Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Dihantui Gelombang COVID-19 dan Kendala Pasokan, Singapura Perketat Kebijakan Moneter

M Nurhadi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:33 WIB
Dihantui Gelombang COVID-19 dan Kendala Pasokan, Singapura Perketat Kebijakan Moneter
Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)

Suara.com - Bank sentral Singapura pada Kamis (14/10/2021) memperketat kebijakan moneternya pertama kali dalam tiga tahun diduga akibat peningkatan biaya yang disebabkan oleh kendala pasokan dan pemulihan ekonomi global.

Singapura jadi negara ke-sekian yang mulai menarik kembali stimulus moneter era pandemi yang berat, karena ancaman inflasi lebih besar daripada risiko pertumbuhan yang ditimbulkan oleh Virus Corona.

Bank sentral yang mengatur kebijakan lewat pengaturan nilai tukar, mengumumkan akan menaikkan kemiringan pita kebijakan mata uangnya, dari nol persen sebelumnya.

Pakar ekonomi, Irvin Seah mengomentari hal ini sebagai imbal hasil dari pertumbuhan dan inflasi yang muncul dari situasi resesi.

"Ini adalah kalibrasi ulang agar sejalan dengan fundamental ekonomi dan saya tidak memperkirakan pengetatan lebih lanjut kecuali kita melihat risiko kenaikan dalam pertumbuhan dan inflasi," katanya.

Singapura berhasil pulih dari resesi tahun lalu yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kini membuka kembali perbatasannya dengan 84 persen populasinya divaksinasi penuh terhadap virus tersebut. 

Hanya dua lembaga keuangan, termasuk DBS, yang memperkirakan pengetatan, dengan 11 lainnya memperkirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan tetap bertahan, dalam jajak pendapat Reuters.

Alih-alih menggunakan suku bunga, MAS mengelola kebijakan moneter dengan membiarkan dolar Singapura naik atau turun terhadap mata uang mitra dagang utamanya dalam kisaran yang dirahasiakan.

MAS menyesuaikan kebijakannya melalui tiga tuas: kemiringan, titik tengah, dan lebar pita kebijakan, yang dikenal sebagai Nominal Effective Exchange Rate (Nilai Tukar Efektif Nominal) atau S$NEER.

baca juga

Bank sentral Singapura memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan mencapai nilai potensial pada tahun depan, namun tetap bergantung pada perkembangan wabah COVID-19.

Inflasi diperkirakan akan naik menjadi 1-2 persen tahun depan, dan hampir 2,0 persen dalam jangka menengah.

Meningkatkan kemiringan pita kebijakan secara efektif meningkatkan nilai dolar lokal dalam ekonomi yang bergantung pada perdagangan Singapura, secara teori membuat impor lebih murah dan ekspor lebih mahal.

Pembuat kebijakan di seluruh dunia semakin khawatir tentang dampak melonjaknya biaya bahan atau material, didorong oleh kemacetan rantai pasokan dan ketika ekonomi dibuka kembali dari penguncian Virus Corona.

Pada ahun 2021 MAS memperkirakan inflasi inti mendekati ujung atas kisaran perkiraan 0-1 persen. Pengukur harga utama naik dengan laju tercepat dalam lebih dari dua tahun pada Agustus.

Sementara, per hari ini Dolar Singapura melonjak sekitar 0,3 persen setelah pengumuman kebijakan ke level tertinggi tiga minggu di 1,3475 dolar Singapura per dolar AS, sebelum turun sedikit ke 1,3490 dolar Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Minta Maaf Anggota Polisi Lakukan Intimidasi kepada Dua Jurnalis

Polri Minta Maaf Anggota Polisi Lakukan Intimidasi kepada Dua Jurnalis

Depok | Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB

Bupati Pamekasan Sebut Masyarakat Mulai Sadar, Tak Ada Paksaan Vaksinasi Covid-19

Bupati Pamekasan Sebut Masyarakat Mulai Sadar, Tak Ada Paksaan Vaksinasi Covid-19

Jatim | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:23 WIB

Positif Corona Melandai, 86.974 Orang Warga Sumbar Sembuh dari Covid-19

Positif Corona Melandai, 86.974 Orang Warga Sumbar Sembuh dari Covid-19

Sumbar | Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:10 WIB

Belasan Anjing Dibunuh di Australia, Picu Kemarahan Masyarakat Internasional

Belasan Anjing Dibunuh di Australia, Picu Kemarahan Masyarakat Internasional

Batam | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:27 WIB

Kasus COVID-19 di Korea Selatan Naik Lagi, Gara-gara Varian Delta?

Kasus COVID-19 di Korea Selatan Naik Lagi, Gara-gara Varian Delta?

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:26 WIB

Berani Langgar Prokes Covid-19, Wisman di Bali Bisa Dideportasi, Ini Penjelasan Cok Ace

Berani Langgar Prokes Covid-19, Wisman di Bali Bisa Dideportasi, Ini Penjelasan Cok Ace

Bali | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:06 WIB

Terkini

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

×