BPJS Kesehatan Dorong Rumah Sakit Berinovasi demi Kepuasan Pasien JKN-KIS

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 17 April 2021 | 07:14 WIB
BPJS Kesehatan Dorong Rumah Sakit Berinovasi demi Kepuasan Pasien JKN-KIS
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, DIY, Jumat (16/4/2021). (Dok : BPJS Kesehatan)

Suara.com - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, terus mendorong rumah sakit mitra BPJS Kesehatan untuk berinovasi dalam memberikan layanan kepada peserta JKN-KIS. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Rumah sakit harus berinovasi untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pasiennya, termasuk peserta JKN-KIS, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sarana prasarana yang ada. Semakin mudah pasien memperoleh layanan di suatu fasilitas kesehatan, semakin puas mereka terhadap fasilitas kesehatan tersebut," katanya, Jumat (16/4/2021).

Ghufron menyebut, ada beberapa poin penting yang dijadikan fokus utama BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN-KIS. Selain peningkatan kualitas layanan, Ghufron juga ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS sesuai dengan peran, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

"Tentu yang kami harapkan adalah semua pemangku kepentingan bisa mempunyai rasa memiliki Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan tidak bisa menjalankan program ini dengan maksimal tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan supaya masyarakat bisa merasakan manfaat kehadiran Program JKN-KIS," ucapnya.

Ghufron menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga mengharapkan adanya peningkatan jumlah kepesertaan Program JKN-KIS secara signifikan. Ia menyampaikan, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024, target jumlah kepesertaan Program JKN-KIS adalah mencapai 98 persen. Untuk itu diperlukan kerja keras segenap pihak demi merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

"Hingga saat ini, kepesertaan JKN-KIS di wilayah Gunungkidul dan Kota Yogyakarta telah mencapai 95 persen. Artinya, bagaimana kita bersama sama harus memperkuat sinergi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai UHC di wilayah DI Yogyakarta, sehingga seluruh masyarakat dapat terjamin dan mendapatkan kemudahan mengakses pelayanan kesehatan dengan Program JKN-KIS," ungkap Ghufron.

Di sisi lain, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto mengatakan bahwa pihaknya juga terus berupaya menghadirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS di rumah sakit. Namun masih ada permasalahan yang dihadapinya, salah satunya yaitu minimnya data yang dimiliki.

Rukmono berharap, ia bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk saling bertukar data yang bisa digunakan dalam mengembangkan manfaat dan pengambilan keputusan di tingkat wilayah.

"Saat ini, RSUP Dr. Sardjito tergabung ke dalam Academic Health System (AHS). Kami juga sudah melakukan pembinaan kepada rumah sakit daerah supaya bisa berkembang lebih cepat dan mengoptimalkan inovasi layanan spesialistik, khususnya layanan bedah saraf. Selain itu, juga kami ingin memberikan kompensasi pada rumah sakit yang belum memiliki fasilitas penunjang untuk mengembangkan layanan elektif," ungkap Rukmono.

baca juga

Rukmono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghadirkan layanan kesehatan jarak jauh melalui home care dan pelayanan telemedicine. Ia berharap, pelayanan jarak jauh yang diusung oleh RSUP Dr. Sardjito tersebut mendapatkan dukungan dari BPJS Kesehatan.

"Intinya, kami ingin mengembangkan pengembangan melalui skema pelayanan berbasis penelitian. Ke depannya, apabila memungkinkan, hasil riset yang dilakukan antara BPJS Kesehatan dengan RSUP Dr. Sardjito bisa menjadi dasar dalam pengembangan mekanisme pemberian layanan," kata Rukmono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno menyebut bahwa hasil riset data yang dimiliki BPJS Kesehatan sangatlah besar. Tahun 2018 lalu, BPJS Kesehatan telah meluncurkan data sampel yang bisa dimanfaatkan para peneliti sebagai penunjang dalam melakukan riset.

Apabila ingin dikembangkan untuk menunjang kebutuhan data rumah sakit, kata Mundiharno, maka harus ada bridging system antara BPJS Kesehatan dengan rumah sakit.

"Kalau sudah ada bridging system antara BPJS Kesehatan dengan RSUP Dr. Sardjito, nantinya hasil data riset yang dikembangkan bisa digunakan oleh seluruh rumah sakit. Ini bisa menjadi salah satu percontohan nasional dan dijadikan sebagai studi banding bukan hanya riset namun pengembangan lainnya," tutur Mundiharno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Perawat Seluruh Dunia Kecam Penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya

Komunitas Perawat Seluruh Dunia Kecam Penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya

Sulsel | Jum'at, 16 April 2021 | 22:16 WIB

Dongkrak Laju Kepesertaan JKN - KIS, BPJS Kesehatan Sinergi dengan DIY

Dongkrak Laju Kepesertaan JKN - KIS, BPJS Kesehatan Sinergi dengan DIY

Bisnis | Jum'at, 16 April 2021 | 19:37 WIB

Badan Usaha Terbanyak, Kepesertaan BPJS di 3 Kabupaten di DIY Belum Optimal

Badan Usaha Terbanyak, Kepesertaan BPJS di 3 Kabupaten di DIY Belum Optimal

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 19:09 WIB

Gara-Gara Infus, Heboh Perawat Dijambak dan Ditendang Orang Tua Pasien

Gara-Gara Infus, Heboh Perawat Dijambak dan Ditendang Orang Tua Pasien

Jogja | Jum'at, 16 April 2021 | 16:00 WIB

Berbagi 10.000 Paket Makanan dan Cokelat di 4 Rumah Sakit Jakarta

Berbagi 10.000 Paket Makanan dan Cokelat di 4 Rumah Sakit Jakarta

Press Release | Kamis, 15 April 2021 | 20:57 WIB

Agar Berjalan Optimal, Menaker Minta BPJS Kesehatan Percepat Integrasi Data

Agar Berjalan Optimal, Menaker Minta BPJS Kesehatan Percepat Integrasi Data

Bisnis | Kamis, 15 April 2021 | 17:05 WIB

Terkini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

×