Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Mau Main Saham? Pahami Dulu 4 Istilah Ini

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 30 September 2021 | 13:12 WIB
Mau Main Saham? Pahami Dulu 4 Istilah Ini
Ilustrasi memantau pergerakan harga saham.

Suara.com - Pertanyaan sebenarnya bukanlah "Mau Main Saham?" tetapi seharusnya "Mau Investasi Saham?". Investasi saham tentunya bisa memberikan return yang tinggi, akan tetapi, risiko dalam investasi saham juga sangat tinggi.

Para calon investor tidak boleh gegabah dalam mengambil segala keputusan karena menyangkut dengan dana yang diinvestasikan.

Untuk para calon investor yang lagi merencanakan dan bersiap untuk investasi saham, salah satu faktor yang harus diperhatikan para calon investor sebelum berinvestasi saham adalah dengan memperlajari rasio keuangan dalam laporan keuangan perusahaan.

Hal ini dibutuhkan agar para calon investor dapat memahami internal perusahaan lebih dalam. Perusahaan yang sehat secara finansial, memiliki fundamental yang kuat dan prospek yang baik dapat memperbesar keuntungan dan meminimalisir risiko pada modal kalian.

Ada empat rasio keuangan bagi para calon investor yang dapat menjadi patokan awal sebelum memilih perusahaan:

PBV (Price to Book Value)

PBV merupakan rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan. PBV adalah ukuran untuk menilai mahal atau murahnya saham sebuah perusahaan. Rasio PBV memperlihatkan banyaknya pemegang saham yang membiayai aset bersih perusahaan.

Pada umumnya rasio PBV diatas nilai 1 tergolong mahal dan apabila dibawah nilai 1 tergolong murah. Perlu diingat, harga saham yang murah bukan jaminan untuk mendapatkan keuntungan besar dan harga saham yang mahal bukan jaminan para calon investor akan mendapat keuntungan yang kecil.

Rumus PBV:

PBV = Harga Lembar Saham / Book Value

Contoh Rasio PBV:

Harga per lembar saham Perusahaan XYZ sebesar Rp.1000 dan nilai buku per lembar saham sebesar Rp.800.

PBV = Rp.1000 / Rp.800 = 1,25

Berarti PBV Perusahaan XYZ adalah 1,25

Berdasarkan perhitungan PBV diatas, PBV Perusahaan XYZ adalah 1,25x lipat. Berarti
harga saham Perusahaan XYZ tergolong mahal.

PER (Price Earning Ratio)

PER adalah rasio untuk menilai perusahaan yang diukur dari harga saham saat ini terhadap laba per lembar sahamnya (EPS). Untuk tiap lembar saham, PER memperlihatkan harga saham saat ini setara dengan berapa kali pendapatan bersih selama satu tahun.

PER 7x memiliki artian harga saham setara dengan laba bersih perusahaan selama 7 tahun.

Semakin tinggi nilai PER mengindikasikan optimisme pasar memandang masa depan perusahaan dan semakin rendah nilai PER mengindikasikan pesimisme pasar memandang masa depan perusahaan.

Rumus PE:

PER = Harga Lembar Saham / Laba per Saham

Contoh Rasio PER:

Harga lembar saham Perusahaan XYZ adalah Rp.300 dengan laba per saham (EPS) Rp.15.

PER = Rp.300 / Rp.15 = 20x

Berarti PER Perusahaan XYZ adalah 20x.

Berdasarkan perhitungan PER diatas, harga saham Perusahaan XYZ setara dengan laba perusahaan selama 20 tahun.

PEG (Price to Earning Growth)

PEG adalah rasio untuk menghitung nilai suatu saham berdasarkan laba saat ini dan potensi perkembangannya di masa depan. Perhitungannya adalah PER dibagi dengan pertumbuhan laba dalam satu tahun. Semakin rendah rasio PEG, maka semakin baik peluang harga saham tersebut dapat meningkat di masa depan.

Rumus PEG:

PEG = PER / Pertumbuhan EPS Tahunan.

Contoh Rasio PEG:

Sebelum menghitung PEG, para calon investor harus menghitung pertumbuhan EPS terlebih dahulu.

Perusahaan XYZ memiliki PER sebesar 20x. EPS tahun pada tahun 2019 sebesar Rp.250 dan pada tahun 2020 Rp.475.

Pertumbuhan EPS = (EPS 2020 – EPS 2019) / EPS 2019

Pertumbuhan EPS = (Rp.285 – Rp.250) / Rp.250

Pertumbuhan EPS = 0,14 atau 14%

Setelah menghitung Pertumbuhan EPS, dilanjutkan dengan menghitung PEG.

PEG = 20x / 14%

PEG = 142% atau 1,42

Berdasarkan perhitungan PEG diatas, Perusahaan XYZ memiliki PEG 1,42 dan sudah
tergolong mahal.

Dividen Yield

Dividend Yield adalah bagian keuntungan yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Apabila perusahaan membukukan keuntungan yang besar, perusahaan dapat membagikan keuntungannya kepada para pemegang saham.

Dividen yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham merupakan selisih antara laba perusahaan dikurangi laba ditahan.

Rumus Dividen Yield:

Dividend Yield = (Dividen per lembar Saham Tahunan / Nilai Pasar per lembar Saham) x 100

Contoh Dividen Yield:

Harga saham perusahaan XYZ sebesar Rp.4000 dan dividen per lembar saham tahunan yang dibagikan sebesar Rp.350.

Dividen Yield = (Rp.350 / Rp.4000) x 100

Dividen Yield = 8,75%

Berdasarkan perhitungan Dividen Yield diatas, Perusahaan XYZ membagikan dividen
sebesar 8,75%. Keuntungan dalam investasi saham sangatlah tinggi namun juga penuh risiko.

Dengan mempelajari rasio-rasio keuangan sebuah perusahaan, para calon investor dapat mengurangi risiko dan memperbesar keuntungan dari berinvestasi saham. (Ryan Andrejavier)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Pebisnis Ini Prediksi Masa Depan Bitcoin Makin Cerah Meski Tertekan Kebijakan China

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 12:35 WIB

Menguat, IHSG Kamis Pagi Dibuka Naik ke Level 6.175

Menguat, IHSG Kamis Pagi Dibuka Naik ke Level 6.175

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 09:20 WIB

Kasus Investasi Bodong Oknum Guru SD, Warga Dumai Tertipu Ratusan Juta

Kasus Investasi Bodong Oknum Guru SD, Warga Dumai Tertipu Ratusan Juta

Riau | Rabu, 29 September 2021 | 19:27 WIB

Terkini

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:25 WIB

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:04 WIB

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Jalur Distribusi Tertahan di Selat Hormuz, Australia Lirik Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:51 WIB

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Begini Kesiapan Pos Indonesia Jelang BUMN Logistik Dijadikan Satu

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:45 WIB

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Siapa Hery Susanto: Ketua Ombudsman dengan Gaji Selangit, 6 Hari Kerja Sudah Ditangkap

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:40 WIB

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Harga Bahan Baku Melonjak, Pelaku Usaha Ritel Minta Impor Dipermudah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:15 WIB

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

IHSG Terkoreksi di Sesi I, 344 Saham Anjlok

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:03 WIB

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Menilik Labirin Penarikan Dana Trading: Mengapa Transfer Internasional Tak Pernah Instan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 13:01 WIB

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:40 WIB