Meski Pandemi, LPKR Yakin Permintaan Properti Residensial Bakal Meningkat

Rabu, 17 November 2021 | 20:21 WIB
Meski Pandemi, LPKR Yakin Permintaan Properti Residensial Bakal Meningkat
CEO LPKR John Riady.

Suara.com - Kondisi kebangkitan bisnis properti akan menggerakan ekonomi karena kontribusinya mencapai 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Direktur Utama PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady yakin permintaan terhadap kebutuhan residensial akan meningkat pesat. 

Apalagi, tutur dia, dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia memasuki era keemasan, hal ini ditunjang oleh pendapatan per kapita yang semakin meningkat dan fasilitas perbankan untuk pembiayaan kepemilikan rumah dengan bunga KPR yang terjangkau.

"Saya yakin bisnis properti di Indonesia akan semakin bertumbuh. LPKR sebagai pengembang terkemuka akan menciptakan produk yang lebih inovatif untuk mendorong kebangkitan generasi dalam peningkatan kepemilikan rumah," ujar John dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (17/11/2021).

LPKR meyakini mulai awal tahun 2022 sektor properti bangkit. Saat ini pun penjualan sudah mulai menggeliat. Selama sembilan bulan pertama di tahun 2021, prapenjualan LPKR meningkat 71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Target LPKR tahun 2021 dapat mencapai dua kali lipat penjualan dibandingkan tahun lalu. 

Rumah tapak merupakan produk unggulan yang mencapai 70 persen dari total penjualan di mana sekitar 75 persen pembeli adalah kalangan milenial. Sekitar 90 persen dari konsumen LPKR adalah end user, dan sekitar 85 persen pembeli end user ini menggunakan fasilitas KPR. 

"Kami akan terus membangun dan perlahan menambah landbank. Saat ini pun kami tengah bersiap memasarkan landed house terbaru ‘Cendana Cove’ yang akan diluncurkan pada minggu ke empat bulan November 2021," jelas John.

Untuk diketahui, LPKR yang memiliki lahan sebesar 1.362 hektar dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan total aset sebesar USD 4,4 miliar per 30 September 2021.

Pada semester I/2021, perseroan juga mencatatkan kenaikan angka pendapatan YoY sebesar 36 persen menjadi Rp7,23 triliun sedangkan EBITDA meningkat 102 persen menjadi Rp 1,95 triliun.

Angka prapenjualan pada kuartal III/2021 Rp 1,6 triliun dan meningkatkan pra penjualan sembilan bulan pertama tahun 2021 menjadi Rp 3,9 triliun atau meningkat 71 persen YoY sehingga telah mencapai 93 persen dari target di tahun 2021 sebesar Rp 4,2 triliun.

Baca Juga: Analis Prediksi Pendapatan LPKR Tumbuh 37 Persen di Sepanjang 2021

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI