Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Aksi 5 Saham Big Caps Hadapi Tren Digital

Iwan Supriyatna

Rabu, 14 Juli 2021 | 07:36 WIB
Aksi 5 Saham Big Caps Hadapi Tren Digital
Ilustrasi saham [Shutterstock]

Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Tren modal ventura milik bank besar mencuat pada 2017. Selain BBCA, BMRI dan BBRI juga mengembangkan bisnis tersebut. Dengan modal ventura itu, para bank bisa memperluas ekosistemnya dengan kolaborasi bersama perusahaan teknologi yang diberikan pendanaan lewat perusahaan modal venturanya tersebut.

Bank Mandiri membuat Mandiri Capital Indonesia didirikan pada 2015. Kini, perusahaan modal ventura itu sudah memiliki beberapa portofolio investasi startup teknologi seperti, Mekari, Cashlez, Amartha, Privyid, PTEN, Gojek, Halofina, Bukalapak, Koinworks, Iseller, Investree, LinkAja, Crowde, dan Yokke.

Begitu juga, BRI Ventures yang baru didirikan pada 2019. Kini, BRI Ventures sudah berinvestasi di beberapa peer to peer lending dan startup fintech lainnya seperti, Tanihub, Ayoconnect, Linkaja, Modalku, Investree, Nium, Payfazz, Bukalapak, dan Awantunai.

Khusus saham Gojek, Mandiri Capital mendapatkan saat Gojek mengakuisisi Moka, startup point of sale. Jadi, saat Gojek akuisisi Moka, ada share swap ke Mandiri Capital yang merupakan investor dari Moka. Nilai akuisisi Moka oleh Gojek pun nilainya dirahasiakan.

Lalu, dalam investasi ke Bukalapak, Mandiri Capital dan BRI Ventures masuk dalam putaran pendanaan Bukalapak senilai Rp3,27 triliun yang dipimpin oleh Microsoft, GIC, dan Emtek.

Menurut prospektus IPO Bukalapak, BRI ventures memegang 181,04 juta lembar saham Bukalapak, sedangkan Mandiri Capital Indonesia memegang 53,24 juta lembar saham Bukalapak. Jika dihitung menggunakan rentang bawah harga IPO Bukalapak senilai Rp750 per saham, nilai yang dimiliki Mandiri Capital senilai Rp39,93 miliar, sedangkan BRI Ventures senilai Rp135,78 miliar.

Telkom

Telkom sempat didera isu zona nyaman dan minim inovasi karena mayoritas laba bersih didapatkan dari Telkomsel, anak usaha milik perseroan dan juga perusahaan Singapura Temasek.

Namun, perusahaan telekomunikasi pelat merah itu juga punya modal ventura, yakni MDI Ventures yang memiliki 54 portofolio startup yang didanai seperti, Si Cepat, Kredivo, Cermati, dan lainnya.

Di luar MDI Ventures, Telkom juga berinvestasi di Gojek via Telkomsel. Nilai investasi operator milik Telkom dan Temasek itu ke Gojek tembus Rp6,4 triliun dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Telkomsel gelontorkan Rp2,1 triliun pada 2020, sedangkan tahap kedua senilai Rp4,3 triliun pada 2021.

Adapun, Telkom justru memutuskan untuk tutup Blanja.com pada 2020 dengan alasan ingin mengubah strategi bisnis e-Commerce menjadi ke korporasi dan UMKM. Kabarnya, Telkom lagi menyiapkan platform PaDi alias Pasar Digital. Rencana pengembangan itu pun didukung pindahnya salah satu pendiri Bukalapak Fajrin Rasyid ke Telkom sebagai direktur.

Sebagai catatan, Blanja.com adalah e-Commerce Telkom yang dikembangkan lewat kerja sama dengan e-Bay. Namun, secara GMV, pencapaian Telkom kalah jauh dibandingkan dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, maupun Bukalapak.

Astra International (ASII)

Harga saham Astra International (ASII) memang lagi berada di posisi rendah, tetapi bukan berarti perseroan tidak melakukan transformasi digital apa-apa. Ada tiga cara yang dilakukan ASII, yakni membuat produk sendiri secara in-house, kolaborasi, dan investasi.

Untuk produk sendiri, ASII fokus mengembangkan produk digital yang tidak jauh dari otomotif, tetapi juga ada sektor keuangan. ASII sudah membangun beberapa produk digital seperti, SEVA, Sejalan, Movic, CariParkir, AstraPay, Moxa, Digiroom, dan lainnya.

Lalu, untuk produk kolaborasi, Astra bekerja sama dengan Welab untuk membuat fintech bernama MauCash.

Kemudian, untuk investasi, ASII sudah menggelontorkan sekitar 250 juta dolar AS pada medio 2018 dan 2019 ke Gojek. Saat itu, valuasi Gojek sekitar 3 miliar - 5 miliar dolar AS. Tak hanya investasi, Astra juga berkolaborasi dengan Gojek untuk membuat Gofleet pada 2019.

Berikut aksi 5 big caps dalam transformasi digital, bisa dibilang beberapa diantaranya sudah mulai sejak beberapa tahun silam. Namun, hasilnya memang ada yang baru terlihat sekarang atau masih dalam proses.

Menarik adalah investasi para big caps ke startup teknologi yang melihatnya sebagai forward looking. Potensi ekosistem yang bisa dikolaborasikan menjadi jalan pintas para perusahaan konvensional untuk bertransformasi digital lebih cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ijo! Kode Saham Bakal Menguat Meski Dihantam Wabah?

IHSG Ijo! Kode Saham Bakal Menguat Meski Dihantam Wabah?

Batam | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:18 WIB

IHSG Selasa Pagi Menguat 0,31 Persen ke Posisi 6.097

IHSG Selasa Pagi Menguat 0,31 Persen ke Posisi 6.097

Bisnis | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:07 WIB

Mantab! IHSG Perkasa di Tengah Gelombang Varian Baru Virus Corona

Mantab! IHSG Perkasa di Tengah Gelombang Varian Baru Virus Corona

Batam | Senin, 12 Juli 2021 | 09:53 WIB

Terkini

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Mimpi Buruk bagi Pasar Modal RI, Investor Bisa Kabur Jika DSI Mendominasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:53 WIB

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS dan Galeri24 Turun, Antam Masih Kokoh!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:43 WIB

Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah

Mental Baja, Kisah Pensiunan PNS Sulap Rumah Kosong 20 Tahun di Tengah Sawah Jadi Kafe Megah

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:36 WIB

Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor

Prabowo Beri Perlakuan Khusus Buat Donald Trump di Aturan Devisa Hasil Ekspor

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:19 WIB

Kemenko Perekonomian Ingatkan Penyusunan Aturan IHT Harus Seimbang

Kemenko Perekonomian Ingatkan Penyusunan Aturan IHT Harus Seimbang

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:19 WIB

FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO

FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:12 WIB

Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?

Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:11 WIB

Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!

Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:04 WIB

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:52 WIB

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:44 WIB