Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa, Kapan Inflasi Tertinggi?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:05 WIB
Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia dari Masa ke Masa, Kapan Inflasi Tertinggi?
Ilustrasi sistem ekonomi di Indonesia. (Gerd Altmann/Pixabay)

Suara.com - Sistem ekonomi di setiap negara berbeda-beda, begitu juga dengan sejarah sistem ekonomi Indonesia yang memiliki perkembangannya tersendiri.

Berikut ini sejarah perkembangan sistem ekonomi Indonesia dari masa ke masa yang perlu diketahui, mengutip Ruang Guru, Kamis (28/10/2021).

1. Ekonomi nasional pada 1945 hingga 1959
Saat itu BPUPKI berembuk untuk membahas isi UUD 1945 dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya adalah pasal 33 tentang Kesejahteraan Sosial, yang saat ini dipakai sebagai landasan sistem ekonomi.

Mohammad Hatta adalah sosok yang berperan merencanakan pasal itu. Bung Hatta kemudian menjelaskan, bahwa ekonomi berlandaskan semangat kolektivisme.

Ini mengartikan perekonomian rakyat berdasarkan koperasi, yang di atasnya ada pemerintah yang mengatur usaha produksi untuk kesejahteraan rakyat.

Di saat negara ini sedang mempersiapkan sistem ekonomi, Belanda masih berusaha merebut kemerdekaan dengan menggelar agresi militer.

Saat itu ada kebijakan yang disebut Gunting Syafruddin, yang dibuat oleh Menteri Keuangan saat kabinet Hatta, Syafruddin Prawiranegara, sekaligus pencetus kebijakan mata uang pertama di Indonesia.

Saat itu Syafruddin menggunting mata uang NICA dan de Javasche Bank pecahan 5 gulden ke atas. Nantinya, bagian sebelah kiri masih bisa dipakai sebagai alat pembayaran, sementara yang kanan ditukar obligasi negara senilai setengah mata uangnya.

Sebagai contoh, jika punya uang 10 gulden, dan digunting jadi dua, maka 5 gulden (dari bagian kiri) dan yang kanan ditukar obligasi senilai 5 gulden.

baca juga

Tujuannya untuk nyeimbangin antara jumlah uang yang ada, dan barang yang beredar. Intinya agar tidak terjadi inflasi, harga tidak mahal sekaligus agar mata uang tidak turun.

Setelahnya perubahan dari ekonomi kolonial ke ekonomi nasional bisa sangat dirasakan di masa kabinet Natsir.

Ada banyak tokoh yang berkontribusi mulai dari Soemitro Djojohadikoesoemo, Mohammad Hatta, Syafruddin Prawiranegara, Djuanda, dan Jusuf Wibisono.

2. Ekonomi terpimpin pada masa 1959 hingga 1966
Ini adalah periode yang berat di masa kepemimpinan Presiden Soekarno pada 21 Februari 1957, karena saat itu adalah masa yang gelap.

Lantaran buruh mogok kerja, pendapatan negara turun, inflasi naik karena harga pada mahal dan nilai rupiah kecil. Saat itu, Indonesia yang penghasil beras terbesar harus impor, dengan kenaikan harga mancapai 650 persen.

Pada masa itu sistem ekonomi dikuasai negara, dengan disebut sistem ekonomi etatisme atau ekonomi terpimpin. Lalu dibuatlah Dewan Perancang Nasional (Depernas) yang diketuai Mohammad Yamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelajaran Ekonomi: Jenis-Jenis Inflasi yang Perlu Diketahui

Pelajaran Ekonomi: Jenis-Jenis Inflasi yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Belajar Daring dan Kaitannya dengan Sistem Ekonomi Indonesia Masa Pandemi

Belajar Daring dan Kaitannya dengan Sistem Ekonomi Indonesia Masa Pandemi

Your Say | Minggu, 08 Agustus 2021 | 14:25 WIB

Pengertian Sistem Ekonomi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Sistem Ekonomi dan Jenis-jenisnya

Lifestyle | Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:08 WIB

Terkini

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

GBK Bergemuruh! Jakmania Tumpah Ruah Rayakan Kemenangan Persija atas Persib

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:06 WIB

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 19:01 WIB

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 19:00 WIB

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Pabrik di Subang Beroperasi, BYD Batal Bangun Pabrik di Malaysia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 18:58 WIB

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

Bukan Anggota Grib Jaya! Polisi Bongkar Profil 3 Tersangka Pengeroyok Bambang Setiawan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 18:55 WIB

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 18:52 WIB

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:39 WIB

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 18:34 WIB

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Mau Liburan Lebih Hemat? Coba Ubah Poin yang Terkumpul Jadi Tiket Pesawat

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 18:30 WIB

×