Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Terkuak! Ini Alasan Jokowi Ajak Rakyat Indonesia Benci Produk Asing

Agung Sandy Lesmana, Achmad Fauzi

Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:03 WIB
Terkuak! Ini Alasan Jokowi Ajak Rakyat Indonesia Benci Produk Asing
Presiden Jokowi. [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden RI]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi membeberkan alasan Presiden Joko Widodo menyerukan untuk membenci produk asing. Menurutnya, produk asing sendiri yang membuat produk buatan dalam negeri sulit berkembang.

Hal ini berdasarkan artikel dari World Economic Forum (WEF) yang justru pihak asing mencuri ide produk Indonesia, salah satunya produk hijab. 

Dalam artikel, jelas Lutfi, terdapat perusahaan asing online yang meniru produk hijab Indonesia dan dijual kembali ke Indonesia dengan harga lebih murah.

"Jadi satu orang pedagang menjual hijab itu menguntungkan, dia bikin jadi konveksi, lebih dari 3.000 orang pekerja, yang ongkos Rp10 miliar per tahun. Ternyata bayaran hijab itu terekam oleh perusahaan online asing yang datangnya dari luar negeri, jadi ketahuan bentuknya, warnanya, dibuat di negara luar, datang ke Indoensia, dilakukan dengan spesial diskon, istilah perdagangannya predatory pricing Rp 1.100," ujar Lutfi dalam Rakernas Hipmi secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Dengan Alasan itulah, tutur Lutfi, yang membuat Presiden menyerukan benci produk asing. Ia mengungkapkan, dengan praktik seperti itu membuat produk lokal tak laku.

"Kita ini tidak pernah punya sejarah proteksionisme, kita ingin, dari jaman sebelum merdeka datang dari internasional trade, jadi tidak ada proteksionisme dan itu dibuktikan tidak menguntungkan suatu negara, kita mau jadi Bolivia, Venezuela," ucap Lutfi.

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengingatkan kepada pengusaha lokal maupun asing, agar mengikuti aturan-aturan perdagangan yang dikeluar Kementerian Perdagangan.

"Kita tidak mau kejadian ini mengganggu pertumbuhan pengusaha, yang saya kerjakan memastikan kalau mau dagang di Indonesia harus mengikuti peraturan, dan mudah-mudahan anda menjadi berkembang tumbuh yang baik," imbuhnya.

Jokowi Benci Produk Asing

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menyerukan agar masyarakat di Indonesia mencintai produk -produk dalam negeri.

Hal ini dikatakan Jokow dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan," ujar Jokowi.

Selain menggaungkan produk dalam negeri, Jokowi juga mengajak untuk menggaungkan membenci produk asing. Seruan itu dilakukan Jokowi, agar masyakarat semakin mencintai produk-produk buatan Indonesia dan membenci produk luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Bebaskan Pajak Bahan Pokok dan Kurangi Gunakan Produk Asing

India Bebaskan Pajak Bahan Pokok dan Kurangi Gunakan Produk Asing

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 10:05 WIB

Kasus CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Usai Diperiksa Kejagung

Kasus CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Usai Diperiksa Kejagung

Foto | Rabu, 09 Agustus 2023 | 19:24 WIB

Jadi Cover Majalah, Intip Gaya Stunning Bianca Adinegoro Istri Eks Mendag M Lutfi

Jadi Cover Majalah, Intip Gaya Stunning Bianca Adinegoro Istri Eks Mendag M Lutfi

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2022 | 13:59 WIB

Terkini

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB