Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Menko Luhut Heran Dalam Negeri Punya Bahan Baku Alkes, Tapi Masih Impor

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Senin, 30 Agustus 2021 | 20:47 WIB
Menko Luhut Heran Dalam Negeri Punya Bahan Baku Alkes, Tapi Masih Impor
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (13/8/2021). [FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui keheranan terhadap industri alat kesehatan dalam negeri.

Pasalnya, kata Luhut, impor alat-alat kesehatan masih tinggi di tengah pandemi covid-19. Padahal, beberapa bahan baku alat kesehatan berasal dari dalam negeri.

Dia menilai, pelaku industri alkes di Indonesia seakan-seakan tidak memanfaatkan bahan baku tersebut, sehingga memutuskan impor.

"Ini yang semestinya kita buat, reagen impor, bagaimana kalau kita buat. Pasar kita 275 juta orang. Kenapa alkes buatnya di Pakistan, padahal bahan bakunya di kita," ujar Luhut dalam Webinar Forum Nasional Kemandirian dan Ketahanaan Industri Alat Kesehatan, Senin (30/8/2021).

Mantan Menkopolhukam ini mengungkapkan, nilai impor alkes  masih tinggi dibandingkan ekspornya.

Ia merinci, nilai impor alkes sebesar USD 912 juta, sedangkan nilai ekspor sekitar USD 556 juta.

Luhut menegaskan, para industri alkes bisa berbenah, dan bisa mengedepankan produk dalam negeri ketimbang harus impor.

"Coba segera bekerja sama. Misal, jarum suntik, ini bisa dikaitkan dengan bajanya Morowali. Jadi ini bisa kita kawinkan semua. Bahannya banyak di Indonesia. Beberapa memang ada yang impor. Tapi jangan sampai kita hanya mengandalkan impor," ucap dia. 

Wakil Ketua KPCPEN ini juga bakal meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pada industri obat. Sebab, obat yang beredar saat ini TKDN-nya tak sampai 50 persen.

baca juga

"Kita mau bikin TKDN-nya 55 persen supaya bisa dalam negeri saja barangnya. China, India, Bangladesh atau Amerika Serikat itu untuk kita belajar."

Luhut pun menegaskan kembali, agar para industri alkes maupun obat untuk mencoba memproduksi barang buatan dalam negeri, meskipun harga alkes dan obat impor lebih murah.

"Kalau mau makai produk dalam negeri Rp 490 triliun lho. Kalau bisa Rp 300 triliun bisa digunakan dalam negeri, kan ini angka gede banget. APD dalam negeri yang dipakai, biar kata APD katanya impor murah, bodo amat."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mal Boleh Buka Sampai Jam 21.00, Luhut Sebut Sambil Uji Coba Sistem Pedulilindungi

Mal Boleh Buka Sampai Jam 21.00, Luhut Sebut Sambil Uji Coba Sistem Pedulilindungi

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 20:27 WIB

PPKM Diperpanjang Seminggu Lagi, Tapi Yogyakarta dan Bali Masih di Level 4

PPKM Diperpanjang Seminggu Lagi, Tapi Yogyakarta dan Bali Masih di Level 4

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 20:01 WIB

Luhut Somasi Aktivis HAM, Pengamat: Pemerintah Anti Kritik dan Otoriter

Luhut Somasi Aktivis HAM, Pengamat: Pemerintah Anti Kritik dan Otoriter

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 15:18 WIB

Menteri Luhut: Pandemi Covid-19 Belum Tentu Selesai 2 Tahun Lagi

Menteri Luhut: Pandemi Covid-19 Belum Tentu Selesai 2 Tahun Lagi

Bisnis | Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:24 WIB

Dear Bobotoh dan Bon Jovi, Begini Aturan Liga 1 2021

Dear Bobotoh dan Bon Jovi, Begini Aturan Liga 1 2021

Jabar | Selasa, 24 Agustus 2021 | 06:00 WIB

Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Luhut Salahkan Warga Sendiri Penyebabnya

Angka Kematian Covid-19 Masih Tinggi, Luhut Salahkan Warga Sendiri Penyebabnya

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 22:14 WIB

Bupati Ini Sebut Menteri Luhut Penjahit, Eks Politisi Demokrat: Tidak Punya Etika

Bupati Ini Sebut Menteri Luhut Penjahit, Eks Politisi Demokrat: Tidak Punya Etika

Sumbar | Senin, 23 Agustus 2021 | 11:15 WIB

Panas! Bupati Banjarnegara Sebut Luhut Menteri Penjahit, Ferdinand Hutahaean Ngamuk

Panas! Bupati Banjarnegara Sebut Luhut Menteri Penjahit, Ferdinand Hutahaean Ngamuk

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 09:21 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB