Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Achmad Fauzi

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB
Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran
Pengemudi ojek daring mengantar penumpang di Stasiun Sudirman, Jakarta, Senin (20/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kesulitan mendapatkan layanan ojek online di Jakarta disebabkan penurunan drastis ketersediaan pengemudi perantau menjelang Lebaran.
  • Fenomena kelangkaan ojol ini diperparah oleh peningkatan permintaan serta faktor cuaca hujan yang menghambat operasi driver.
  • Solusi jangka panjang memerlukan skema insentif bagi pengemudi dan pengembangan layanan transportasi berbasis hub terstruktur.

Suara.com - Keluhan soal sulitnya mendapatkan layanan ojek online (ojol) di Jakarta ramai beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebut terjadi akibat berkurangnya jumlah pengemudi secara signifikan menjelang Lebaran.

Ekonom Universitas Airlangga, Rumayya Batubara, menjelaskan bahwa fenomena ini sangat spesifik terjadi di Jakarta yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kota lain.

Menurutnya, sebagian besar mitra pengemudi ojol di Ibu Kota merupakan perantau dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Saat musim mudik tiba, para driver ini pulang ke kampung halaman secara massal.

“Ketika lebaran tiba dan mudik terjadi secara massal, Jakarta kehilangan proporsi driver jauh lebih besar dibanding kota lain. Ini yang menyebabkan penurunan pasokan secara drastis,” ujarnya seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).

Era Baru Ojol Dimulai! Grab, ALVA dan AIZEN Turunkan 250 Motor Listrik, Isi Baterai Secepat Kilat (Suara.com/Gagah Radhitya)
Era Baru Ojol Dimulai! Grab, ALVA dan AIZEN Turunkan 250 Motor Listrik, Isi Baterai Secepat Kilat (Suara.com/Gagah Radhitya)

Ia menyebut kondisi ini sebagai shock antara pasokan dan permintaan yang bersifat siklikal dan sebenarnya dapat diprediksi setiap tahun.

Di satu sisi, jumlah driver yang tersedia menurun tajam. Namun di sisi lain, permintaan layanan justru meningkat, terutama pada jam-jam sibuk seperti menjelang berbuka puasa.

Situasi tahun ini terasa lebih berat karena faktor cuaca hujan yang memperparah kemacetan di Jakarta. Kondisi tersebut membuat sebagian driver yang masih berada di kota memilih untuk tidak beroperasi.

"Jadi bukan semata karena isu lain, tapi kombinasi antara mudik massal dan faktor cuaca yang memperparah kondisi di lapangan, jelasnya.

Rumayya menegaskan bahwa faktor mudik menjadi penyebab paling dominan dari fenomena langkanya ojol di Jakarta. Hal ini juga menjelaskan mengapa kondisi serupa tidak terlalu terasa di kota lain yang basis drivernya lebih banyak berasal dari penduduk lokal.

baca juga

Terkait solusi, ia menilai kenaikan tarif bukanlah jawaban utama untuk mengatasi persoalan ini.

"Keputusan mudik itu bukan semata keputusan ekonomis, tapi juga kultural. Jadi tidak bisa diselesaikan hanya dengan menaikkan tarif," katanya.

Menurutnya, pendekatan jangka pendek yang lebih realistis adalah edukasi kepada konsumen, seperti menghindari jam sibuk dan memanfaatkan fitur pemesanan lebih awal.

Sementara dalam jangka panjang, diperlukan solusi yang lebih struktural, seperti skema insentif agar driver tidak mudik secara bersamaan, serta pengembangan layanan berbasis hub yang tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan pengemudi individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Lebaran, Tren Liburan Kapal Pesiar Mewah Jadi Primadona Baru

Libur Lebaran, Tren Liburan Kapal Pesiar Mewah Jadi Primadona Baru

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 08:53 WIB

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:25 WIB

Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Nasib Emiten Kaesang! Bisnis Lesu, Kini Terpaksa Jual Aset Demi Bayar Utang ke BCA

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×