Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.091,386
LQ45 606,516
Srikehati 297,102
JII 361,308
USD/IDR 18.082

Terkuak! Ini Alasan Jokowi Ajak Rakyat Indonesia Benci Produk Asing

Agung Sandy Lesmana, Achmad Fauzi

Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:03 WIB
Terkuak! Ini Alasan Jokowi Ajak Rakyat Indonesia Benci Produk Asing
Presiden Jokowi. [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden RI]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi membeberkan alasan Presiden Joko Widodo menyerukan untuk membenci produk asing. Menurutnya, produk asing sendiri yang membuat produk buatan dalam negeri sulit berkembang.

Hal ini berdasarkan artikel dari World Economic Forum (WEF) yang justru pihak asing mencuri ide produk Indonesia, salah satunya produk hijab. 

Dalam artikel, jelas Lutfi, terdapat perusahaan asing online yang meniru produk hijab Indonesia dan dijual kembali ke Indonesia dengan harga lebih murah.

"Jadi satu orang pedagang menjual hijab itu menguntungkan, dia bikin jadi konveksi, lebih dari 3.000 orang pekerja, yang ongkos Rp10 miliar per tahun. Ternyata bayaran hijab itu terekam oleh perusahaan online asing yang datangnya dari luar negeri, jadi ketahuan bentuknya, warnanya, dibuat di negara luar, datang ke Indoensia, dilakukan dengan spesial diskon, istilah perdagangannya predatory pricing Rp 1.100," ujar Lutfi dalam Rakernas Hipmi secara virtual, Jumat (5/3/2021).

Dengan Alasan itulah, tutur Lutfi, yang membuat Presiden menyerukan benci produk asing. Ia mengungkapkan, dengan praktik seperti itu membuat produk lokal tak laku.

"Kita ini tidak pernah punya sejarah proteksionisme, kita ingin, dari jaman sebelum merdeka datang dari internasional trade, jadi tidak ada proteksionisme dan itu dibuktikan tidak menguntungkan suatu negara, kita mau jadi Bolivia, Venezuela," ucap Lutfi.

Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat ini mengingatkan kepada pengusaha lokal maupun asing, agar mengikuti aturan-aturan perdagangan yang dikeluar Kementerian Perdagangan.

"Kita tidak mau kejadian ini mengganggu pertumbuhan pengusaha, yang saya kerjakan memastikan kalau mau dagang di Indonesia harus mengikuti peraturan, dan mudah-mudahan anda menjadi berkembang tumbuh yang baik," imbuhnya.

Jokowi Benci Produk Asing

baca juga

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menyerukan agar masyarakat di Indonesia mencintai produk -produk dalam negeri.

Hal ini dikatakan Jokow dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan," ujar Jokowi.

Selain menggaungkan produk dalam negeri, Jokowi juga mengajak untuk menggaungkan membenci produk asing. Seruan itu dilakukan Jokowi, agar masyakarat semakin mencintai produk-produk buatan Indonesia dan membenci produk luar negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Bebaskan Pajak Bahan Pokok dan Kurangi Gunakan Produk Asing

India Bebaskan Pajak Bahan Pokok dan Kurangi Gunakan Produk Asing

Bisnis | Senin, 22 September 2025 | 10:05 WIB

Kasus CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Usai Diperiksa Kejagung

Kasus CPO, Eks Mendag Muhammad Lutfi Usai Diperiksa Kejagung

Foto | Rabu, 09 Agustus 2023 | 19:24 WIB

Jadi Cover Majalah, Intip Gaya Stunning Bianca Adinegoro Istri Eks Mendag M Lutfi

Jadi Cover Majalah, Intip Gaya Stunning Bianca Adinegoro Istri Eks Mendag M Lutfi

Lifestyle | Kamis, 16 Juni 2022 | 13:59 WIB

Terkini

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:40 WIB

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:38 WIB

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:35 WIB

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:21 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:14 WIB

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya

Foto | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:00 WIB

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 05:51 WIB

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

×