Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Inggris Krisis Energi, Pakar Minta Indonesia Manfaatkan Peluang Pasarkan Migas

M Nurhadi

Senin, 04 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Inggris Krisis Energi, Pakar Minta Indonesia Manfaatkan Peluang Pasarkan Migas
Suasana di salah satu SPBU di Inggris di tengah kondisi kelangkaan BBM yang melanda negara itu. (Foto: AFP)

Suara.com - Inggris tengah dihadapkan dengan krisis energi dalam beberapa hari terakhir. Namun, hal ini justru dianggap jadi peluang komoditas gas dari Indonesia.

Pasalnya, Indonesia kini memiliki potensi besar jadi pemasok gas untuk Inggris di tengah terganggunya pasokan dari Rusia, dan Amerika Serikat.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menyebut, persaingan Amerika Serikat dan Rusia diduga jadi penyebab krisis energi di Inggris.

Ia lantas menyebut, Indonesia sebagai negara yang cukup netral bisa menjadi alternatif pemasok gas ke Eropa.

Namun demikian, hal ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya, harga gas yang masih cukup mahal karena biaya produksi di dalam negeri yang sudah termasuk cukup tinggi.

“Sering kali dalam berbisnis, kita sebagai buyer selalu mencari alternatif, untuk menghindari kejadian seperti saat ini walaupun dengan harga yang lebih mahal, sehingga masih bisa menjadi peluang menurut saya,” kata dia.

Melansir dari TheGuardian via Solopos.com --jaringan Suara.com, krisis energi di Inggris disebabkan oleh sejumlah faktor yakni bangkitnya aktivitas di China pasca-Covid-19.

Dampaknya, saat ini harga komoditas energi di pasar global meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dari negara-negara di Asia dan Eropa yang mengalami musim dingin.

Saat ini, harga gas di Inggris sudah lebih dari empat kali lipat dari lalu 2020, 180 sen dari sekitar 40 sen. Pada bulan lalu saja, harga gas di Inggris telah naik 70 persen.

Tingginya aktivitas pemulihan China membuat negara itu mengirim lebih banyak kapal tanker dan menyebabkan lebih sedikit pengiriman ke Eropa dari negara-negara seperti Qatar.

Dampaknya, Eropa saat ini sangat kekurangan gas hingga aliran pipa gas ke Eropa dari Rusia gagal menutupi kekurangan tersebut.

Perusahaan gas Rusia, Gazprom, menolak untuk meningkatkan ekspornya ke Eropa hingga menyebabkan harga gas di Inggris semakin meningkat.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Fakta Menarik Usai Laga Liverpool vs Man City Berakhir Imbang

7 Fakta Menarik Usai Laga Liverpool vs Man City Berakhir Imbang

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:38 WIB

Said Iqbal Cs Bakal Deklarasikan Partai Buruh, Begini Respons Partai Gerindra

Said Iqbal Cs Bakal Deklarasikan Partai Buruh, Begini Respons Partai Gerindra

News | Senin, 04 Oktober 2021 | 11:18 WIB

Harry dan Meghan Kulineran di New York, Mantan Pengawal Putri Diana Beri Komentar Menohok

Harry dan Meghan Kulineran di New York, Mantan Pengawal Putri Diana Beri Komentar Menohok

Lifestyle | Senin, 04 Oktober 2021 | 10:15 WIB

5 Hits Bola: Lionel Messi Melempem, PSG Dipermalukan Rennes di Ligue 1

5 Hits Bola: Lionel Messi Melempem, PSG Dipermalukan Rennes di Ligue 1

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 09:31 WIB

Tepis Hobi Pelihara Land Rover Mahal, Offroader Ini Malah Dapat Keuntungan

Tepis Hobi Pelihara Land Rover Mahal, Offroader Ini Malah Dapat Keuntungan

Jabar | Senin, 04 Oktober 2021 | 09:10 WIB

Liverpool vs Man City Berakhir Imbang, Begini Komentar Pep Guardiola

Liverpool vs Man City Berakhir Imbang, Begini Komentar Pep Guardiola

Bola | Senin, 04 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Terkini

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

IHSG Gaspol Menghijau 4,82% Hingga Sesi I, Saham BBRI Wajib Dipantau

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:08 WIB

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB