Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Jajaran Direksi Berkurang, Bos Garuda Indonesia Sebut Bagian dari Efesiensi

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:00 WIB
Jajaran Direksi Berkurang, Bos Garuda Indonesia Sebut Bagian dari Efesiensi
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Jajaran Direksi PT Garuda Indonesia (Persero) berkurang dari yang sebelumnya berjumlah delapan orang, kini menjadi tersisa enam orang saja. 

Perubahan jumlah direksi ini sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar Garuda Indonesia hari ini (13/8).

Adapun, beberapa jabatan direksi yang menghilang diantaranya, Wakil Direktur Utama yang sebelumnya diduduki oleh Donny Oskaria dan Direktur Niaga dan Kargo yang sebelumnya diemban oleh Mohammad R Pahlevi. 

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, pengurangan jumlah direksi ini tidak lepas dari program efesiensi karyawan yang digelar perseroan.

"Soal direksi ini upaya nggak terhindarkan dari waktu ke waktu kami melakukan streamlining jumlah karyawan. Secara nggak langsung direksi juga," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/8/2021).

Pengurangan jumlah orang juga terjadi di jajaran Komisaris. Sebelumnya, Komisaris Garuda Indonesia berjumlah lima kini hanya tersisa tiga orang. 

Adapun, dua komisaris independen yaitu Elisa Lumbantoruan dan Yenny Wahid juga digeser dari posisinya.

Lalu, Peter F Gontha juga tidak lagi menjadi sebagai komisaris, serta Chairul Tanjung yang tadinya menjabat wakil komisaris utama kini hanya menjadi komisaris.

Sebelumnya, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid memutuskan undur diri dari jabatan Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero).

baca juga

Pengunduran Yenny Wahid diungkapkannya lewat cuitan di akun twitter pribadinya @yennywahid yang diunggah pada hari ini, Jumat (13/8/2021).

Dalam cuitannya, anak dari Presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan kondisi Garuda Indonesia yang terpuruk akibat pandemi.

"Akibat pandemi, maskapai kebanggaan kita, @IndonesiaGaruda mengalami penurunan pendapatan drastis. Untuk penghematan biaya, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi komisaris independen. Semoga hal ini bisa membantu meringankan Garuda," cuit Yenny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Menteri Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia

Bisnis | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:33 WIB

Hutang Garuda Indonesia Terus Menghantui, Pengamat Penerbangan: Putuskan Opsi

Hutang Garuda Indonesia Terus Menghantui, Pengamat Penerbangan: Putuskan Opsi

Kaltim | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:31 WIB

Garuda Indonesia Terpuruk, Anak Gusdur Undur Diri

Garuda Indonesia Terpuruk, Anak Gusdur Undur Diri

Kaltim | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 16:20 WIB

Terkini

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

×