Dihantui Gelombang COVID-19 dan Kendala Pasokan, Singapura Perketat Kebijakan Moneter

M Nurhadi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:33 WIB
Dihantui Gelombang COVID-19 dan Kendala Pasokan, Singapura Perketat Kebijakan Moneter
Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)

Suara.com - Bank sentral Singapura pada Kamis (14/10/2021) memperketat kebijakan moneternya pertama kali dalam tiga tahun diduga akibat peningkatan biaya yang disebabkan oleh kendala pasokan dan pemulihan ekonomi global.

Singapura jadi negara ke-sekian yang mulai menarik kembali stimulus moneter era pandemi yang berat, karena ancaman inflasi lebih besar daripada risiko pertumbuhan yang ditimbulkan oleh Virus Corona.

Bank sentral yang mengatur kebijakan lewat pengaturan nilai tukar, mengumumkan akan menaikkan kemiringan pita kebijakan mata uangnya, dari nol persen sebelumnya.

Pakar ekonomi, Irvin Seah mengomentari hal ini sebagai imbal hasil dari pertumbuhan dan inflasi yang muncul dari situasi resesi.

"Ini adalah kalibrasi ulang agar sejalan dengan fundamental ekonomi dan saya tidak memperkirakan pengetatan lebih lanjut kecuali kita melihat risiko kenaikan dalam pertumbuhan dan inflasi," katanya.

Singapura berhasil pulih dari resesi tahun lalu yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kini membuka kembali perbatasannya dengan 84 persen populasinya divaksinasi penuh terhadap virus tersebut. 

Hanya dua lembaga keuangan, termasuk DBS, yang memperkirakan pengetatan, dengan 11 lainnya memperkirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan tetap bertahan, dalam jajak pendapat Reuters.

Alih-alih menggunakan suku bunga, MAS mengelola kebijakan moneter dengan membiarkan dolar Singapura naik atau turun terhadap mata uang mitra dagang utamanya dalam kisaran yang dirahasiakan.

MAS menyesuaikan kebijakannya melalui tiga tuas: kemiringan, titik tengah, dan lebar pita kebijakan, yang dikenal sebagai Nominal Effective Exchange Rate (Nilai Tukar Efektif Nominal) atau S$NEER.

baca juga

Bank sentral Singapura memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan mencapai nilai potensial pada tahun depan, namun tetap bergantung pada perkembangan wabah COVID-19.

Inflasi diperkirakan akan naik menjadi 1-2 persen tahun depan, dan hampir 2,0 persen dalam jangka menengah.

Meningkatkan kemiringan pita kebijakan secara efektif meningkatkan nilai dolar lokal dalam ekonomi yang bergantung pada perdagangan Singapura, secara teori membuat impor lebih murah dan ekspor lebih mahal.

Pembuat kebijakan di seluruh dunia semakin khawatir tentang dampak melonjaknya biaya bahan atau material, didorong oleh kemacetan rantai pasokan dan ketika ekonomi dibuka kembali dari penguncian Virus Corona.

Pada ahun 2021 MAS memperkirakan inflasi inti mendekati ujung atas kisaran perkiraan 0-1 persen. Pengukur harga utama naik dengan laju tercepat dalam lebih dari dua tahun pada Agustus.

Sementara, per hari ini Dolar Singapura melonjak sekitar 0,3 persen setelah pengumuman kebijakan ke level tertinggi tiga minggu di 1,3475 dolar Singapura per dolar AS, sebelum turun sedikit ke 1,3490 dolar Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Minta Maaf Anggota Polisi Lakukan Intimidasi kepada Dua Jurnalis

Polri Minta Maaf Anggota Polisi Lakukan Intimidasi kepada Dua Jurnalis

Depok | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Bupati Pamekasan Sebut Masyarakat Mulai Sadar, Tak Ada Paksaan Vaksinasi Covid-19

Bupati Pamekasan Sebut Masyarakat Mulai Sadar, Tak Ada Paksaan Vaksinasi Covid-19

Jatim | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Positif Corona Melandai, 86.974 Orang Warga Sumbar Sembuh dari Covid-19

Positif Corona Melandai, 86.974 Orang Warga Sumbar Sembuh dari Covid-19

Sumbar | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:10 WIB

Belasan Anjing Dibunuh di Australia, Picu Kemarahan Masyarakat Internasional

Belasan Anjing Dibunuh di Australia, Picu Kemarahan Masyarakat Internasional

Batam | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:27 WIB

Kasus COVID-19 di Korea Selatan Naik Lagi, Gara-gara Varian Delta?

Kasus COVID-19 di Korea Selatan Naik Lagi, Gara-gara Varian Delta?

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:26 WIB

Berani Langgar Prokes Covid-19, Wisman di Bali Bisa Dideportasi, Ini Penjelasan Cok Ace

Berani Langgar Prokes Covid-19, Wisman di Bali Bisa Dideportasi, Ini Penjelasan Cok Ace

Bali | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:06 WIB

Terkini

Buntut Temuan Ombudsman, Ditjenpas Bentuk Tim Usut Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong

Buntut Temuan Ombudsman, Ditjenpas Bentuk Tim Usut Pungli Rp150 Ribu di Lapas Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:42 WIB

5 Penyebab Air Dispenser Galon Bawah Berbau dan Solusinya

5 Penyebab Air Dispenser Galon Bawah Berbau dan Solusinya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 18:41 WIB

Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle

Sukses di Jogja, ZAP Fest 2026 Siap Sambangi 2 Kota Lain dengan Konsep Beauty, Music, dan Lifestyle

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 18:40 WIB

Temuan Mobil Mewah di Lapas Cibinong, Ombudsman Gandeng Korlantas Polri Lacak Pemiliknya!

Temuan Mobil Mewah di Lapas Cibinong, Ombudsman Gandeng Korlantas Polri Lacak Pemiliknya!

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:39 WIB

Alasan Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp18.000 Pada Hari Ini

Alasan Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp18.000 Pada Hari Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 18:35 WIB

Kemenangan Harga Mati! Ini Kata-kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok

Kemenangan Harga Mati! Ini Kata-kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 18:33 WIB

Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen, Said Abdullah Sebut PDIP Konsisten Sejak Awal

Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen, Said Abdullah Sebut PDIP Konsisten Sejak Awal

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:29 WIB

Mengapa Reward Harian dalam Game Bisa Membuat Pemain Lebih Hemat?

Mengapa Reward Harian dalam Game Bisa Membuat Pemain Lebih Hemat?

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 18:29 WIB

Korupsi Pengadaan Lahan Rorotan, Yoory Pinontoan Cs Didakwa Rugikan Negara Rp80 Miliar

Korupsi Pengadaan Lahan Rorotan, Yoory Pinontoan Cs Didakwa Rugikan Negara Rp80 Miliar

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:26 WIB

Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah

Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:25 WIB

×