Jamkrindo Perkuat Usaha Rakyat di Masa Pandemi

Iwan Supriyatna

Rabu, 07 April 2021 | 07:14 WIB
Jamkrindo Perkuat Usaha Rakyat di Masa Pandemi
PT Jamkrindo melanjutkan program pemberdayaan masyarakat di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark.

Suara.com - PT Jamkrindo melanjutkan program pemberdayaan masyarakat di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark untuk memperkuat usaha rakyat yang tetap bertahan di era pandemi covid-19 ini.

Setelah mendampingi dan memberdayakan masyarakat melalui rintisan usaha budidaya sayur secara hidroponik, optimalisasi homestay, dan produksi keripik mangga, Jamkrindo mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui budidaya kambing dan domba.

Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo Abdul Bari menuturkan, program pemberdayaan masyarakat merupakan kontribusi perusahaan penjaminan kredit ini bagi pencapaian program pembangunan berkelanjutan (SDG’s).

"PT Jamkrindo sudah mulai bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan Badan Pengelola Geopark Ciletuh sejak 2019 dengan program awal kampanye antisampah plastik. Setelah itu, kami bergeser ke program ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat lokal," ujar Abdul Bari dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kambing dan domba dilaksanakan melalui beberapa kegiatan.

Para peternak di wilayah Kecamatan Waluran, Kecamatan Ciemas, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi mendapatkan pelatihan dasar budidaya domba dan kambing di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas.

Selain itu, Jamkrindo juga menyerahkan bantuan untuk dua kelompok peternak kambing, masing-masing berupa kandang komunal dan bibit domba/kambing.

Materi pelatihan dasar budidaya kambing dan domba disampaikan oleh petugas Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Mustofa dan dokter hewan Pilar.

Kedua petugas tersebut menyampaikan materi dasar budidaya domba dan tips membudidayakan domba, baik untuk penggemukan maupun pembibitan.

baca juga

Para peserta pelatihan yang diselenggarakan dengan mematuhi protokol Kesehatan tersebut juga diajak praktik langsung di kandang dengan mengidentifikasi penyakit umum yang biasa diderita oleh domba atau kambing, serta teknik pemilihan dan pemberian pakan yang efektif.

Menurut Mustofa, pelatihan seperti yang diselenggarakan oleh Jamkrindo akan membantu dan meningkatkan kepercayaan diri para peternak dalam budidaya.

Apalagi, pasar domba atau kambing masih terbuka lebar, mengingat populasi domba dan kambing dalam beberapa tahun terakhir turun padahal permintaan terus meningkat.

"Di Wilayah VI Jampang Kulon, populasi domba dan kambing sekitar 150.000 ekor, turun dari satu dekade lalu yang mencapai 250.000 ekor. Dengan adanya pelatihan seperti ini, kami berharap akan makin banyak peternak yang bisa meningkatkan skala usahanya sehingga populasi bisa pulih lagi," kata Mustofa.

Anggota Kelompok Petani Mandiri Pakidulan Sukabumi Cahya Sukendar menuturkan, pemeliharaan domba sudah menjadi tradisi turun temurun di pedesaan.

Namun, ada banyak aktivitas yang biasa dilakukan oleh peternak zaman dahulu yang ternyata kurang produktif.

"Dari pelatihan tersebut kami mendapatkan pengalaman baru, misalnya pemberian pakan ternyata juga ada teknik khusus sehingga meningkatkan produktivitas. Pelatihan seperti ini sangat berguna bagi peternak pemula seperti kami," ujar Cahya.

Selain program pemberdayaan yang sudah berjalan, perusahaan yang bergerak dalam bisnis inti penjaminan kredit ini juga akan melanjutkan beberapa kegiatan di Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark, antara lain revitalisasi dan optimalisasi Pasar Ikan Ciwaru dan implementasi bank sampah.

Sebagai perusahaan penjaminan kredit, PT Jamkrindo memiliki berbagai produk, baik produk penjaminan program maupun penjaminan nonprogram.

Pada penjaminan program, PT Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR, penjaminan KMK dalam rangka PEN, penjaminan sistem resi gudang, dan penjaminan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

PT Jamkrindo bersama dengan anak usahanya PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) telah melakukan penjaminan terhadap 798.192 debitur Kredit Modal Kerja (KMK) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas pemerintah.

Perusahaan telah merealisasikan penjaminan PEN sebesar Rp 12,859 triliun, dengan rincian Jamkrindo sebesar Rp 9,071 triliun dan Jamsyar Rp 3,788 triliun hingga akhir Maret 2021.

Adapun, untuk penjaminan non-program, produk penjaminannya adalah penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan kredit multiguna, penjaminan distribusi barang.

Kemudian surety bond, customs bond, penjaminan keagenan kargo, penjaminan supply chain financing (invoice financing), dan penjaminan bagi lembaga fintech.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta Kredit UMKM Naik Jadi 30 Persen pada 2024

Jokowi Minta Kredit UMKM Naik Jadi 30 Persen pada 2024

Bisnis | Senin, 05 April 2021 | 15:48 WIB

Pinjaman KUR Tanpa Jaminan Kini Bisa Sampai Rp 100 Juta

Pinjaman KUR Tanpa Jaminan Kini Bisa Sampai Rp 100 Juta

Bisnis | Senin, 05 April 2021 | 15:16 WIB

Jamkrindo Permudah Pengajuan Penjaminan Suretyship Lewat Aplikasi JOS

Jamkrindo Permudah Pengajuan Penjaminan Suretyship Lewat Aplikasi JOS

Bisnis | Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:04 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×