Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.107

Masuk Musim Hujan, Kementan Siapkan Strategi Antisipasi Dampak La Nina

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 07 November 2021 | 19:23 WIB
Masuk Musim Hujan, Kementan Siapkan Strategi Antisipasi Dampak La Nina
Ilustrasi pertanian saat musim hujan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat mengunjungi Pati, Jawa Tengah, Kamis pekan lalu mengingatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, mengingat Indonesia adalah negara terbesar ke-4 dunia. Ia menyebut, tanggung jawab dan tantangannya pun juga besar.

"Kita belum selesai menghadapi tantangan Covid-19 yang masih terjadi sampai hari ini, dan kita dihadapkan juga dengan emisi gas, efek rumah kaca dan persoalan lingkungan. Ingat, perekonomian dunia porak poranda selama dua tahun, termasuk Indonesia. Namun yang mampu bertahan adalah sektor pertanian," ungkapnya.

Masuki musim penghujan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember 2021, dan mencapai puncaknya pada Januari- Februari 2022, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan, berkisar antara 20 - 70% di atas normalnya.

La Nina tahun ini diprediksikan memiliki dampak yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Antisipasi terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengamankan target luas tanam padi seluas 8,3 juta ha melalui deteksi dini agar dapat ditentukan langkah operasional penanganannya.

Mentan menyampaikan, dalam kondisi dan situasi apa pun, pertanian harus tetap berproduksi. Ia mencontohkan, negara-negara yang mengalami 4 musim, mereka kini tengah mengalami kesulitan dalam hal produksi pangan.

Mengenai adanya ancaman La Nina, Mentan mengharapkan Balingtan untuk membuat rekomendasi teknologi pertanian yang tepat.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Panga, Kementan Suwandi menyebutkan, untuk mengantisipasi dampak La Nina perlu dilakukan koordinasi lintas sektoral terkait pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung ataupun terjadinya badai tropis) yang berada di wilayah rawan terdampak La-Nina.

“Sektor pertanian memang paling rawan terkena dampak La Nina. Namun menyikapi hal ini, Kementan berupaya untuk meminimalisir sebagaimana konsepMentan, yaitu setiap puso harus dikompensasi di tempat lain. Juga setelah banjir selesai harus tanam lagi,” ujar Suwandi menambahkan.

Menurutnya, ada beberapa strategi dan langkah antisipasi La-Nina yang harus dilakukan. Pertama, update mapping wilayah rawan banjir dan endemis serangan organisme pengganggu tumbuhan.

Kedua meningkatkan Early warning system dan rutin memantau informasi BMKG, ketiga kesiap-siagaan Brigade La Nina (Brigade DPI-OPT), Brigade Alsin & Tanam, Brigade Panen dan Serap Gabah Kostraling, dan keempat pompanisasi in-out dari sawah, rehabilitasi jaringan irigasi tersier/kwarter.

Kelima menggunakan benih tahan genangan seperti Inpara 1-10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang, dan lainnya, Keenam menggunakan asuransi usaha tani padi dan/bantuan benih gratis bagi puso, ketujuh kengkompensasi luas tanam di daerah lain/ tidak terkena La Nina , serta kedelapan antisipasi panen raya saat hujan dengan alsin panen dan pasca panen dengan kostraling dryer, RMU, silo dan lainnya).

Meskipun ada ancaman La Nina, Suwandi yakin, kondisi stok pangan aman dan lebih dari cukup. Sesuai rilis BPS bahwa produksi padi 2021 diperkiraan 55,27 juta ton GKG lebih tinggi 620 ribu ton GKG dibanding 2020.

“Ini berkat berbagai program perluasan tanam, peningkatan Indek Pertanaman, peningkatan produktivitas, penggunaan varietas benih unggul, subsidi pupuk, dukungan kredit KUR dan lainnya,” ujarnya.

Dukungan Kementan dalam menghadapi dampak La Nina sudah mulai dilakukan seperti dengan penyediaan embung yang dapat dimanfaatkan pada tahun 2021 sebanyak 400 unit, fasilitasi AUTP dengan alokasi seluas 1 juta hektare tahuhn 2022, bantuan benih karena kejadian bencana alam (force majeure), kompensasi luas tanam bagi lahan yang terdampak banjir, serta optimalisasi alsin panen dan pasca panen (kostraling dryer, RMU, silo dan lainnya).

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Takdir Mulyadi menekankan perlunya mapping wilayah rawan banjir, kekeringan dan OPT MH 2021/2022 untuk komoditas padi, jagung dan kedelai sampai dengan level kabupaten/kota melalui SIKATAM TERPADU (https://katam.litbang.pertanian.go.id/.)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan BMKG: Sejumlah Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Malam Ini

Peringatan BMKG: Sejumlah Daerah di Sumsel Dilanda Hujan Malam Ini

Sumsel | Minggu, 07 November 2021 | 18:16 WIB

Musim Hujan, Simak Tips Melindungi Sepatu dari Air Hujan

Musim Hujan, Simak Tips Melindungi Sepatu dari Air Hujan

Lifestyle | Sabtu, 06 November 2021 | 20:31 WIB

Kopitu Nobatkan Mentan Sebagai Tokoh Nasional Penggerak Hilirisasi dan Ekspor Pangan Lokal

Kopitu Nobatkan Mentan Sebagai Tokoh Nasional Penggerak Hilirisasi dan Ekspor Pangan Lokal

Bisnis | Jum'at, 05 November 2021 | 11:11 WIB

4 Minuman Hangat yang Pas Dikonsumsi Saat Musim Hujan Seperti Saat Ini

4 Minuman Hangat yang Pas Dikonsumsi Saat Musim Hujan Seperti Saat Ini

Lifestyle | Kamis, 04 November 2021 | 18:31 WIB

Jika Ingin Sehat Saat Musim Hujan, Hindari Makanan Ini

Jika Ingin Sehat Saat Musim Hujan, Hindari Makanan Ini

Banten | Rabu, 03 November 2021 | 22:37 WIB

Mentan SYL Dorong Hutan Menjadi Lahan Agrowisata Gandeng Pemangku Adat

Mentan SYL Dorong Hutan Menjadi Lahan Agrowisata Gandeng Pemangku Adat

Bisnis | Rabu, 03 November 2021 | 20:56 WIB

Terkini

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:33 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:59 WIB

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 18:46 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB