Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI Sebut BI-FAST Bisa Buat Biaya Transaksi Bank Lebih Murah

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 03 November 2021 | 17:47 WIB
BI Sebut BI-FAST Bisa Buat Biaya Transaksi Bank Lebih Murah
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bakal meluncurkan infrastruktur perbankan terbaru yaitu BI Fast Payment atau BI-FAST. Infrastruktur teranyar ini diluncurkan BI pada akhir tahun ini. 

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta mengemukakan, banyak keuntungan yang didapat nasabah dengan kehadiran BI-Fast Payment. Salah satunya, biaya-biaya transaksi yang dibebankan nasabah bisa lebih murah. 

Ia menjelaskan, biaya transaksi saat ini lewat sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dibebankan nasabah Rp 2.900 per transaksi, namun lewat BI-Fast biayanya bisa turun Rp 2.500 per transaksi. 

"Harga akan sama dengan semua platform maksimal Rp 2.500 ya. SKNBI maksimal Rp 2.900. Tapi ada beberapa bank menggratiskan. Ini sama dengan BI Fast maksimalnya Rp 2.500. Mudah-mudahan kita bisa menuju ke sana harga yang murah," ujar Filaningsih dalam Taklimat Media, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, tutur Filaningsih, dengan adanya BI-FAST transaksi juga bisa langsung terkirim pada waktu yang sama atau real time. Dengan begitu, nasabah maupun bank tidak menunggu waktu yang lama untuk bertransaksi. 

"Karakter BI-FAST ini dikembangkan untuk menciptakan sistem pembayaran ritel di level nasabah yang butuh cepat kapan saja dan di mana saja. Nanti kita menjanjikan 25 detik langsung masuk duitnya. Ini real time. Uangnya bisa berpindah langsung. Bukan hanya di level nasabah tapi di bank juga. Bisa pakai proxy address juga," ucap dia.

Dari sisi Bank, Filaningsih menyebut, kalangan perbankan juga akan mendapatkan keutungan, karena transaksi digital diprediksikan akan naik. 

Sebab, dengan makin murah dan cepat nasabah akan beralih transaksi digital lewat smartphone atau yang lainnya. 

"Kita perhatikan keberlangsungan dari bank. Ada bank yang transaksi hampir 1 juta per hari, ada yang cuma 10, jadi kita harus perhatikan itu," kata dia. 

Untuk diketahui, saat ini telah ada 22 Bank yang bakal menggunakan infrastruktur BI-FAST ini pada tahap I. Tahap selanjutnya, BI juga akan melakukan penilain kepada 22 Bank yang akan menggunakan infrastruktur BI-FAST.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Pedagang Pengguna QRIS Capai 12 Juta

BI: Pedagang Pengguna QRIS Capai 12 Juta

Tekno | Selasa, 02 November 2021 | 23:17 WIB

Bank Indonesia Catat 12 Juta Merchant Kini Transaksi Menggunakan QRIS

Bank Indonesia Catat 12 Juta Merchant Kini Transaksi Menggunakan QRIS

Bisnis | Selasa, 02 November 2021 | 17:43 WIB

Netzme Hadirkan Desa Wisata QRIS Pertama di Jateng

Netzme Hadirkan Desa Wisata QRIS Pertama di Jateng

Tekno | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 11:10 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB