Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Aset Kripto Buatan Anak Bangsa Ini Siap Hadir di Bursa Dalam Negeri dan Dunia

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 01 November 2021 | 17:49 WIB
Aset Kripto Buatan Anak Bangsa Ini Siap Hadir di Bursa Dalam Negeri dan Dunia
Ilustrasi kripto (Unsplash)

Suara.com - Kala Coin, aset kripto asli buatan anak bangsa siap untuk hadir dan meramaikan bursa kripto dunia. Hal ini melihat antusias investor asing ataupun dalam negeri untuk berinvestasi di aset kripto. 

Chief Technology Officer (CTO) Kala Coin, Helmi Andi mengatakan, Kala masih sangat optimis mampu memberikan warna berbeda bagi Pasar Kripto Indonesia dan dunia. 

Apalagi, ungkap dia, market Indonesia di mata dunia sendiri masih dianggap sebagai pasar potensial.  Lantaran pengguna kripto di Indonesia masih sangat kecil, jika berbanding total penduduknya. Hanya saja memang dibutuhkan kerja keras terutama dari segi pengenalan market kripto.

"Hingga kini, belum genap 1,5 bulan. Kala Coin telah berhasil meluncurkan berbagai projectnya, diantaranya Kala Wallet yang bisa didownload di google play, Kala Dex yang lengkap dengan fitur farming dan staking. Bahkan yang menarik, reward staking juga berupa stable coin, dan koin lokal Indonesia lainnya," ujar Helmi dalam keterangannya, Senin (1/10/2021).

Helmi menjelaskan,  pemilihan nama token ini sendiri diambil dari nama Bathara Kala yang merupakan figur mitologi dalam tradisi asli kebudayaan Nusantara. 

Dalam hal ini, Kala Coin bakal membangun rasa nyaman dan aman bagi setiap holders-nya, salah satunya dengan melakukan audit Certic dan Techrate. 

"Bahkan dalam pemasaran, Kala Coin telah melakukan audiensi dengan beberapa listing seperti Nomics, Coinsbit, dan Lbank," katanya. 

Helmi menutuurkan, pergerakan industri kripto sangat berkembang. Bergerak dari USD 75.000 Market Cap, dengan harga USD 0,0001, hingga kini telah berhasil mencapai marketcap USD 1.800.000 dengan harga USD 0,040, dalam waktu 40 hari.  

"Hal ini tentu saja berkaitan dengan market indonesia yang semakin bergairah dan mulai menerima kripto sebagai salah satu aset," kata dia. 

baca juga

Kala Coin baru saja mulai melakukan expansi market ke Internasional dengan berkolabosi dengan para influencer digital.

Menurut Aman Matasulu, selaku Founder dari KALA Coin, meyakini, bahwa KALA telah siap untuk melakukan expansi ke Market Global

"Goal kami sederhana, yaitu menjadi token yang mampu menghidupkan komunitas, terutama Indonesia, dan membuktikan ke Dunia, bahwa putra putri Ibu Pertiwi juga bisa untuk bersaing di kancah global dalam dunia criptocurrency," kata Aman 

Dengan berfocus pada projectnya, KALA Coin berharap ini memberikan sebuah nilai keunikan Kala coin, di mana menjadi koin yang mengutamakan utilities. Bahkan, hero project-nya, yaitu NFT Marketplace diprediksi akan hadir pada bulan Januari 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shiba Inu Naik 1000 Persen Dalam Sebulan, Bioskop Ingin Buat SHIB Jadi Alat Pembayaran

Shiba Inu Naik 1000 Persen Dalam Sebulan, Bioskop Ingin Buat SHIB Jadi Alat Pembayaran

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 17:36 WIB

Ethereum Diprediksi Capai US$50.000, Tak Lama Lagi Kalahkan Bitcoin

Ethereum Diprediksi Capai US$50.000, Tak Lama Lagi Kalahkan Bitcoin

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 12:17 WIB

Facebook Jadi Meta, NFT Akan Jadi Karakter Dalam Dunia Virtual Metaverse

Facebook Jadi Meta, NFT Akan Jadi Karakter Dalam Dunia Virtual Metaverse

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 11:50 WIB

Terkini

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:37 WIB

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:32 WIB

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:19 WIB

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:13 WIB

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

TB Hasanuddin Sebut Biaya Latsarmil KDMP Rp30 Juta per Orang, Total Hampir Rp1 Triliun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Tak Perlu Dicicil Lagi? Ini Aturan Baru Pencairan Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:54 WIB

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

BEI Kejar 1.100 Emiten Baru, Indonesia Siap Tantang Bursa Saham Kelas Dunia

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:30 WIB

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

×