Menkeu Sri Mulyani: 15 Persen Rakyat Belum Dapat Akses Air Bersih

Reza Gunadha | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 19 Februari 2021 | 18:43 WIB
Menkeu Sri Mulyani: 15 Persen Rakyat Belum Dapat Akses Air Bersih
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I secara konferensi video, Jumat (19/2/2021). [Suara.com/Muhammad Fadil]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, air bersih adalah sebuah kebutuhan dasar manusia. Namun, sebanyak 15 persen penduduk belum mendapatkan akses tersebut.

Sri Mulyani mengatakan, akses terhadap layanan sumber air minum layak dan berkelanjutan pada 2017 hanya 62,75 persen, kemudian naik menjadi 65,28 persen dan pada 2019 menjadi 84,91 persen.

"Ini peningkatan yang luar biasa, tapi tidak berarti kita puas. Karena berarti masih ada 15 persen rakyat yang belum mendapatkan layanan sumber air minum yang layak dan berkelanjutan," ujar Sri Mulyani dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I secara konferensi video, Jumat (19/2/2021).

PBB, kata dia, melalui Resolusi Nomor 64/292 tahun 2010, menyatakan secara eksplisit hak atas air dan sanitasi adalah bagian dari hak asasi manusia. Ini juga merupakan salah satu butir dari Sustainable Develompement Goal ke-6.

Selain itu, dalam Pasal 28 H ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945 juga disebutkan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

“Jadi dalam hal ini kalau pemerintah Republik Indonesia terus berupaya untuk membangun dan menyediakan air bersih serta sanitasi terutama bagi seluruh warga negara yang belum bisa mendapatkan akses dari kedua infrastruktur yang sangat penting ini, yaitu air bersih dan sanitasi, maka kita harus berikhtiar terus untuk membangun dan memenuhinya," katanya.

"Karena ini berhubungan dengan tidak hanya tentu saja kesejahteraan tapi juga kualitas hidup dasar dari seluruh warga negara Indonesia," tambahnya.

Proyek yang menggunakan skema KPBU ini adalah adalah suatu upaya untuk terus melakukan kebutuhan pembangunan di mana dananya didapat dari kerjasama swasta dan pemerintah.

“Ini adalah cara inovatif financing, creative financing, namun tetap akuntabel. Kita berharap skema KPBU ini akan menjadi alternatif solusi kebutuhan prioritas mendesak dari infrastruktur terutama yang luar biasa penting seperti air bersih pada saat APBN kita menghadapi kendala yang sangat besar karena pandemi covid-19 yang mengambil resource sangat besar,” ungkap wanita kelahiran Lampung ini.

Sebagai informasi, penandatanganan perjanjian KPBU SPAM Regional Jatiluhur I  merupakan proyek KPBU pertama untuk SPAM regional yang menjadi kewenangan Pusat.

Proyek KPBU SPAM regional Jatiluhur 1 akan menyediakan air minum curah sebesar 4.750 liter per detik kepada 4 wilayah.

Provinsi DKI Jakarta sebesar 4.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 300 liter per detik, Kabupaten Bekasi 100 liter per detik dan Kabupaten Karawang 350 liter per detik.

Total investasi dari proyek KPBU ini sebesar Rp 1,7 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun yang terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi dan 27,5 setengah tahun masa operasi.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan pemenang konsorsium pemenang lelang, telah dibentuk badan usaha pelaksana atau BUP yaitu PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur.

Target dimulai konstruksi yaitu kuartal 3 tahun 2021 dan direncanakan untuk beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi dan Infrastruktur Bisa Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Teknologi dan Infrastruktur Bisa Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 15:39 WIB

Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Harus Berhutang di Masa Pandemi

Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Harus Berhutang di Masa Pandemi

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 15:19 WIB

Sri Mulyani Ungkap 20 Ribu Desa Belum Tersentuh Internet

Sri Mulyani Ungkap 20 Ribu Desa Belum Tersentuh Internet

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 14:39 WIB

Sri Mulyani Sadar Tak Selamanya Pembangunan Harus Dibiayai Utang

Sri Mulyani Sadar Tak Selamanya Pembangunan Harus Dibiayai Utang

Bisnis | Kamis, 18 Februari 2021 | 13:26 WIB

Sambut 1.521 Anak Buah Baru, Sri Mulyani: Anda Masih di Level Zero

Sambut 1.521 Anak Buah Baru, Sri Mulyani: Anda Masih di Level Zero

Bisnis | Rabu, 17 Februari 2021 | 17:15 WIB

Sri Mulyani Bawa Nama Tuhan, Rocky Gerung: Menyerah dan Mundur Saja Bu

Sri Mulyani Bawa Nama Tuhan, Rocky Gerung: Menyerah dan Mundur Saja Bu

News | Rabu, 17 Februari 2021 | 16:19 WIB

Sri Mulyani Klaim Banyak Investor Global Ingin Kerja Sama dengan INA

Sri Mulyani Klaim Banyak Investor Global Ingin Kerja Sama dengan INA

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2021 | 13:00 WIB

Resmi Bekerja, Sri Mulyani Berharap LPI Dikelola Secara Profesional

Resmi Bekerja, Sri Mulyani Berharap LPI Dikelola Secara Profesional

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2021 | 11:51 WIB

Sri Mulyani Potong Jatah Perjalanan Dinas TNI Polri

Sri Mulyani Potong Jatah Perjalanan Dinas TNI Polri

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2021 | 09:16 WIB

Terkini

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:18 WIB

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:34 WIB

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:25 WIB

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:39 WIB