Prospek Kerja Lulusan kesehatan Masyarakat, Tak Kalah Dari Dokter dan Perawat

M Nurhadi Suara.Com
Rabu, 10 November 2021 | 17:52 WIB
Prospek Kerja Lulusan kesehatan Masyarakat, Tak Kalah Dari Dokter dan Perawat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Dalam bidang kesehatan, jurusan Kesehatan Masyarakat mungkin kalah pamor jika dibandingkan dengan dokter. Jurusan ini umumnya baru dilirik setelah Kedokteran atau Keperawatan.

Padahal Kesehatan Masyarakat mempelajari pencegahan dan pengobatan penyakit pada individu atau publik. Prospek kerja kesehatan masyarakat cukup luas.

1. Pekerja Sosial

Lembaga sosial atau Non Government Organisation membutuhkan lulusan Kesehatan Masyarakat untuk menganalisis kebutuhan kesehatan di sebuah wilayah. Saat ini ribuan NGO bahkan secara khusus bergerak di bidang kesehatan. Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh lulusan Kesehatan Masyarakat.

Pekerja sosial juga bisa dimaknai sebagai profesi pelayanan sosial yang diwujudkan dalam kerja kemanusiaan, atau disebut dengan istilah helping profession. Hal ini bisa diartikan bahwa pekerja sosial akan menolong orang lain supaya mampu menolong dirinya sendiri.

Kebutuhan pekerja sosial bisa dijumpai dalam berbagai situasi. Misalnya, penanganan kemiskinan, penanggulangan bencana, penanganan orang dengan kecacatan, perlindungan anak, pengembangan masyarakat, dan banyak lagi.

2. Penyuluh Kesehatan Masyarakat

Penyuluh Kesehatan Masyarakat ini sebenarnya bagian dari pekerja sosial. Namun, dari segi pegawai pemerintah atau karyawan swasta, Penyuluh Kesehatan Masyarakat bisa ditemui di puskesmas atau rumah sakit.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat bertugas untuk mensosialisasikan masalah-masalah kesehatan dengan tujuan preventif atau pencegahan. Penyuluh juga berperan sebagai konsultan di tengah masyarakat terkait masalah-masalah kesehatan. Tugas yang tak kalah penting adalah melaksanakan promosi kesehatan yang bisa diterapkan secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar masyarakat terhindar dari penyakit.

Baca Juga: UNICEF Laporkan Kemunculan Sejumlah Penyakit di Sulawesi Selatan

3. Staf Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)

Staf K-3 ini biasanya ada dan dibutuhkan di semua perusahaan. Staf K-3 adalah untuk memastikan lingkungan kerja sudah sesuai dengan kesehatan dan keselamatan para pegawai. Staf K-3 juga bertugas memberi imbauan agar pekerja terhindar dari kecelakaan kerja. Jika dalam kondisi khusus seperti adanya kerusakan perangkat kerja, ahli K-3 harus terlibat dalam tim auditor dan memastikan semuanya baik berdasarkan standar mutu. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI