Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

2020-2021, Ditjen Perumahan Sukses Realisasikan 94,14% Anggaran Perumahan

Fabiola Febrinastri

Rabu, 03 Februari 2021 | 14:36 WIB
2020-2021, Ditjen Perumahan Sukses Realisasikan 94,14% Anggaran Perumahan
Pembangunan rumah layak bagi masyarakat. (Dok : PUPR)

Suara.com - Walaupun terdampak Covid-19, pada 2020 hingga 2021, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dalam hal ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan sukses merealisasikan sekitar 94,14 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan, yakni Rp 7,91 t.riliun.

“Pada 2020, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, status per 30 Januari 2021 berhasil merealisasikan anggaran sekitar 94,14 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan, yakni Rp 7,91 triliun. Sedangkan realisasi pembangunan fisik sekitar 97,63 persen,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (2/2/2021).

Hal ini, menurutnya merupakan kinerja yang baik. Pelaksanaannya sendiri di lapangan mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan, baik pemerintah daerah, pengembang perumahan, perbankan, sektor swasta dan masyarakat.

Khalawi yakin, sektor perumahan akan terus bergerak di lapangan, mengingat kebutuhan rumah yang layak huni bagi masyarakat sangat dibutuhkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, pengadaan rumah sehat dan layak huni menjadi salah satu hal yang penting, agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, Kementerian PUPR juga terus mendorong agar program perumahan di lapangan, untuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja. Keterlibatan masyarakat melalui Program Padat Karya dan sektor swasta, secara tidak langsung mampu menjaga stabilitas perekonomian secara nasional.

Pembangunan rumah masyarakat. (Dok : PUPR)
Pembangunan rumah masyarakat. (Dok : PUPR)

“Program perumahan sangat penting untuk menjaga dan mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” terangnya.

Khalawi menyebut data Direktorat Jenderal Perumahan, yang menyatakan telah berhasil menyelesaikan sejumlah tugas pembangunan perumahan yang diberikan, yakni rumah susun, rumah swadaya, rumah khusus dan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk rumah bersubsidi pemerintah. Sejumlah program pembangunan bahkan melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebanyak 945 rumah khusus terbangun, walaupun pembangunan rumah susun sedikit mengalami kendala di lapangan akibat refocusing anggaran. Adapun dari target yang ditetapkan, yakni 1.171 unit, hanya tercapai 823 unit atau hanya 70,28 persen dari target.

“Kami tetap berupaya agar pembangunan rumah susun bisa tetap tercapai dengan adanya multi years contract (MYC). Untuk pembangunan PSU rumah subsidi, dari target 8.500 unit, kami bisa merealisasikan 11.514 unit atau sekitar 135,46 persen. Adapun untuk rumah swadaya atau bedah rumah, dari target 230.550 rumah tidak layak huni yang dibedah, kami berhasil melakukan peningkatan kualitas rumah masyarakat pada 233.298 unit, atau 101,19 persen,” katanya.

baca juga

Sebelumnya, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran program pembangunan Direktorat Jenderal Perumahan pada 2021 sebesar Rp 8,093 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, khususnya untuk kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh wilayah Indonesia.

Rekapitulasi total pagu anggaran Ditjen Perumahan Tahun 2021 adalah Rp 8,093 triliun. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong capaian Program Sejuta Rumah untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Beberapa program perumahan yang akan dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan pada  2021 adalah membangun sebanyak 9.799 rumah susun di berbagai daerah di Indonesia. Adapun alokasi anggaran pembangunan rusun sebesar Rp 4,16 triliun.

Selainjutnya adalah penyaluran dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp 2,507 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membedah sebanyak 114.900 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 33 provinsi, sekaligus dukungan untuk Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Indonesia.

Pembangunan hunian layak bagi masyarakat. (Dok : PUPR)
Pembangunan hunian layak bagi masyarakat. (Dok : PUPR)

Selain itu, untuk mendorong agar pembanguna rumah subsidi tetap berjalan dengan baik, Ditjen Perumahan juga akan melaksanakan pembangunan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) untuk 40.000 unit rumah bersubsidi dengan anggaran sebesar Rp 0,406 triliun, dan untuk pembangunan rumah khusus sebesar Rp 0,606 triliun untuk 2.423 unit.

Selain itu, anggaran yang ada juga digunakan untuk Setditjen, Perencanaan dan Kepatuhan Internal sebesar Rp 0,414 triliun.

“Kami berharap agar Program Sejuta Rumah tahun 2021 tetap berjalan dengan baik dan membantu masyarakat untuk memiliki dan menempati rumah yang layak huni,” harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alokasi Anggaran Program Perumahan PUPR 2021 Rp 8,093 Triliun

Alokasi Anggaran Program Perumahan PUPR 2021 Rp 8,093 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Februari 2021 | 17:34 WIB

BTN Kembali Ditunjuk Kementerian PUPR Salurkan Skema KPR BP2BT

BTN Kembali Ditunjuk Kementerian PUPR Salurkan Skema KPR BP2BT

Bisnis | Senin, 01 Februari 2021 | 08:49 WIB

PUPR Bisa Bantu Masyarakat Dapat Kredit Rumah, Ini Syarat-syaratnya

PUPR Bisa Bantu Masyarakat Dapat Kredit Rumah, Ini Syarat-syaratnya

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2021 | 12:33 WIB

PUPR Minta Pengembang dan Perbankan Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat

PUPR Minta Pengembang dan Perbankan Wujudkan Hunian Layak bagi Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 29 Januari 2021 | 12:15 WIB

Viral Aksi Menteri PUPR Mengelap Prasasti Peresmian Tol Pakai Sapu Tangan

Viral Aksi Menteri PUPR Mengelap Prasasti Peresmian Tol Pakai Sapu Tangan

Hits | Selasa, 26 Januari 2021 | 21:09 WIB

Pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur Selesai Akhir Tahun

Pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung Timur Selesai Akhir Tahun

Lampung | Senin, 25 Januari 2021 | 19:40 WIB

Terkini

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:15 WIB

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:10 WIB

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

×