Ekonomi 2020 Tumbuh Minus 2,07 Persen, Menteri Airlangga Bilang Mulai Pulih

Reza Gunadha, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 05 Februari 2021 | 21:15 WIB
Ekonomi 2020 Tumbuh Minus 2,07 Persen, Menteri Airlangga Bilang Mulai Pulih
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Ist)

Suara.com - Meski pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 tumbuh minus 2,07 persen, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim sinyalemen pemulihan ekonomi makin nyata terlihat.

Hal tersebut dikatakan Airlangga sebagai respons rilis survei pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat (5/2/2021).

Sinyalemen pemulihan tersebut, kata Airlangga, terlihat dari terus membaiknya angka pertumbuhan ekonomi dari kuartal II hingga kuartal IV 2020.

"Sinyal positif pemulihan ekonomi sudah terlihat di triwulan ke-IV di mana tentu angka Q to Q-nya (kuartal ke kuartal) ini sudah ada sedikit peningkatan kembali. Yaitu dari minus 5,32 persen (kuartal II) ke 3,49 persen (kuartal III), dan yang saat sekarang berada di minus 2,19 persen (kuartal IV)," papar Airlangga dalam konfrensi pers virtualnya tersebut.

Airlangga pun mengklaim pemulihan ekonomi yang sedang terjadi ini merupakan intervensi langsung pemerintah dalam membuat kebijakan, terutama soal gelontoran anggaran ratusan triliun untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Konsumsi pemerintah naik jadi 1,76 persen, kemudian realisasi program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi sebesar Rp 579,78 triliun dan Realisasi APBN mencapai 94,6 persen," katanya.

Dia melanjutkan, tingkat konsumsi masyarakat pun mulai membaik meski angkanya masih minus.

Airlangga menjelaskan, tingkat konsumsi rumah tangga terkontraksi secara tahunan ke minus 3,61 persen, namun secara kuartalan konsumsi masyarakat tersebut tumbuh 0,49 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mengalami kontraksi cukup hebat dimana pertumbuhannya minus 2,07 persen.

baca juga

Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya, yang masih tetap positif pada angka 5,02 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan minus 2,07 persen ini merupakan yang terburuk sejak  krisis moneter tahun 1998.

"Dengan demikian sejak 1998 untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi alami kontraksi karena adanya krismon dan global, dan di 2020 minus 2,07 persen karena pandemi," kata Kecuk dalam konfrensi pers secara virtual, Jumat (5/2/2021).

Pandemi, kata Kecuk, benar-benar meluluhlantakkan ekonomi Indonesia sepanjang 3 kuartal berturut-turut dan menjadikan ekonomi Indonesia resmi masuk jurang resesi.

"Ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia dan kita juga melihat buruknya dampak pandemi ke seluruh ekonomi," kata dia.

Jika diperinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I sebesar 2,97 persen, kuartal II minus 5,32 persen, kuartal III minus 3,04 persen, dan kuartal IV minus 2,19 persen.

Meski begitu kata dia kondisi ekonomi pada kuartal IV 2020 telah menunjukan perbaikan tak hanya di tingkat global tetapi juga di tingkat domestik.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang tumbuh minus 2,19 persen, tetapi pertumbuhan yang negatif ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang minus 3,04 persen.

"PDB kuartal IV-2020 membaik dari kuartal sebelumnya walau secara keseluruhan masih melemah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Saat Pandemi, Sektor Pertanian Sukses Jadi Bantalan selama Resesi Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:28 WIB

Dua Pebulutangkis RI Jadi Korban Aturan Baru BWF di Tengah Pandemi

Dua Pebulutangkis RI Jadi Korban Aturan Baru BWF di Tengah Pandemi

Sport | Jum'at, 05 Februari 2021 | 19:20 WIB

Hati-hati, Ini Faktor yang Bikin Imunitas Tubuh Turun Selama Pandemi

Hati-hati, Ini Faktor yang Bikin Imunitas Tubuh Turun Selama Pandemi

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:22 WIB

Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tips Cari RS Bersalin yang Aman

Melahirkan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Tips Cari RS Bersalin yang Aman

Health | Jum'at, 05 Februari 2021 | 16:30 WIB

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi ala Pedagang Oleh-oleh Pontianak

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi ala Pedagang Oleh-oleh Pontianak

Kalbar | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:27 WIB

Selama Pandemi, Masyarakat Bisa Penuhi Kebutuhannya di Urban Farming Ini

Selama Pandemi, Masyarakat Bisa Penuhi Kebutuhannya di Urban Farming Ini

Press Release | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:01 WIB

Data BPS : Konsumsi Rumah Tangga Jeblok di 2020

Data BPS : Konsumsi Rumah Tangga Jeblok di 2020

Bisnis | Jum'at, 05 Februari 2021 | 14:00 WIB

Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor Ditengah Pandemi Covid-19

Pelantikan Kepala Desa se-Kabupaten Bogor Ditengah Pandemi Covid-19

Foto | Jum'at, 05 Februari 2021 | 13:41 WIB

Terkini

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Persija Harus Angkat Kaki dari Stadion GBK Usai Kalahkan Persib, Ini Kata Erick Thohir

Bola | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Menkeu Suahasil Punya Cara Pandang Baru soal Efisiensi APBN

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 17:10 WIB

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

Purbaya Dicopot, Media Singapura Ungkit 'Offside' Wacana Tarif Selat Malaka

News | Senin, 14 September 2026 | 17:08 WIB

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

Laka Maut KM Virgo di Laut Masalembo, Kenapa Kapal Cepat Miring dan Tanpa Alarm Bahaya?

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

Suahasil Seharusnya Jadi Menkeu Sejak Sri Mulyani Mundur

News | Senin, 14 September 2026 | 17:07 WIB

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Bupati Bogor Targetkan Api TPAS Galuga Padam Sebelum Groundbreaking PSEL 17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 16:59 WIB

×