Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 24 April 2026 | 21:35 WIB
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
Ilustrasi tembakau. (Dok: Pexels.com)
baca 10 detik
  • Pelaku industri dorong regulasi Tobacco Harm Reduction (THR) untuk tekan prevalensi merokok.
  • Belajar dari Inggris, produk alternatif jadi alat transisi efektif bagi perokok dewasa.
  • Asosiasi minta pemerintah perketat pengawasan produk ilegal ketimbang larangan total.

Suara.com - Sejumlah asosiasi industri dan pemerhati kesehatan mendesak Pemerintah Indonesia untuk mulai melirik pendekatan Tobacco Harm Reduction (THR) atau pengurangan risiko tembakau. Strategi ini dinilai lebih progresif dan realistis untuk menekan prevalensi merokok di tanah air yang masih tergolong tinggi.

Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Ariyo Bimmo mengungkapkan, kebijakan publik yang efektif dalam menurunkan angka perokok harus berbasis risiko secara konsisten. Ia merujuk pada fakta ilmiah bahwa produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan, memiliki profil risiko yang jauh lebih rendah ketimbang rokok konvensional.

“Ketika alternatif yang lebih rendah risiko ditutup total, maka pada dasarnya kita ‘mengunci’ perokok pada kebiasaan lamanya. Rokok elektronik bukan solusi ajaib, tapi dalam kerangka THR, ini adalah alat transisi bagi perokok dewasa,” ujar Ariyo dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

Ariyo menyoroti keberhasilan Inggris yang sukses menurunkan prevalensi merokok dari 11,1 persen di tahun 2023 menjadi 10,6 persen pada 2024. Melalui program “Swap to Stop”, pemerintah Inggris memberikan vape gratis dan pendampingan bagi perokok dewasa agar beralih ke produk yang lebih rendah risiko.

“Kita tidak perlu meniru mentah-mentah, tapi ada pelajaran penting. Harus ada proteksi ketat terhadap anak-anak dan non-perokok, serta pengawasan kualitas produk yang kuat,” tegasnya.

Senada dengan Ariyo, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menilai wacana pelarangan total produk tembakau alternatif justru kontraproduktif dengan target pemerintah. Menurutnya, masalah utama yang harus diberantas adalah penyalahgunaan dan peredaran produk ilegal, bukan menutup akses produk bagi perokok dewasa yang ingin beralih.

“Vape ilegal adalah ancaman nyata. Kami di AKVINDO terus mendorong konsumen untuk hanya membeli dari toko resmi dan menolak produk oplosan,” jelas Paido.

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang tepat sasaran. AKVINDO pun menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk memastikan pengawasan di lapangan berbasis pada data dan fakta ilmiah.

“Isu penyalahgunaan harus dibahas dengan bukti, bukan opini menyesatkan yang mengaburkan fokus masalah utama, yaitu peredaran produk ilegal,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Foto | Jum'at, 24 April 2026 | 19:38 WIB

Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar

Dari Banner ke Influencer: Cara Baru Industri Rokok Menjangkau Anak Jadi Target Pasar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:16 WIB

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB

Terkini

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

AiMOGA Perkenalkan Robot Humanoid Mobo untuk Pendamping Keluarga di Ekosistem Pintar Chery

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:37 WIB

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

Menghidupkan Jiwa Kota Tua Jakarta Lewat Resep Bersejarah Asakusa dan Kagurazaka

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Kabar Baik untuk Timnas Indonesia, Mees Hilgers Akhiri Puasa Bermain 520 Hari

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka

Kaltim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

Titik Rawan Banjir Jaksel Dibenahi: Lumpur Kali Mampang Diangkat, Tanggul Diperkuat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Tampil Stand Out ala Profesional dalam Buku Presentasi yang Mencekam

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Beda Impor Migas via Pertamina dan Lemigas, Bahlil Sebut Tak Pakai APBN

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

×