Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Harga Kedelai Tinggi, Mendag Minta Masyarakat Mengerti

Dwi Bowo Raharjo | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 18:10 WIB
Harga Kedelai Tinggi, Mendag Minta Masyarakat Mengerti
Pekerja melakukan proses pengolahan kacang kedelai di kawasan mampang prapatan, Jakarta, Minggu (9/9). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta masyarakat mengerti dengan kenaikan harga komoditas kedelai akhir-akhir ini. Menurut dia sebagai negara importir kedelai naik turunnya harga sangat bergantung dari pasokan luar negeri.

"Jadi bapak dan ibu ini adalah suatu keniscayaan yang memang harus kita pahami, karena Indonesia tidak mempunyai kacang kedelai yang cukup, karena 90 persen adalah impor. Kita harus bisa mengerti kenaikan harga tersebut," kata Lutfi dalam konfrensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).

Lutfi pun menjelaskan ada beberapa faktor mengapa harga kedelai meroket terus. Pertama permintaan global akan kedelai sangat tinggi tapi tak diikuti dengan pasokan yang memadai.

Dia mengatakan negara-negara produsen kedelai utama dunia di daerah Amerika Latin saat ini sedang mengalami cuaca ekstrim La-Nina, sehingga produktivitas mereka terganggu.

"Ada gangguan cuaca La Nina di Latin Amerika yang menyebabkan basah di Brazil dan Argentina, yang kedua diperparah dengan Argentina yang mengalami aksi mogok," paparnya.

Dengan situasi ini dirinya pun bilang harga kedelai saat ini berada pada level tertingginya selama 6 tahun.

"Jadi bapak dan ibu, sekarang ini harga kedelai itu 13 dolar AS per rumpumnya, dan ini adalah harga tertinggi dalam 6 tahun terakhir," katanya.

Tak hanya itu kata dia permintaan kedelai dari China juga meroket tajam untuk industri pakan ternak, khususnya babi. Dia menjelaskan pada tahun 2019-2020 yang lalu, China mengalami wabah flu babi. Flu babi ini menyerang ternak, namun sekarang wabah tersebut sudah hilang sehingga para peternak mulai kembali melakukan aktivitas beternaknya.

"Jadi hari ini mereka memulai ternak babi itu lagi dengan jumlah sekitar 470 juta yang tadinya makanannya tidak diatur, hari ini makanannya diatur, karena makanannya diatur tiba-tiba karena babi ini yang besar ini hampir mengkaliduakan permintaan kedelai dari China kepada Amerika Serikat dalam kurun waktu yang singkat. Jadi dari 15 juta biasanya permintaan disana naik menjadi 28 juta permintaan. Ini menyebabkan harga yang tinggi," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karyawan Bisa Dilarang ke Kantor dan WFH Jika Klaster COVID-19 Menggila

Karyawan Bisa Dilarang ke Kantor dan WFH Jika Klaster COVID-19 Menggila

Jakarta | Jum'at, 08 Januari 2021 | 13:52 WIB

Warga Sudah Jenuh dengan COVID-19 Berkepanjangan, Hingga Langgar Prokes

Warga Sudah Jenuh dengan COVID-19 Berkepanjangan, Hingga Langgar Prokes

Bali | Jum'at, 08 Januari 2021 | 12:42 WIB

Klaster Covid Bermunculan, Mendagri Sebut Perkantoran Bisa WFH 100 Persen

Klaster Covid Bermunculan, Mendagri Sebut Perkantoran Bisa WFH 100 Persen

News | Jum'at, 08 Januari 2021 | 12:40 WIB

Pengunduran Diri Kepsek Diduga Punya Kelainan Seksual Terganjal Ini

Pengunduran Diri Kepsek Diduga Punya Kelainan Seksual Terganjal Ini

Sumut | Jum'at, 08 Januari 2021 | 11:49 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB