RI Cari Celah! CPO, Kopi, Hingga Nikel Bisa Dapat Tarif 0 Persen di AS

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 18 Juli 2025 | 14:09 WIB
RI Cari Celah! CPO, Kopi, Hingga Nikel Bisa Dapat Tarif 0 Persen di AS
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa negosiasi masih berlanjut, sembari menanti kebijakan tarif baru berlaku efektif pada 1 Agustus 2025.

Suara.com - Pemerintah Indonesia masih terus berjuang agar beberapa komoditas unggulan bisa masuk ke pasar Amerika Serikat (AS) dengan tarif 0 persen, bukan 19 persen yang sudah ditetakan.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, yang merupakan salah satu delegasi negosiator mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Susiwijono menjelaskan bahwa negosiasi masih berlanjut, sembari menanti kebijakan tarif baru berlaku efektif pada 1 Agustus 2025.

"Tarif resiprokal kita kemarin dari Trump sudah memutuskan final 19%, tapi masih ada ruang negosiasi di sana," kata Susiwijono di Kemenko Ekonomi, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Pemerintah Indonesia, melalui tim negosiatornya lanjut dia, sedang memainkan strategi "kebutuhan AS". Susiwijono menyebut, ada sejumlah komoditas Indonesia yang sangat dibutuhkan AS dan sulit diproduksi di sana, namun sangat 'andal' jika diekspor dari Indonesia.

"Ada beberapa produk komoditas kita yang istilahnya itu sangat dibutuhkan AS, tidak bisa diproduksi di sana, tapi sangat reliable kalau diekspor dari Indonesia. Itu kita nego supaya tarifnya 0%. Itu banyak produknya sedang kita negokan mulai CPO, kopi, kakao, sampai nikel ada list produknya cukup banyak," ungkap Susiwijono, merinci daftar 'target' utama yang diharapkan bisa menikmati keistimewaan tarif nol persen.

Dengan strategi ini, Susiwijono berharap tidak semua produk Indonesia harus pasrah dengan tarif final 19% dari AS. Indonesia kini secara aktif mengajukan kelompok-kelompok komoditas yang dinilai strategis dan vital bagi AS agar bisa mendapatkan tarif istimewa tersebut.

"Kita yakin akan bisa negokan sampai 0%. (Berapa komoditas) kelompok-kelompok komoditasnya mungkin nanti masih akan bertambah. Kita belum punya list pastinya, kan kita ajukan ke mereka," imbuhnya, menandakan bahwa daftar ini masih bisa berekspansi.

Negosiasi ini akan mencapai puncaknya dengan adanya pernyataan bersama (joint statement) antara pemerintah Indonesia dan AS. Dokumen final ini akan memuat seluruh komitmen dan kesepakatan yang dicapai kedua negara, dan diharapkan akan keluar dalam waktu dekat.

baca juga

"Di situ nanti teman-teman akan melihat lengkap komitmen kita apa saja yang selama ini juga sudah mulai diberitakan. Nanti secara formal ada di joint statement itu. Ini kita sudah sepakat, dokumen finalnya sudah jadi. Kita tinggal nunggu," beber Susiwijono,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?

Garuda Siap Borong Pesawat Boeing Setelah Kesepakatan Tarif Trump, Berapa Banyak?

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 13:32 WIB

Tarif AS Turun, tapi Harus Beli Pesawat dan Pangan: Adilkah Kesepakatan Ini?

Tarif AS Turun, tapi Harus Beli Pesawat dan Pangan: Adilkah Kesepakatan Ini?

Your Say | Jum'at, 18 Juli 2025 | 10:16 WIB

RI Kena Tarif 19% AS: Untung atau Buntung? Ini Fakta yang Bikin Tercengang!

RI Kena Tarif 19% AS: Untung atau Buntung? Ini Fakta yang Bikin Tercengang!

Video | Jum'at, 18 Juli 2025 | 12:05 WIB

Terkini

FARMRISE Diluncurkan, Perluas Akses Digital bagi Petani Indonesia

FARMRISE Diluncurkan, Perluas Akses Digital bagi Petani Indonesia

Foto | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×