alexametrics

Free Ongkir Pasar Mitra Tani Diperpanjang, Pangan Makin Mudah

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Free Ongkir Pasar Mitra Tani Diperpanjang,  Pangan Makin Mudah
Pedagang cabai dan sembako, Wiwik saat ditemui wartawan di Pasar Bantul, Kamis (18/3/2021). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Layanan free ongkir dapat diakses melalui aplikasi PasTani

Suara.com - Guna memberikan kemudahan dan keringanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pasca lebaran, Pasar Mitra Tani (PMT) Kementerian Pertanian (Kementan) memperpanjang layanan free ongkir hingga akhir Mei 2021.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Kementan, Risfaheri menjelaskan, perpanjangan layanan free ongkir lantaran pasar tradisional biasanya tidak langsung berjalan normal. Harganya pun masih tinggi lantaran pasokannya masih terbatas.

"Pasca lebaran biasanya pasar tidak langsung normal, pasokan bahan pangan dari produsen atau petani ke pasar belum normal termasuk juga harganya belum stabil," kata Risfaheri dalam keterangannya pada Senin, (17/5/2021).

Dia berharap, layanan free ongkir bagi masyarakat yang berbelanja online dapat memudahkan aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan bahan pangan sehari-hari di era ekonomi digital saat ini. Terlebih lagi, kondisi Pandemi Covid-19 masih mengharuskan masyarakat membatasi interaksi secara fisik.

Baca Juga: Pasca Lebaran, Kementan Perpanjang Layanan Belanja Online Free Ongkir

Promo layanan free ongkir ini bekerja sama dengan aplikasi pengantaran Grabmart untuk pembelian via online hingga 31 Mei 2021 sebagai bentuk respon antusiasme masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan selama bulan puasa dan pasca lebaran.

"Kami tentu saja mensupport penuh layanan free ongkir ini, sebagai bagian dari kontribusi agar stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga," ujar Rizky dari perwakilan Grabmart.

Selain melalui Grabmart, masyarakat juga dapat menikmati layanan promo free ongkir melalui aplikasi marketplace PasTani. Layanan belanja online dengan free ongkir melalui aplikasi tersedia di PMT Pasar Minggu dan PMT Kelender di Jakarta, PMT Cimanggu Bogor, dan PMT Depok.

PasTani merupakan aplikasi layanan pengantaran daring yang dikelola PMT Kementan. Kehadiran PasTani menurut Kepala BKP Agung Hendriadi menjadi salah satu wujud adaptasi dan inovasi dalam menghadapi dinamika lingkungan dan perubahan interaksi masyarakat ke arah digitalisasi.

Hal ini pula yang seringkali ditekankan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa dunia berubah dan bergerak sangat cepat dan dinamis. Sehingga, ke depan Indonesia tidak bisa melewati tantangan-tantangan dengan cara-cara lama.

Baca Juga: Petani di Sumut Serap Pupuk Subsidi hingga 30%

"Kita dituntut untuk mampu melihat peluang yang ada. Keterbatasan mobilisasi akibat pandemi Covid-19 menuntut dan membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk lebih kreatif, lebih berkolaborasi, dan menggunakan mekanisasi dan teknologi pada semua aspek kehidupan yang ada, termasuk penggunaan digital dan online system,” ujar dia.

Komentar