alexametrics

Klaim Ekonomi Indonesia Makin Membaik, Ini Indikatornya Versi Sri Mulyani

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Klaim Ekonomi Indonesia Makin Membaik, Ini Indikatornya Versi Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani. [Tangkapan layar]

Pemulihan ekonomi global masih sangat rapuh dipengaruhi oleh komplikasi kenaikan harga karena adanya supply disruption dan kenaikan harga komoditas.

Suara.com - Pemulihan ekonomi global masih sangat rapuh dipengaruhi oleh komplikasi kenaikan harga karena adanya supply disruption dan kenaikan harga komoditas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta (APBN KITA) November 2021 mengatakan, hal ini akan menimbulkan dinamika global yang harus terus diwaspadai.

“APBN kita masih bekerja luar biasa keras, namun pemulihan ekonomi telah menopang konsolidasi dan pemulihan APBN juga. Jadi APBN memulihkan ekonomi, pemulihan ekonomi memulihkan kesehatan APBN. Inilah yang kita ingin terus jaga hubungan antara ekonomi dan APBN secara positif ini yaitu pemulihan berjalan terus sehingga kesehatan APBN juga bisa berjalan terus,” terang Sri Mulyani dalam konfrensi pers secara virtual, Kamis (25/11/2021).

Indikator konsumsi dan produksi terkini menunjukkan penguatan yang solid seiring pengendalian Pandemi Covid-19 yang membaik di Indonesia.

Baca Juga: Menko Airlangga Hartarto: Tahun 2022 adalah Golden Moment Ekonomi Indonesia

Optimisme konsumen terus menguat tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 113,4 atau tumbuh 43,5 persen karena dipengaruhi oleh membaiknya aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat.

Indeks penjualan ritel juga diperkirakan membaik pada Oktober, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Sementara itu, indeks nilai belanja mandiri pada akhir Oktober tercatat sebesar 115,2 atau menguat 15 persen diatas level prapandemi.

Pada sisi produksi, PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 kembali mencatatkan rekor yaitu 57,2. Impor bahan baku dan barang modal yang tumbuh sangat tinggi sebesar 55,8 persen dan 29,4 persen menunjukkan adanya aktivitas produksi domestik yang terjaga.

Pertumbuhan konsumsi listrik secara year on year juga tetap menunjukkan level positif pada Oktober utamanya pada sektor bisnis dan industri.

Baca Juga: Menko Airlangga: Tahun 2022 Golden Moment Ekonomi Indonesia

“Kita harus menjaga agar mobilitas masyarakat kita yang mulai baik, PMI yang membaik, dan konsumen confidence-nya membaik ini tidak disertai kenaikan Covid sehingga kita tetap bisa menjaga pemulihan ini,” lanjut Menkeu.

Komentar