Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Turun, APBN Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi

Dwi Bowo Raharjo, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 03 September 2021 | 20:14 WIB
Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Turun, APBN Tetap Jadi Penggerak Utama Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers virtualnya, Jumat (6/8/2021). [Tangkapan layar]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati lagi-lagi mengucap syukur atas terus meurunya kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan kondisi tersebut Sri Mulyani mengharapkan roda perekonomian kembali cepat bergeliat meski tetap harus waspada.

Berdasarkan evaluasi data penanganan Covid-19, kondisi Indonesia mengalami perbaikan, saat ini tren positivity rate nasional terus turun dan sekarang di 10,36 persen.

"Kita lihat Alhamdulillah (kasus Covid-19 turun), meskipun kita tahu berat namun kita bersama-sama masyarakat, dunia usaha, pemerintah telah menyebabkan sekarang kasusnya menurun lagi," kata Sri Mulyani dalam webinar Unpad, Jumat (3/9/2021).

Sri Mulyani bercerita sejak kasus Covid-19 menggila akhir Juni dan Juli lalu menyebabkan kegiatan masyarakat hampir seluruhnya lumpuh karena penerapan PPKM, alhasil kata dia laju roda perekonomian kembali tersendat.

"Orang tidak lagi pergi belanja dan yang lain-lain maka ritel dan rekreasi merosot lagi minus-nya 13 persen mobilitas minus-nya 17 persen," katanya.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah yang berdampak pada lumpuhnya mobilitas, tidak lebih untuk melindungi keselamatan masyarakat terhadap ancaman varian delta.

"Tetapi aksesnya di bidang sosial ekonomi sangat berat dan ini artinya kita harus formulasikan lagi kebijakan," katanya.

Kebijakan APBN yang countercyclical kata dia, telah menjadi penyelamat ekonomi nasional, meski APBN harus bekerja sangat keras.

"APBN masih dalam situasi menyangga pemulihan yang masih dalam tahap sangat awal. Kami merevisi APBN hingga dua kali tahun lalu pertama melalui Perpres 54 kemudian Perpres 72 dengan ini kami bersama dengan DPR melakukan secara sangat cepat," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duit Pajak Buat Bansos, Tapi Penyalurannya Salah Alamat

Duit Pajak Buat Bansos, Tapi Penyalurannya Salah Alamat

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 20:11 WIB

Update COVID-19 Jakarta 3 September: Positif 343, Sembuh 822, Meninggal 10

Update COVID-19 Jakarta 3 September: Positif 343, Sembuh 822, Meninggal 10

Jakarta | Jum'at, 03 September 2021 | 19:14 WIB

Sri Mulyani Jelaskan Kenapa Utang Meningkat Terus

Sri Mulyani Jelaskan Kenapa Utang Meningkat Terus

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 18:29 WIB

Bocorkan Cara Perbaiki APBN, Sri Mulyani Singgung Penerimaan Pajak

Bocorkan Cara Perbaiki APBN, Sri Mulyani Singgung Penerimaan Pajak

Bisnis | Jum'at, 03 September 2021 | 17:53 WIB

Terkini

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:11 WIB

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Bisa Bawa Hingga 64 Kg

Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi, Bisa Bawa Hingga 64 Kg

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:02 WIB

Patra Jasa Perkuat Strategi ESG Lewat Dekarbonisasi

Patra Jasa Perkuat Strategi ESG Lewat Dekarbonisasi

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:57 WIB

×