Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Warga Jabodetabek Masih Salah Kaprah Soal Kualitas Udara

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 18 November 2021 | 08:01 WIB
Warga Jabodetabek Masih Salah Kaprah Soal Kualitas Udara
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Suara.com - Polusi udara bisa menjadi salah satu bahaya kesehatan yang mengancam masyarakat. Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang salah memahami tentang kualitas udara yang baik.

Hal tersebut terungkap dalam Survei Katadata Insight Center (KIC) tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Kualitas Udara di Indonesia yang dilakukan pada 23-29 Agustus 2021 terhadap 1.570 warga Jabodetabek secara online.

Hasil survei tersebut menunjukkan, sebanyak 45,9% warga Jabodetabek masih menganggap warna langit biru cerah sebagai indikator udara bersih. Hanya 15,4% yang menggunakan alat pemantau atau aplikasi sebagai rujukan untuk mengetahui kualitas udara.

Sementara pengetahuan lebih dalam dan jauh, misal mengenai Particulate Matter (PM) 2,5 masih sangat minim diketahui, yakni hanya 22,1%.

“Padahal, jenis partikulat ini membahayakan kesehatan, karena berukuran sangat kecil sehingga dapat menembus bulu hidung atau paru-paru dan menimbulkan penyakit,” tutur Panel Ahli Katadata Insight Center, Mulya Amri, dalam Rilis Temuan Survei Polusi Udara Minim Dibicarakan Padahal Berbahaya ditulis Kamis (18/11/2021).

Di sisi lain, lanjut Mulya, masih banyak masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas yang berdampak buruk pada kualitas udara.

Dari hasil survei juga terungkap, sebanyak 8,9% warga Jabodetabek masih mengelola sampahnya dengan cara dibakar serta masih banyak pula yang merokok (32,5%) yang diketahui bisa memberikan dampak tak baik bagi kesehatan pernafasan.

“Hal ini menunjukkan, masih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai udara bersih, serta bagaimana tindakan yang harus dilakukan untuk memperbaikinya,” terang Mulya.

Senada, Co-Founder dan Chief Growth Officer NAFAS Piotr Jakubowski menerangkan, saat ini masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait dengan polusi udara.

Kesalahpahaman yang sering muncul adalah kualitas udara paling bagus di pagi hari karena kendaraan lebih sedikit, serta berolahraga di pagi hari maka akan membuat sehat untuk melawan polusi.

“Padahal, dari data Air Quality Index per Agustus 2021, menunjukkan bahwa pagi hari memiliki kualitas udara terburuk,” ucapnya.

Sementara itu, Aktivis Bicara Udara Renny Fernandez mendorong agar masalah kualitas udara dapat menjadi perhatian serta mendapatkan langkah perbaikan yang lebih nyata.

“Salah satu cara biar kita bisa ikut dalam pembicaraan mengenai polusi udara dan perubahan iklim, kita perlu join atau berinteraksi dengan komunitas yang fokus pada isu tersebut. Salah satunya, Bicara Udara, yang berusaha menjadi sebuah platform learning hub untuk semakin menyebarkan kampanye hak udara bersih,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Beracun, Ibu Kota India Liburkan Sekolah dan Kampus

Udara Beracun, Ibu Kota India Liburkan Sekolah dan Kampus

Tekno | Rabu, 17 November 2021 | 14:24 WIB

Langit Biru Tak Selalu Bebas Polusi, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Langit Biru Tak Selalu Bebas Polusi, Ini Risiko Kesehatan yang Mengintai

Health | Rabu, 17 November 2021 | 13:32 WIB

Punya Manfaat Kesehatan, Berapa Banyak Tanaman Hias yang Harus Diletakkan di Dalam Rumah?

Punya Manfaat Kesehatan, Berapa Banyak Tanaman Hias yang Harus Diletakkan di Dalam Rumah?

Health | Selasa, 16 November 2021 | 20:15 WIB

Terkini

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:57 WIB

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:53 WIB

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:48 WIB

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:31 WIB

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:25 WIB

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:23 WIB

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:30 WIB