Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Achmad Fauzi

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB
Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran
Pengemudi ojek daring mengantar penumpang di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Kesulitan mendapatkan layanan ojek online di Jakarta disebabkan penurunan drastis ketersediaan pengemudi perantau menjelang Lebaran.
  • Fenomena kelangkaan ojol ini diperparah oleh peningkatan permintaan serta faktor cuaca hujan yang menghambat operasi driver.
  • Solusi jangka panjang memerlukan skema insentif bagi pengemudi dan pengembangan layanan transportasi berbasis hub terstruktur.

Suara.com - Keluhan soal sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol) di Jakarta ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebut terjadi akibat berkurangnya jumlah pengemudi secara signifikan menjelang Lebaran.

Ekonom Universitas Airlangga, Rumayya Batubara, menjelaskan bahwa fenomena ini sangat spesifik terjadi di Jakarta yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kota lain.

Menurutnya, sebagian besar mitra pengemudi ojol di Ibu Kota merupakan perantau dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Saat musim mudik tiba, para driver ini pulang ke kampung halaman secara massal.

“Ketika lebaran tiba dan mudik terjadi secara massal, Jakarta kehilangan proporsi driver jauh lebih besar dibanding kota lain. Ini yang menyebabkan penurunan pasokan secara drastis,” ujarnya seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).

Era Baru Ojol Dimulai! Grab, ALVA dan AIZEN Turunkan 250 Motor Listrik, Isi Baterai Secepat Kilat (Suara.com/Gagah Radhitya)
Era Baru Ojol Dimulai! Grab, ALVA dan AIZEN Turunkan 250 Motor Listrik, Isi Baterai Secepat Kilat (Suara.com/Gagah Radhitya)

Ia menyebut kondisi ini sebagai shock antara pasokan dan permintaan yang bersifat siklikal dan sebenarnya dapat diprediksi setiap tahun.

Di satu sisi, jumlah driver yang tersedia menurun tajam. Namun di sisi lain, permintaan layanan justru meningkat, terutama pada jam-jam sibuk seperti menjelang berbuka puasa.

Situasi tahun ini terasa lebih berat karena faktor cuaca hujan yang memperparah kemacetan di Jakarta. Kondisi tersebut membuat sebagian driver yang masih berada di kota memilih untuk tidak beroperasi.

"Jadi bukan semata karena isu lain, tapi kombinasi antara mudik massal dan faktor cuaca yang memperparah kondisi di lapangan, jelasnya.

Rumayya menegaskan bahwa faktor mudik menjadi penyebab paling dominan dari fenomena langkanya ojol di Jakarta. Hal ini juga menjelaskan mengapa kondisi serupa tidak terlalu terasa di kota lain yang basis drivernya lebih banyak berasal dari penduduk lokal.

Terkait solusi, ia menilai kenaikan tarif bukanlah jawaban utama untuk mengatasi persoalan ini.

"Keputusan mudik itu bukan semata keputusan ekonomis, tapi juga kultural. Jadi tidak bisa diselesaikan hanya dengan menaikkan tarif," katanya.

Menurutnya, pendekatan jangka pendek yang lebih realistis adalah edukasi kepada konsumen, seperti menghindari jam sibuk dan memanfaatkan fitur pemesanan lebih awal.

Sementara dalam jangka panjang, diperlukan solusi yang lebih struktural, seperti skema insentif agar driver tidak mudik secara bersamaan, serta pengembangan layanan berbasis hub yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan pengemudi individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Lebaran, Tren Liburan Kapal Pesiar Mewah Jadi Primadona Baru

Libur Lebaran, Tren Liburan Kapal Pesiar Mewah Jadi Primadona Baru

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 08:53 WIB

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:25 WIB

Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 13:55 WIB

Terkini

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB