alexametrics

Undang Industri Baterai Mobil Listrik ke Indonesia, Meninves Kunjungi Volkswagen

RR Ukirsari Manggalani
Undang Industri Baterai Mobil Listrik ke Indonesia, Meninves Kunjungi Volkswagen
Kawasan industri di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan Maluku Utara, akan produksi baterai mobil listrik, sedang memasuki tahap konstruksi akhir [ANTARA/Abdul Fatah/am]

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dorong Volkswagen bangun industri bahan baku baterai listrik di Tanah Air.

Suara.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mendorong Volkswagen untuk membangun industri bahan baku baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Dikutip kantor berita Antara dari keterangan tertulis BKPM pada Selasa (12/10/2021), ajakan ini disampaikan Meninves saat bertemu langsung dengan Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall dalam kunjungan kerjanya ke Wolfsburg, Jerman, Jumat (8/10/2021).

"Saya datang langsung ke sini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam memfasilitasi rencana investasi Volkswagen di Indonesia. Tidak usah khawatir dengan perizinan dan insentif yang akan diberikan pemerintah Indonesia. Kami akan urus langsung," jelas Meninves dalam keterangan tertulisnya.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Volkswagen di Wolfsburg, Jerman, Jumat (8/10/2021) [ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM]
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam pertemuan dengan Volkswagen di Wolfsburg, Jerman, Jumat (8/10/2021) [ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM]

Pada pertemuan dengan para pembesar Volkswagen, Bahlil Lahadalia menjelaskan tentang komitmen pemerintah RI dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga: Renault Twingo Urban Night Limited Edition, Hadir dalam Versi Mobil Listrik dan ICE

Oleh karena itu, Kementerian Investasi/BKPM siap memfasilitasi kebutuhan bahan baku industri baterai dan kendaraan listrik Volkswagen di Eropa dan seluruh dunia.

Lebih lanjut, Meninves terus mendorong Volkswagen untuk merealisasikan rencana investasi mereka dalam industri pemurnian nikel hingga produksi Precursor Cathode Active Materials (PCAM) di Indonesia.

Dengan potensi Tanah Air yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia akan menjadi peluang bagi produsen mobil listrik di dunia untuk masuk dan berinvestasi di negeri kita.

"Saya ingin ada banyak pemain di industri baterai dan mobil listrik di Indonesia agar industri ini tumbuh pesat. Supaya konsumen memiliki banyak pilihan dan harga pun menjadi kompetitif," tegas Meninves.

Sementara dari pihak Volkswagen, Chairman of the Board of Management (CEO) Volkswagen Group Components Thomas Schmall menyampaikan apresiasinya atas dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM terkait dengan rencana investasi Volkswagen di Indonesia.

Baca Juga: General Motors Kembangkan REE untuk Pembuatan Mobil Listrik

Volkswagen Group mempunyai ketertarikan untuk membangun industri pemurnian nikel hingga PCAM di Indonesia, tidak hanya mengimpor saja dari negara kita.

Volkswagen juga ingin mengetahui lebih lanjut terkait rantai nilai potensial bahan baku baku baterai dari Indonesia untuk kebutuhan pabrik baterai di Eropa yang akan datang serta informasi terkini mengenai regulasi ekspor di Indonesia.

"Kami melihat potensi ekosistem mobil listrik yang besar di Indonesia mengingat berlimpahnya bahan baku yang ada. Kami berharap dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM dalam memberikan rekomendasi pasokan bahan baku serta biaya yang stabil untuk produksi baterai pertama Volkswagen yang dijadwalkan akan dimulai pada triwulan kedua 2025," tandas Thomas Schmall.

Komentar