alexametrics

8 Juta Vaksin Sinovac Kembali Masuk RI, Cukup untuk Vaksinasi 37 Juta Orang

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
8 Juta Vaksin Sinovac Kembali Masuk RI, Cukup untuk Vaksinasi 37 Juta Orang
Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (31/12/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Indonesia mendapatkan vaksin dalam bentuk bulk atau bahan dari Sinovac sebanyak 8 juta dosis.

Suara.com - Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap 14. Dalam tahap itu, Indonesia mendapatkan vaksin dalam bentuk bulk atau bahan dari Sinovac sebanyak 8 juta dosis.

Dengan kedatangan vaksin tersebut, Indonesia hingga kini menerima 92,91 juta dosis yang mana 81,5 juta diantaranya dalam bentuk bulk.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam penyambutan kedatangan vaksin tersebut mengatakan, saat ini pemerintah telah memiliki 75,9 juta dosis vaksin yang mana cukup untuk vaksinasi 37,5 juta or‎ang.

"‎Alhamdulillah pemerintah dibantu rakyat kita sudah melakukan vaksinasi sebesar 26,9 juta ‎sudah divaksin sekarang," ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Wah, Rusia Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk Hewan Peliharaan

Erick yang juga sebagai Ketua Pelaksana KPCPEN ini mengatakan, pemerintah terus berusaha untuk ‎meningkatkan vaksinasi terhadap masyarakat.

Ia mengklaim, di tingkat Asia Tenggara Indonesia merupakan salah satu negara yang mana vaksinasinya paling tinggi.

"‎Apakah kita berpuas diri? Tidak, melihat perbandingan kita vaksin dengan engara lain china amerika, kita masih dibawah, ini kita terus tingkatkan," ucap dia.

Erick Thohir menamba‎hkan, dengan adanya vaksinasi bisa mencegah masyarakat dari penularan dan juga mencegah dari kematian. Vaksinasi ini, bilangnya, juga bisa membantu ekonomi Indonesia bisa pulih.

"‎Karena kita tahu dengan vaksinasi justru ini membantu mencegah dari penularan, mencegah dari kematian, dan tentu dengan ekonominya sendiri kita bisa pelepasan pengurangan tenaga kerja, supaya ekonomi kita balik, kita sejak awal konsisten dengan Indonesia sehat, kerja, dan tumbuh," pungkas Mantan Bos Klub Inter Milan ini.

Baca Juga: Guru yang Belum Divaksin Covid-19 di Pekanbaru Tak Boleh Mengajar

Komentar