Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pupuk Kaltim Dukung Kesinambungan Konservasi Alam

Iwan Supriyatna

Selasa, 10 Agustus 2021 | 10:02 WIB
Pupuk Kaltim Dukung Kesinambungan Konservasi Alam
Pupuk Kaltim fokus pada program berbasis konservasi laut di perairan Bontang.

Suara.com - Konservasi alam dan lingkungan menjadi salah satu komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) atau Pupuk Kaltim untuk memberi manfaat sesuai misi Perusahaan, melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistem secara berkesinambungan.

Salah satu langkah nyata direalisasikan, PKT melalui reintroduksi 1.000 anggrek hitam, sebagai tanaman endemik Kalimantan yang terancam punah.

Hal ini berkaca pada kebakaran hebat di Taman Nasional Kutai (TNK) pada 2015, yang menghanguskan seluruh populasi anggrek hitam di area konservasi tersebut.

“Dengan metode kultur jaringan, PKT berhasil mengembangkan anggrek hitam untuk direintroduksi kembali ke TNK sebanyak 1.000 bibit sejak 2019, hingga saat ini anggrek hitam tersebut terus dimonitor pertumbuhannya,” ujar Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi ditulis Selasa (10/8/2021).

Menurut Rahmad, reintroduksi dilakukan PKT agar populasi anggrek hitam terjaga, karena tanaman tersebut dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, serta dilarang diperdagangkan secara bebas kecuali hasil penangkaran, sesuai Peraturan Pemerintah nomor 7 Tahun 1999.

“PKT peduli terhadap kelangsungan hidup anggrek hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium Perusahaan,” terang Rahmad.

Sebagai mitra TNK dalam 26 tahun terakhir, PKT berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian anggrek hitam, agar populasi dan pemulihan ekosistem tanaman endemik tersebut tetap terjaga dengan baik.

“Kepunahan anggrek hitam akan menjadi kerugian besar bagi keanekaragaman hayati di Indonesia. Inilah yang diantisipasi PKT melalui reintroduksi ke TNK,” tambah Rahmad.

Selain itu, PKT juga fokus pada program berbasis konservasi laut di perairan Bontang sejak 2009, berupa penurunan terumbu buatan dengan komitmen 500 unit per tahun.

baca juga

Program ini melibatkan kelompok nelayan di sekitar Perusahaan, untuk proses pembuatan dan penurunan media terumbu. Pemberdayaan juga merupakan upaya PKT dalam menumbuhkan kesadaran nelayan akan pentingnya ekosistem perairan, sekaligus menekan aktivitas penangkapan ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan.

“Hingga kini PKT telah menurunkan 5.822 media terumbu di perairan Tobok Batang, sebagai area konservasi Perusahaan dengan luasan mencapai 20 hektare,” lanjut Rahmad.

Sejak pertengahan 2021, konservasi terumbu di Tobok Batang makin dikembangkan PKT melalui teknik tranplantasi, dengan memanfaatkan terumbu buatan yang telah diturunkan sebagai media tanam untuk penempelan bibit hasil pencangkokan.

Cara ini dinilai lebih maksimal dengan perkembangan bibit yang lebih cepat, dibanding terumbu buatan yang memanfaatkan bibit alami dari arus laut.

Nelayan binaan juga dibekali kemampuan melakukan metode transplantasi, agar terumbu buatan yang diturunkan PKT selama ini berkembang lebih maksimal.

“Perkembangan terumbu sejatinya tidak bisa instan, untuk itu kami lakukan metode transplantasi untuk mempercepat dengan hasil yang lebih baik,” lanjut Rahmad.

Sesuai tema “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara” pada peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, PKT memastikan untuk terus meningkatkan kontribusi serta komitmen di bidang konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan.

PKT senantiasa mensinergikan aspek lingkungan dalam aktivitas bisnis Perusahaan, sebagai dasar mengelola dan menggunakan sumber daya alam secara bijaksana.

“PKT tak hanya berpikir profit dalam aktifitas bisnis, tapi juga peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan. Komitmen ini akan terus dipegang Perusahaan dengan berpartisipasi aktif dalam perbaikan ekosistem,” pungkas Rahmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kawal Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Buat Gebrakan Digital

Kawal Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Buat Gebrakan Digital

Bisnis | Jum'at, 30 Juli 2021 | 07:36 WIB

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Traktor ke Petani di Sarmi Papua

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Traktor ke Petani di Sarmi Papua

Bisnis | Selasa, 27 Juli 2021 | 16:35 WIB

Semangat Hari Anak Nasional 2021, Pupuk Kaltim Wujudkan Pendidikan Layak bagi Anak

Semangat Hari Anak Nasional 2021, Pupuk Kaltim Wujudkan Pendidikan Layak bagi Anak

Bisnis | Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:09 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×