Mantan Pejabat BUMN Kritik Harga Tes PCR: Berapa Banyak Untung yang Mereka Nikmati?

M Nurhadi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:41 WIB
Mantan Pejabat BUMN Kritik Harga Tes PCR: Berapa Banyak Untung yang Mereka Nikmati?
ILUSTRASI-Tes PCR yang dilakukan salah seorang petugas [Fitria/Suara.com]

Suara.com - Mantan pejabat BUMN, Said Didu mencurigai tes PCR di Indonesia dimonopoli alias jadi ladang bisnis untuk sejumlah kalangan demi meraup untung besar.

Hal ini ia sampaikan usai Presiden Joko Widodo meminta penyeragaman biaya tes PCR menjadi Rp300 untuk sekali tes. Penurunan harga signifikan ini lantas menimbulkan curiga, karena dianggap tidak masuk akal.

"Kewajiban PCR dengan turunnya harga mulai dari Rp2 juta menjadi Rp 300 ribu meningkatkan kecurigaan terhadap 'bisnis' PCR," tulis Said Didu, dikutip dari akun Twitter miliknya pada Selasa (26/10/2021).

Bahkan, ia juga masih curiga dengan harga yang sudah ditetapkan saat ini, yakni sebesar Rp200 ribu lantaran menurutnya masih ada permainan harga dan kemungkinan harga tes PCR dibawah Rp300 ribu.

"Jika sekarang bisa dengan harga Rp 300 ribu, artinya biayanya di bawah Rp 300 ribu," sebut Said Didu.

Kritik juga ia lontarkan karena tes PCR sebelumnya mencapai jutaan rupiah. Ia menyoroti untung besar yang diraup oknum tertentu dari tes PCR.

Said Didu.[YouTube/MSD]
Said Didu.[YouTube/MSD]

"Mari menduga berapa untung yang sudah mereka nikmati dibalik aturan selama ini?" tanya dia.

Cuitannya itu lantas menarik perhatian warganet hingga di-retweet ribuan kali. Mereka juga tidak henti menyebut tes PCR yang diterapkan hanya jadi ladang untung belaka.

"Tak masalah sebenarnya, jika negara tidak banyak hutang, rakyat sejahtera dan tidak ada korupsi. Tapi jika negara kacau begini ya jadi?" sindir salah seorang netizen, dikutip dari Warta Ekonomi.

baca juga

"Sebenarnya kalau dihitung biaya modal nya kemungkinan timpang banget sama harga PCR nya. Modal stik colok hidung, tenggorakan dan alat analisis nya. Jadi kalau ada yang bilang bisnis menguntungkan ya untung banget. Disitulah pentingnya kebijakan pemerintah buat atur harga," sebut lainnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi Klaim Tes PCR di Indonesia Lebih Murah dari Negara Lain

Menkes Budi Klaim Tes PCR di Indonesia Lebih Murah dari Negara Lain

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:22 WIB

Pemerintah Ogah Subsidi Harga Tes PCR Mandiri, Menkes Budi: Itu Sudah Murah

Pemerintah Ogah Subsidi Harga Tes PCR Mandiri, Menkes Budi: Itu Sudah Murah

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:22 WIB

Kontroversi Naik Pesawat Pakai Tes PCR

Kontroversi Naik Pesawat Pakai Tes PCR

Bisnis | Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:28 WIB

Presiden Minta Harga Tes PCR Dipatok Jadi Rp 300 Ribu, Wamenkes Sebut Reagen Masih Impor

Presiden Minta Harga Tes PCR Dipatok Jadi Rp 300 Ribu, Wamenkes Sebut Reagen Masih Impor

Kalbar | Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:16 WIB

Relawan Joman Sebut Jokowi Tak Nyaman dengan Syarat Wajib PCR untuk Penerbangan

Relawan Joman Sebut Jokowi Tak Nyaman dengan Syarat Wajib PCR untuk Penerbangan

News | Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Bookingan Hotel Untuk Desember di Karangasem Banyak Batal, Keberatan PCR Dan Karantina

Bookingan Hotel Untuk Desember di Karangasem Banyak Batal, Keberatan PCR Dan Karantina

Bali | Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

Heboh 7 Polisi Dimutasi Usai Ciduk Anggota DPRD Nyabu, Gerindra: Kami Dengar Mereka Minta Uang

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:25 WIB

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Pajak Pembayaran Digital: Negara Jangan Bikin Rakyat Makin Waswas

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:20 WIB

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

Stevia Beeru Diduga Mengandung Pemanis Buatan, BPOM Turun Tangan Uji Laboratorium

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:17 WIB

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Siapa Ferry Boboho? Saksi Kunci yang Buka-bukaan di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:14 WIB

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

Donald Trump Isyaratkan Kesepakatan Damai dengan Iran Jelang Pemilu Sela AS

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:13 WIB

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup 4 November 2026, Ini Jadwal Seleksinya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:09 WIB

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Minyak Zaitun Mustika Ratu Bisa untuk Bersihkan Makeup? Kenali Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:07 WIB

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

PPP Memanas! Taj Yasin Dicopot dari Sekjen dan Agus dari Waketum, Mardiono Beberkan Pemicunya

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:06 WIB

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Kisah Rahman Sopir Bengkel Asal Kalimantan Ketiban Rezeki Miliarder Yamaha 2026

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 11:05 WIB

×