Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ekonomi 2020 Tumbuh Minus 2,07 Persen, Menteri Airlangga Bilang Mulai Pulih

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 05 Februari 2021 | 21:15 WIB
Ekonomi 2020 Tumbuh Minus 2,07 Persen, Menteri Airlangga Bilang Mulai Pulih
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Ist)

Suara.com - Meski pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 tumbuh minus 2,07 persen, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sinyalemen pemulihan ekonomi makin nyata terlihat.

Hal tersebut dikatakan Airlangga sebagai respons rilis survei pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (5/2/2021).

Sinyalemen pemulihan tersebut, kata Airlangga, terlihat dari terus membaiknya angka pertumbuhan ekonomi dari kuartal II hingga kuartal IV 2020.

"Sinyal positif pemulihan ekonomi sudah terlihat di triwulan ke-IV di mana tentu angka Q to Q-nya (kuartal ke kuartal) ini sudah ada sedikit peningkatan kembali. Yaitu dari minus 5,32 persen (kuartal II) ke 3,49 persen (kuartal III), dan yang saat sekarang berada di minus 2,19 persen (kuartal IV)," papar Airlangga dalam konfrensi pers virtualnya tersebut.

Airlangga pun mengklaim pemulihan ekonomi yang sedang terjadi ini merupakan intervensi langsung pemerintah dalam membuat kebijakan, terutama soal gelontoran anggaran ratusan triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Konsumsi pemerintah naik jadi 1,76 persen, kemudian realisasi program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi sebesar Rp 579,78 triliun dan Realisasi APBN mencapai 94,6 persen," katanya.

Dia melanjutkan, tingkat konsumsi masyarakat pun mulai membaik meski angkanya masih minus.

Airlangga menjelaskan, tingkat konsumsi rumah tangga terkontraksi secara tahunan ke minus 3,61 persen, namun secara kuartalan konsumsi masyarakat tersebut tumbuh 0,49 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mengalami kontraksi cukup hebat dimana pertumbuhannya minus 2,07 persen.

baca juga

Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya, yang masih tetap positif pada angka 5,02 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan minus 2,07 persen ini merupakan yang terburuk sejak  krisis moneter tahun 1998.

"Dengan demikian sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi alami kontraksi karena adanya krismon dan global, dan di 2020 minus 2,07 persen karena pandemi," kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Pandemi, kata Kecuk, benar-benar meluluhlantakkan ekonomi Indonesia sepanjang 3 kuartal berturut-turut dan menjadikan ekonomi Indonesia resmi masuk jurang resesi.

"Ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia dan kita juga melihat buruknya dampak pandemi ke seluruh ekonomi," kata dia.

Jika diperinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I sebesar 2,97 persen, kuartal II minus 5,32 persen, kuartal III minus 3,04 persen, dan kuartal IV minus 2,19 persen.

Meski begitu kata dia kondisi ekonomi pada kuartal IV 2020 telah menunjukan perbaikan tak hanya di tingkat global tetapi juga di tingkat domestik.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh minus 2,19 persen, tetapi pertumbuhan yang negatif ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang minus 3,04 persen.

"PDB kuartal IV-2020 membaik dari kuartal sebelumnya walau secara keseluruhan masih melemah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:28 WIB

Dua Pebulutangkis RI Jadi Korban Aturan Baru BWF di Tengah Pandemi

Dua Pebulutangkis RI Jadi Korban Aturan Baru BWF di Tengah Pandemi

Sport | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:20 WIB

Hati-hati, Ini Faktor yang Bikin Imunitas Tubuh Turun Selama Pandemi

Hati-hati, Ini Faktor yang Bikin Imunitas Tubuh Turun Selama Pandemi

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:22 WIB

Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tips Cari RS Bersalin yang Aman

Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tips Cari RS Bersalin yang Aman

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:30 WIB

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi ala Pedagang Oleh-oleh Pontianak

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi ala Pedagang Oleh-oleh Pontianak

Kalbar | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:27 WIB

Selama Pandemi, Masyarakat Bisa Penuhi Kebutuhannya di Urban Farming Ini

Selama Pandemi, Masyarakat Bisa Penuhi Kebutuhannya di Urban Farming Ini

Press Release | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:01 WIB

Data BPS : Konsumsi Rumah Tangga Jeblok di 2020

Data BPS : Konsumsi Rumah Tangga Jeblok di 2020

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:00 WIB

Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor Ditengah Pandemi Covid-19

Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor Ditengah Pandemi Covid-19

Foto | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:41 WIB

Terkini

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB