alexametrics

De Heus Bangun RPH dan Pabrik Pakan Ternak di Pasuruan, Bagimana Nasib Pengusaha Lokal?

M Nurhadi
De Heus Bangun RPH dan Pabrik Pakan Ternak di Pasuruan, Bagimana Nasib Pengusaha Lokal?
Pabrik Perusahaan Pakan Ternak dan Rumah Potong Hewan Teknologi Tinggi De Heus (De Heus)

Koen de Heus menjelaskan investasinya di Jawa Timur akan membangun pakan ternak berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani lokal.

Suara.com - Rencana perusahaan pakan ternak dan rumah potong hewan asal Belanda De Heus yang akan ekspansi ke Indonesia disambut baik oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengaku siap memfasilitasi pengurusan perizinan dan insentif fiskal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, ia berharap De Heus untuk bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal dalam menjalankan bisnisnya.

"Kami juga ingatkan agar nantinya De Heus bekerja sama dengan UMKM dan pengusaha lokal di daerah dalam merealisasikan rencana investasinya. Untuk pengurusan perizinan dan insentif, kita akan bantu," ujar Bahlil, saat pertemuan dengan CEO De Heus Animal Nutrition Koen de Heus di Amsterdam, Senin (11/10/2021).

Untuk informasi, De Heus akan berinvestasi senilai 50 juta dolar AS dalam proyek pembangunan industri pakan ternak di Kawasan Industri (KI) Pasuruan, Jawa Timur, serta pembangunan rumah potong hewan berteknologi tinggi.

Baca Juga: Belanda Menang Tipis atas Latvia, Davy Klaassen Cetak Gol Tunggal

Bahlil menambahkan, saat ini Indonesia sedang membangun sekitar 30.000 hektare lahan baru jagung di Indonesia, tepatnya di Papua, dengan kapasitas produksi hingga 900.000 ton/tahun.

Secara terpisah, CEO De Heus Koen de Heus mengapresiasi dukungan Kementerian Investasi/BKPM. 

Koen de Heus menjelaskan investasinya di Jawa Timur saat ini akan membangun pakan ternak berteknologi tinggi, dengan model bisnis yang bekerja sama dengan petani lokal.

"Dengan kebutuhan bahan baku sebesar 500.000-600.000 ton/tahun, kami harap pemerintah Indonesia dapat menjaga keseimbangan harga jagung dan kesejahteraan petani jagung dengan adanya harga yang sesuai," kata Koen de Heus.

De Heus sudah berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015, bergerak di bidang industri produk farmasi hewan, industri konsentrat makanan hewan, dan industri makanan ransum hewan.

Baca Juga: Link Live Streaming Kualifikasi Piala Dunia 2022: Latvia vs Belanda

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, Penanaman Modal Asing (PMA) asal negara Belanda selama periode 2016-triwulan II 2021 menempati posisi ke lima dengan realisasi investasi mencapai 9,2 miliar dolar AS. Capaian tersebut mencakup total 7.608 proyek dan menyerap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebanyak 108.082 orang.

Komentar