alexametrics

Pandemi Belum Berlalu, Tapi Hajatan IPO Makin Marak

Bangun Santoso | Mohammad Fadil Djailani
Pandemi Belum Berlalu, Tapi Hajatan IPO Makin Marak
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Mengutip data BEI, Minggu (12/9/2021) terdapat 9 Pencatatan Perdana Saham di BEI yang 5 di antaranya tercatat pada Rabu (8/9/2021)

Suara.com - Sepanjang pekan lalu pasar modal Indonesia agak sedikit ramai, pasalnya pasar modal tanah air kedatangan 9 emiten baru yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Mengutip data BEI, Minggu (12/9/2021) terdapat 9 Pencatatan Perdana Saham di BEI yang 5 di antaranya tercatat pada Rabu (8/9/2021). Berikut rinciannya:

Pada Senin (6/9/2021) BEI kedatangan 2 Perusahaan Tercatat ke-30 dan ke-31 tahun 2021 yaitu PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) serta PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) yang keduanya tercatat di Papan Pengembangan BEI.

GPSO merupakan Perusahaan Tercatat yang bergerak pada sektor industrials dengan sub sektor Industrial Goods dan industry Machinery dengan sub industri Industrial Machinery and Components.

Baca Juga: Sepanjang Pekan Ini IHSG Merosot 0,52 Persen

Sedangkan OILS merupakan Perusahaan Tercatat yang bergerak pada sektor Consumer Non-Cyclicals dengan sub sektor Food & Beverage dan industri Agricultural Products dengan sub industri Plantations & Crops. Selain saham, GPSO dan OILS masing-masing juga mencatatkan waran di BEI.

Pada keesokan harinya, Selasa (7/9) PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (Kode Saham: MCOL) resmi menjadi Perusahaan Tercatat ke-32 pada tahun 2021 di BEI. MCOL yang tercatat pada Papan Utama BEI ini merupakan Perusahaan Tercatat pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal dan industri Coal dengan sub industri Coal Production.

Sementara pada Rabu (8/9/2021) BEI kedatangan 5 Perusahaan Tercatat sekaligus dalam satu hari perdagangan, kelima Perusahaan tersebut ialah PT Global Sukses Solusi Tbk, (RUNS), PT Cemindo Gemilang Tbk, (CMNT), PT Kedoya Adyaraya Tbk, (RSGK), PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk, (SBMA), serta PT GTS Internasional Tbk (GTSI).

Lima perusahaan tersebut merupakan Perusahaan Tercatat ke-33, ke-34, ke-35, ke-36, dan ke-37 di BEI.

RUNS adalah Perusahaan Tercatat yang bergerak di sektor Technology dengan sub sektor Software & IT Services, serta industri dan sub industri Software. CMNT bergerak di sektor dan sub sektor Basic Materials, serta industri dan sub industri Construction Materials. Selanjutnya, RSGK sebagai Perusahaan Tercatat yang bergerak pada sektor Healthcare dengan sub sektor Healthcare Equipment & Providers, industri dan sub industri Healthcare Providers.

Baca Juga: IPO Pekan Depan, Wakil Direktur Semen Merah Putih Beberkan Strategi Perseroan

Berikutnya adalah SBMA yang merupakan Perusahaan Tercatat dengan sektor serta sub sektor Basic Materials dan industri Chemicals, sub industri Basic Chemicals. Selain saham, SBMA juga mencatatkan waran di BEI.

Terakhir, yaitu GTSI yang bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal, dengan kategori industri dari Perusahaan adalah Oil & Gas dan sub industri Oil & Gas Storage & Distribution. CMNT, RSGK, dan GTSI tercatat pada Papan Utama BEI, sedangkan SBMA tercatat pada Papan Pengembangan BEI, RUNS tercatat pada Papan Akselerasi BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sampai dengan 8 September 2021, telah tercatat 749 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia.

Sementara kata dia perusahaan yang sedang bersiap untuk IPO sebanyak 23 perusahaan lagi.

"Hingga saat ini terdapat 23 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Nyoman melalui pesan singkatnya dikutip, Minggu (12/9/2021).

Dari 23 perusahaan tersebut Nyoman sedikit membocorkan bahwa terdapat 1 perusahaan di sektor technology dan 1 perusahaan di sektor energy dengan bidang usaha renewable energy atau energi terbarukan.

Sebagai informasi, berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

  • 4 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp 50 Miliar)
  •  7 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp 50 Miliar s.d. Rp 250 Miliar)
  •  12 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp 250 Miliar)

dan rincian sektornya adalah sebagai berikut:

  • 1 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
  •  3 Perusahaan dari sektor Industrials;
  •  1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics;
  •  4 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
  •  7 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
  •  1 Perusahaan dari sektor Technology;
  •  2 Perusahaan dari sektor Energy;
  •  2 Perusahaan dari sektor Financials;
  •  1 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;
  •  1 Perusahaan dari sektor Infrastructures.

"Bursa senantiasa mendukung semua sektor utk dapat meutilisasi ekistensi pasar modal utk dapat bertumbuh, khususnya perusahaan yg memanfaatkan teknologi utk meng-create inovasi dan juga renewable energy," pungkasnya.

Komentar