Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

PIP Makassar yang Akan Genap 100 Tahun Komitmen Cetak Pelaut Prima

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 05 Oktober 2021 | 15:36 WIB
PIP Makassar yang Akan Genap 100 Tahun Komitmen Cetak Pelaut Prima
PIP Makassar.

Suara.com - Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan di Perhubungan Laut/Pelayaran Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, yang merupakan institusi pendidikan pelayaran tertua di Indonesia akan genap berusia 100 tahun pada 13 Oktober 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Dr. Capt. A. Arif Priadi, menyampaikan bahwa PIP Makassar sebagai Perguruan Tinggi Pelayaran tertua telah memiliki sejarah panjang dan berkontribusi luar biasa dalam membangun pelayaran Indonesia.

Ia menambahkan, meskipun telah memiliki sejarah panjang di bidang pendidikan transportasi laut, pihaknya mendorong PIP Makassar untuk terus berinovasi dalam mencetak pelaut yang prima, professional, dan beretika serta mengadaptasi teknologi informasi dalam bisnis prosesnya khususnya dalam memasuki Era Society 5.0.

“Perguruan tinggi pelayaran, tidak terkecuali PIP Makassar memiliki peran penting dalam menciptakan SDM unggul, andal, inovatif, kreatif, dan berdaya saing baik secara nasional maupun internasional untuk mewujudkan konektifitas dan keselamatan pelayaran. Hal ini sejalan dengan program strategis pemerintah dan tentunya arahan Bapak Menteri Perhubungan bahwa kualitas SDM merupakan backbone kemajuan dunia transportasi,” kata Ses. BPSDMP ditulis Selasa (5/10/2021).

Didirikan pada masa kolonial, PIP Makassar semula bernama Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen te Makassar (Sekolah Kejuruan untuk Awak Kapal Pribumi di Makassar) mendidik anak buah kapal dari kalangan pribumi dengan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.

Pada tahun 1921 dibangun gedung sekolah untuk menampung para calon kelasi (matrozen) sekaligus memfasilitasi kegiatan-kegiatan pendidikan, terutama dalam bidang Pelayaran.

Momentum pembangunan gedung dan kegiatan pendidikan untuk ini menjadi bukti sejarah dan cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan tingi vokasi pelayaran yang saat ini bernama Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.

Hingga saat ini tercatat PIP Makassar telah mengalami perubahan nama dan kelembagaan yaitu dimulai pada tahun 1921 – 1942 dengan nama Kweekschool voor Inlandsche Schepelingen te Makassar.

Sekolah pelayaran di Makassar ini sempat tutup pada zaman Pendudukan Jepang, dan akhirnya dibuka kembali pada 1 Agustus 1946 menjadi Opleiding Scheepvaartschool Celebes untuk tingkat rendah dan Middelbare Zeevaart School untuk tingkat menengah.

Pada periode tahun 1950 – 1963 Middelbare Zeevaart School berubah nama menjadi Sekolah Latihan Penyeberangan Laut Sulawesi (SLPS) dan mulai terbagai menjadi dua jurusan yaitu Nautika dan Teknika.

Pada tahun 1963 - 1964 karena re-organisasi lembaga negara maka dikeluarkan SK Menteri Perhubungan Laut No. Pd 1/9/8 tanggal 06 Agustus 1963, sehingga secara resmi SLPS mengganti nama menjadi Sekolah Pelayaran dan Perkapalan Makassar (SPPM).

Perubahan nama kembali terjadi pada tahun 1964 - 1972 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Laut No. LP.1/1/2 tanggal 28 Mei 1964, SPPM kembali berubah nama menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Makassar (SPMM).

Pada tahun 1971 kota Makassar berubah nama menjadi Ujung Pandang, sehingga pada tahun 1972 hal tersebut ikut mengubah nama SPMM menjadi Sekolah Pelayaran Menengah Ujung Pandang (SPM-UP).

Perubahan besar mulai terjadi setelah tahun 1983, dimana untuk meningkatkan pendidikan kepelautan yang berkelanjutan dan didukung oleh organisasi yang baik maka berdsarkan SK Menteri Perhubungan No. KM 279/OT.001/Phb-79 tanggal 19 September 1979, Sekolah Pelayaran Menengah (SPM) Ujung Pandang ditingkatkan menjadi Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Ujung Pandang yang setingkat dengan akademi.

Mulai saat itu sekolah pelayaran di kota Makassar ini tidak lagi menjadi sekolah menengah pelayaran dan mulai menerima Taruna Program Strata-A angkatan I (pertama) dari lulusan SMA.

Sejak tahun 1999, Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran Ujung Pandang berganti nama menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar yang sekarang dikenal, dengan program pendidikan Diploma-IV Pelayaran. Pergantian nama ini dilakukan seiring dengan perubahan nama Kotamadya Ujung Pandang yang kembali menjadi Makassar di tahun yang sama (1999), tepat di akhir masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

Sebagai Perguruan Tinggi, PIP Makassar sejak tahun 2014 telah terakreditas B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk 3 (tiga) Program Studi. Bulan Agustus tahun 2021 Program Studi Nautika mendapatkan akreditasi A (Unggul). Untuk akreditasi Program Studi Teknika dan Ketatalaksanaan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan serta akreditasi lembaga sedang dalam proses.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Perhubungan Lantik 218 Taruna PIP Makassar Menjadi Perwira Transportasi

Menteri Perhubungan Lantik 218 Taruna PIP Makassar Menjadi Perwira Transportasi

Bisnis | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 11:08 WIB

STIP Jakarta Gandeng UGM Buka Prodi S2, Upaya Tingkatkan Kualitas Riset Pelaut

STIP Jakarta Gandeng UGM Buka Prodi S2, Upaya Tingkatkan Kualitas Riset Pelaut

Jogja | Minggu, 26 September 2021 | 12:01 WIB

Pengusaha Ajak Anak Yatim Terdampak Covid-19 Terjun ke Industri Pelayaran

Pengusaha Ajak Anak Yatim Terdampak Covid-19 Terjun ke Industri Pelayaran

Bisnis | Jum'at, 24 September 2021 | 10:46 WIB

Terkini

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB