungkap Suhu Alam Semesta Kian Memanas

Tekno | Selasa, 17 November 2020 | 06:30 WIB

Lawan Perubahan Iklim, Situs Warisan Dunia Venesia Terancam Diubah

Lawan Perubahan Iklim, Situs Warisan Dunia Venesia Terancam Diubah

Tekno | Senin, 16 November 2020 | 11:30 WIB

Rencana Joe Biden Paling Progresif Buat Tangani Kenaikan Suhu Bumi

Rencana Joe Biden Paling Progresif Buat Tangani Kenaikan Suhu Bumi

News | Jum'at, 13 November 2020 | 12:56 WIB

Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Berbagai Penyakit, Salah Satunya Kanker

Perubahan Iklim Bisa Sebabkan Berbagai Penyakit, Salah Satunya Kanker

Batam | Jum'at, 06 November 2020 | 10:12 WIB

Terkini

Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat

Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:36 WIB

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:25 WIB

3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI,  Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek

3 Model Vivo X500 Series Terdaftar di IMEI, Usung Chipset Kencang Terbaru MediaTek

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08 WIB

Qualcomm Rilis Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, HP Mid-Range 2026 Bakal Makin Ngebut

Qualcomm Rilis Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, HP Mid-Range 2026 Bakal Makin Ngebut

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:04 WIB

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:46 WIB

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Link Download Dokumen UFO dari Pemerintah AS: Trump dan Alien Trending Global

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Strava Tambahkan Fitur Terapi Fisik, Bantu Pengguna Pantau Pemulihan Cedera Lewat Aplikasi Fitness

Strava Tambahkan Fitur Terapi Fisik, Bantu Pengguna Pantau Pemulihan Cedera Lewat Aplikasi Fitness

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:22 WIB

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:20 WIB

Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius

Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:59 WIB

5 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur SOS Darurat dan GPS Terbaik untuk Pendaki Gunung

5 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur SOS Darurat dan GPS Terbaik untuk Pendaki Gunung

Tekno | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:40 WIB